Kanal24, Malang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Bioindustri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya mengajak ibu-ibu PKK Desa Argosuko menerapkan pola makan sehat melalui edukasi gizi seimbang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi sekaligus membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga.
Sosialisasi yang dipadukan dengan senam sehat itu digelar di Balai Desa Argosuko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Minggu (12/7/2026). Program yang didampingi Dosen Pembimbing Lapang (DPL) Alia Fibrianingtyas, S.P., M.P. dan Mahfudlotul ‘Ula, S.E., M.Si. tersebut diikuti puluhan ibu PKK sebagai sasaran utama edukasi mengenai pola konsumsi sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga:
Dosen dan Diktendik Berprestasi UB Cetak Inovasi Berdampak
Mahasiswa Kenalkan Konsep Gizi Seimbang
Edukasi ini berangkat dari masih rendahnya pemahaman sebagian masyarakat mengenai pola makan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh. Di tengah banyaknya tren diet yang berkembang, mahasiswa KKN FBiPK UB mengajak peserta memahami bahwa pola makan sehat bukan sekadar mengurangi porsi makan, melainkan memastikan tubuh memperoleh asupan gizi yang seimbang.

Sebelum materi dimulai, peserta mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai gizi. Selanjutnya, mahasiswa memperkenalkan konsep “Isi Piringku” sebagai panduan sederhana dalam memenuhi kebutuhan nutrisi harian, yakni setengah piring berisi sayur dan buah, seperempat piring makanan pokok sebagai sumber karbohidrat, serta seperempat lainnya berisi lauk sebagai sumber protein. Materi juga dilengkapi penjelasan mengenai kebutuhan gizi berdasarkan kelompok usia sehingga peserta dapat menyesuaikannya dengan kondisi anggota keluarga masing-masing.
Pahami Diet yang Tepat dan Pentingnya Aktivitas Fisik
Selain membahas gizi seimbang, mahasiswa juga meluruskan anggapan bahwa diet hanya bertujuan menurunkan berat badan. Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan bahwa diet merupakan pengaturan pola makan untuk menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh secara optimal.

Peserta juga dikenalkan dengan beberapa metode diet yang kini banyak diterapkan masyarakat, seperti Intermittent Fasting (IF), diet rendah karbohidrat, dan mindful eating, beserta manfaat serta hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menerapkannya. Melalui materi tersebut, masyarakat diharapkan mampu memilih pola makan yang sesuai dengan kondisi tubuh, bukan sekadar mengikuti tren.
Sebagai bentuk praktik gaya hidup sehat, seluruh peserta kemudian mengikuti senam bersama. Aktivitas tersebut menjadi pelengkap sosialisasi sekaligus mengingatkan bahwa menjaga kesehatan tidak cukup hanya melalui pola makan bergizi, tetapi juga dengan rutin melakukan aktivitas fisik.
Warga Berharap Program Terus Berlanjut
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, peserta kembali mengerjakan post-test sebagai evaluasi akhir untuk mengukur peningkatan pemahaman setelah mengikuti sosialisasi. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian doorprize dan sesi foto bersama.
Salah satu peserta, Ibu Husniah, mengapresiasi kegiatan yang digelar mahasiswa KKN FBiPK UB. Menurutnya, materi yang disampaikan memberikan pengetahuan baru mengenai pentingnya menerapkan pola makan sehat di lingkungan keluarga.
“Kami berharap adik-adik mahasiswa KKN dapat meninggalkan kesan yang benar-benar berdampak bagi masyarakat. Kehadiran mahasiswa di Desa Argosuko diharapkan tidak hanya sebatas menjalankan program kerja, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang dapat terus dirasakan dan membuat masyarakat benar-benar merasakan adanya kontribusi mahasiswa di tengah desa ini,” ujarnya.
Melalui program ini, mahasiswa KKN FBiPK Universitas Brawijaya tidak hanya membagikan pengetahuan mengenai gizi seimbang, tetapi juga mendorong masyarakat membangun kebiasaan hidup sehat yang dapat dimulai dari rumah. Edukasi sederhana tersebut diharapkan mampu menjadi langkah awal bagi warga Desa Argosuko untuk menerapkan pola makan yang lebih baik dan menjaga kesehatan keluarga secara berkelanjutan. (ern)













