Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Mental Mahasiswa Jadi Taruhan, FIB UB Warning Bahaya Perundungan

Dinia by Dinia
May 22, 2026
in Pendidikan
0
Mental Mahasiswa Jadi Taruhan, FIB UB Warning Bahaya Perundungan
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang –  Candaan yang dianggap sepele di lingkungan kampus ternyata bisa meninggalkan luka panjang bagi korbannya. Mulai dari tekanan mental, penurunan prestasi akademik, hingga munculnya keinginan menyakiti diri sendiri menjadi dampak nyata dari bullying yang masih sering terjadi di kalangan mahasiswa.

Fenomena tersebut menjadi perhatian Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB) melalui kegiatan “Psikoedukasi Penguatan Internal Pencegahan Kekerasan Seksual dan Perundungan untuk Mahasiswa, Dosen, dan Tenaga Kependidikan” yang digelar di Aula Lantai 2 Gedung A FIB UB, Rabu (21/5/2026). Kegiatan ini diikuti mahasiswa, dosen, hingga tenaga kependidikan sebagai upaya membangun lingkungan kampus yang aman dan suportif.

Baca Juga :
Di Tengah Tekanan Ekonomi, Dekan FPIK UB Ingatkan Indonesia Belum Serius Menjaga Potensi Laut

Bullying Berdampak pada Mental dan Akademik Mahasiswa

Ulifa Rahma, S.Psi., M.Psi. – Narasumber (Gerald/Kanal24)

Melalui kegiatan psikoedukasi ini, peserta mendapatkan pemahaman mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak terhadap kesehatan mental, hingga langkah penanganan bagi korban maupun bystander. Narasumber kegiatan, Ulifa Rahma, S.Psi., M.Psi., mengatakan bahwa bullying tidak bisa dianggap sebagai candaan biasa karena dapat memengaruhi kondisi fisik, emosional, dan akademik korban.

“Dampaknya bisa secara fisik, bisa juga secara emosi dan perilaku. Ada yang mengalami kecemasan, depresi, serangan panik, bahkan self harm atau suicide ideation,” jelas Ulifa saat sesi wawancara.

Menurutnya, tindakan bullying memiliki beberapa ciri utama, seperti adanya niat menyakiti, dilakukan berulang kali, membuat korban merasa tertekan, serta terdapat dominasi kekuasaan. Ulifa menilai masih banyak mahasiswa yang belum mampu membedakan antara candaan dan perundungan di lingkungan kampus.

“Kalau bullying itu pasti menyakiti. Korban merasa stres, tidak nyaman, atau tersinggung dengan perlakuan tersebut,” ujarnya.

Selain membahas dampak bullying, peserta juga diberikan edukasi mengenai langkah penanganan ketika melihat tindakan perundungan. Ulifa menjelaskan pentingnya peran bystander atau pengamat untuk ikut membantu korban melalui metode 5D, seperti direct, distract, delegate, document, dan delay.

“Kalau bisa jangan hanya menjadi pengamat saja, tetapi juga menjadi pembela. Tidak harus secara langsung, bisa juga dilakukan dengan cara yang aman,” katanya.

FIB UB Sediakan Sistem Pelaporan Kekerasan Seksual

Jamila Wijayanti, S.Pd., M.Pd. – Ketua ULTKSP FIB UB (Gerald/Kanal24)

Sementara itu, Ketua Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan (ULTKSP) FIB UB, Jamila Wijayanti, S.Pd., M.Pd., mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam penanganan kasus kekerasan seksual di kampus adalah masih adanya anggapan bahwa tindakan tersebut hanya candaan dan sulit dibuktikan.

“Kekerasan seksual sering dianggap candaan dan tidak ada bukti. Itu menjadi tantangan kami dalam penanganan kasus,” ungkap Jamila.

Ia menjelaskan, ULTKSP FIB UB telah menyediakan sistem pelaporan melalui Google Form yang dapat diakses melalui website resmi FIB UB maupun barcode yang dipasang di sejumlah ruangan kampus. Menurutnya, identitas pelapor dan korban akan dijaga kerahasiaannya agar mahasiswa merasa aman saat melapor.

“Kami memberikan perlindungan terhadap identitas korban maupun pelapor. Harapannya, civitas akademika tidak takut untuk melapor atau sekadar sharing,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, FIB UB berharap mahasiswa tidak hanya memahami materi tentang bullying dan kekerasan seksual, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kampus juga mendorong seluruh civitas akademika untuk berani speak up demi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari perundungan. (ger)

Post Views: 35
Tags: Bullying Kampusfib ubKekerasan SeksualKesehatan MentalMahasiswa UBPerundunganPsikoedukasiSDGsub berdampakUlTKSPuniversitas brawijaya
Previous Post

UB Launching CFD, Dorong Kampus Berkelanjutan

Next Post

Catcalling dan Bullying di Kampus Disorot FIB UB, Mahasiswa Diminta Waspada

Dinia

Dinia

Next Post
Catcalling dan Bullying di Kampus Disorot FIB UB, Mahasiswa Diminta Waspada

Catcalling dan Bullying di Kampus Disorot FIB UB, Mahasiswa Diminta Waspada

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Kampus Wajib Tanggap! Kesehatan Mental Jadi Fondasi Cegah Kekerasan

Kampus Wajib Tanggap! Kesehatan Mental Jadi Fondasi Cegah Kekerasan

May 23, 2026
Biskuit Vignita FIKES UB Jadi Inovasi Cegah Stunting

Biskuit Vignita FIKES UB Jadi Inovasi Cegah Stunting

May 23, 2026
Di Era Algoritma dan Perang Narasi, Modal Sosial Bisa Jadi Penyelamat Bangsa

Di Era Algoritma dan Perang Narasi, Modal Sosial Bisa Jadi Penyelamat Bangsa

May 23, 2026
Kemilau Cahaya Brawijaya, Cara Baru UB Bicara tentang Kreativitas dan Masa Depan

Kemilau Cahaya Brawijaya, Cara Baru UB Bicara tentang Kreativitas dan Masa Depan

May 23, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025