Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Prof. Bambang Semedi: AI Prediksi Lokasi Ikan di Era Perubahan Iklim

Einid Shandy by Einid Shandy
June 9, 2026
in Pendidikan
0
Prof. Bambang Semedi: AI Prediksi Lokasi Ikan di Era Perubahan Iklim

Profesor UB Kembangkan AI Prediksi Lokasi Ikan di Era Perubahan Iklim (Yordan/Kanal24)

4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Perubahan iklim membuat lokasi ikan semakin sulit diprediksi dan memaksa nelayan menghabiskan lebih banyak bahan bakar untuk melaut. Menjawab tantangan tersebut, Profesor Universitas Brawijaya mengembangkan teknologi berbasis artificial intelligence (AI) yang mampu memprediksi zona penangkapan ikan secara lebih akurat dan efisien.

Inovasi itu diperkenalkan Prof. Ir. Bambang Semedi, M.Sc., Ph.D., saat dikukuhkan sebagai guru besar bidang Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Brawijaya, Rabu (10/6/2026).

Dalam orasi ilmiahnya bertajuk “MARINESCAPE: Integrasi Penginderaan Jauh dan Machine Learning untuk Prediksi ZPPI di Era Perubahan Iklim”, Prof. Bambang memperkenalkan MARINESCAPE atau Marine Intelligence System for Spatio-temporal Catch Prediction.

Teknologi tersebut dikembangkan untuk membantu memprediksi Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) melalui integrasi data satelit, penginderaan jauh, serta machine learning.

Baca juga:
Dekan FH UB: Indonesia Tak Kekurangan Ide, yang Kurang Integritas

Perubahan Iklim Ubah Pola Migrasi Ikan

Prof. Bambang menjelaskan, pemanasan global menyebabkan perubahan suhu permukaan laut dan arus laut yang semakin ekstrem. Kondisi itu membuat spesies ikan pelagis bernilai ekonomi tinggi seperti cakalang mengalami perubahan pola migrasi yang sulit diprediksi.

Menurutnya, metode penangkapan ikan tradisional yang selama ini mengandalkan pengalaman empiris nelayan kini semakin menghadapi tantangan.

“Zona penangkapan ikan yang sebelumnya dapat diprediksi berdasarkan pengalaman turun-temurun kini menjadi semakin tidak menentu,” ujarnya.

Dampaknya, nelayan harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencari ikan. Biaya operasional melaut pun meningkat, terutama untuk konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kerugian ekonomi, terutama bagi nelayan skala kecil yang sangat bergantung pada hasil tangkapan harian.

Gunakan Satelit dan Deep Learning

Melalui MARINESCAPE, berbagai data lingkungan laut seperti suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil-a, dan front laut dianalisis menggunakan Artificial Neural Networks (ANN) serta teknologi deep learning.

Berbeda dengan metode konvensional, sistem tersebut mampu membaca pola spasio-temporal yang kompleks sekaligus mendeteksi perubahan kondisi laut secara lebih cepat.

Teknologi AI tersebut memungkinkan sistem memberikan sinyal awal terhadap perubahan lingkungan sebelum dampaknya benar-benar dirasakan di lapangan.

Prof. Bambang menyebut pendekatan berbasis machine learning memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam memprediksi zona penangkapan ikan.

Berbagai penelitian global serupa bahkan menunjukkan akurasi prediksi berbasis deep learning dapat mencapai lebih dari 80 persen.

“Teknologi ini diharapkan dapat membantu nelayan menjadi lebih efisien sekaligus mengurangi tangkapan sampingan atau bycatch,” katanya.

Dorong Ketahanan Pangan Laut

Selain meningkatkan efisiensi operasional nelayan, pengembangan teknologi AI kelautan juga dinilai penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut.

Prof. Bambang menilai teknologi prediksi lokasi ikan dapat membantu menciptakan sistem perikanan yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

Ia juga menggagas pembentukan UB-MARINESCAPE sebagai pusat riset dan diseminasi data kelautan di Universitas Brawijaya.

Platform tersebut diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik, nelayan, pengelola perikanan, hingga pembuat kebijakan.

Melalui pusat riset tersebut, hasil penelitian di bidang teknologi kelautan tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata di lapangan.

“MARINESCAPE hadir bukan untuk menggantikan manusia, melainkan menjadi decision support system agar nelayan dapat bergerak lebih antisipatif menghadapi perubahan iklim,” ujarnya.

Pengembangan teknologi tersebut juga dinilai sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 13 tentang penanganan perubahan iklim dan SDGs 14 mengenai ekosistem laut.

Dengan pemanfaatan AI dan penginderaan jauh, Universitas Brawijaya berharap inovasi teknologi kelautan dapat membantu menjaga ketahanan pangan laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia. (nid)

Post Views: 43
Tags: AI nelayanfpik ubKANAL24kanal24.co.idmachine learningMARINESCAPE UBPerubahan Iklimprediksi lokasi ikanProfesor UBteknologi kelautanuniversitas brawijayazona penangkapan ikan
Previous Post

Tak Cukup Terbit di Jurnal, FT UB Dorong Inovasi Tembus Industri

Next Post

Presiden Sudah Punya Menteri, Mengapa Masih Membutuhkan Penasihat?

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
CEO FIN Komodo Ajak Kampus Kurangi Ketergantungan Teknologi Impor

CEO FIN Komodo Ajak Kampus Kurangi Ketergantungan Teknologi Impor

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Adaptasi Children of Heaven Berhasil Sentuh Hati Penonton

Adaptasi Children of Heaven Berhasil Sentuh Hati Penonton

June 13, 2026
Kolaborasi Taylor Swift dan Toy Story Akhirnya Terwujud

Kolaborasi Taylor Swift dan Toy Story Akhirnya Terwujud

June 13, 2026
UB Soroti Ancaman Mikroplastik di DAS Brantas

UB Soroti Ancaman Mikroplastik di DAS Brantas

June 12, 2026
Kemenkes Dorong Zero New Stunting, Sanitasi Jadi Kunci Cegah Munculnya Kasus Baru

Kemenkes Dorong Zero New Stunting, Sanitasi Jadi Kunci Cegah Munculnya Kasus Baru

June 12, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025