Kanal24, Malang – Persaingan global tidak lagi hanya ditentukan oleh kekuatan ekonomi atau teknologi, tetapi juga kemampuan menghasilkan riset yang relevan dan diakui dunia internasional. Bagi perguruan tinggi, tantangannya bukan sekadar meningkatkan jumlah publikasi ilmiah, melainkan membangun kolaborasi yang mampu melahirkan pengetahuan baru, menjawab persoalan masyarakat, dan berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan global. Di tengah tantangan tersebut, kolaborasi lintas negara menjadi semakin penting untuk memperluas perspektif, memperkuat metodologi riset, sekaligus meningkatkan daya saing akademik Indonesia di tingkat internasional.
Komitmen tersebut ditunjukkan Departemen Psikologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) melalui pengembangan kolaborasi riset internasional dengan The University of Osaka, Jepang. Langkah ini diwujudkan melalui kunjungan akademik yang dilakukan Ridwan Aji Budi Prasetyo, S.Psi., M.Sc., Ph.D., dosen Departemen Psikologi UB, pada 13–16 April 2026 dalam program match-making bertajuk NeuroConnect: Penjajakan Kolaborasi Riset Neurokognitif-Marketing.
Program tersebut merupakan bagian dari skema hibah matchmaking EQUITY UB yang berhasil diraih pengusul dari Universitas Brawijaya. Kunjungan difokuskan untuk mempertemukan tim UB dengan Prof. Wirawan Dony Dahana, Ph.D., profesor di School of Economics, The University of Osaka, yang memiliki kepakaran di bidang pemasaran eksperimental dan perilaku konsumen.
Menyatukan Psikologi, Neurosains, dan Perilaku Konsumen
Selama kunjungan berlangsung, sejumlah agenda strategis dilakukan, mulai dari match-making meeting untuk memetakan irisan kepakaran kedua institusi, diskusi rancangan penelitian bersama di bidang neuromarketing lintas budaya, hingga pembahasan awal proposal hibah riset kolaboratif yang akan diajukan ke berbagai skema pendanaan nasional maupun internasional.
Kolaborasi ini menarik karena mempertemukan dua bidang yang berkembang pesat dalam dunia riset modern. Dari sisi UB, Departemen Psikologi memiliki kompetensi dalam pengukuran neurokognitif dan afektif menggunakan teknologi eye-tracking. Sementara The University of Osaka memiliki keunggulan dalam desain eksperimen pemasaran dan analisis perilaku konsumen.
Perpaduan kedua keahlian tersebut akan digunakan untuk meneliti respons neurofisiologis konsumen terhadap intervensi berbasis budaya dalam konteks preferensi produk lokal. Riset semacam ini dinilai penting karena perilaku konsumen tidak hanya dipengaruhi faktor ekonomi, tetapi juga budaya, emosi, dan proses kognitif yang sering kali berlangsung tanpa disadari.
Mengapa Neuromarketing Menjadi Penting?
Di era persaingan produk yang semakin ketat, memahami alasan seseorang memilih suatu produk menjadi tantangan besar bagi dunia usaha.
Neuromarketing hadir sebagai pendekatan yang menggabungkan ilmu psikologi, neurosains, dan pemasaran untuk memahami bagaimana otak manusia merespons berbagai stimulus, mulai dari desain kemasan, warna, pesan promosi, hingga identitas budaya yang melekat pada suatu produk.
Melalui teknologi seperti eye-tracking, peneliti dapat mengidentifikasi bagian mana yang paling menarik perhatian konsumen dan bagaimana proses pengambilan keputusan terjadi secara lebih mendalam dibanding survei konvensional.
Pendekatan ini membuka peluang lahirnya strategi pemasaran yang lebih efektif sekaligus memberikan pemahaman ilmiah yang lebih kuat mengenai perilaku konsumen di berbagai konteks budaya.
Kolaborasi dengan Kampus Top Dunia
The University of Osaka merupakan salah satu universitas riset publik terkemuka di Jepang yang secara konsisten berada dalam kelompok universitas terbaik dunia. Institusi tersebut juga dikenal memiliki tradisi riset yang kuat di berbagai bidang ilmu, termasuk ekonomi, perilaku konsumen, dan sains kognitif.
Kolaborasi dengan universitas sekelas ini menjadi langkah strategis bagi Departemen Psikologi UB dalam memperluas jejaring akademik internasional serta memperkuat posisi Universitas Brawijaya dalam ekosistem riset global di bidang neurokognitif dan sains perilaku.
Selain membuka peluang penelitian bersama, kerja sama ini juga diarahkan pada publikasi ilmiah kolaboratif di jurnal internasional bereputasi serta pengembangan proposal riset yang dapat memperoleh dukungan pendanaan global.
Mendorong Reputasi Akademik Global UB
Program NeuroConnect berkontribusi langsung terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Brawijaya, khususnya IKU 3 terkait pelaksanaan riset dosen UB di perguruan tinggi mitra internasional, IKU 5 mengenai publikasi internasional terindeks, serta IKU 6 yang berkaitan dengan peningkatan reputasi akademik UB di tingkat global.
Program ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, SDG 9 mengenai industri, inovasi, dan infrastruktur, serta SDG 17 terkait kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.
Melalui NeuroConnect, Departemen Psikologi UB menegaskan komitmennya untuk terus mendorong riset lintas disiplin yang berdampak nyata, memperluas jejaring akademik internasional, dan menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas tinggi yang relevan bagi perkembangan ilmu pengetahuan maupun kebutuhan masyarakat. (din)













