Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Satgas PPKPT UB Tekankan Pendampingan Psikologis bagi Penyintas Kekerasan Seksual

Einid Shandy by Einid Shandy
October 24, 2026
in Pendidikan
0
Satgas PPKPT UB Tekankan Pendampingan Psikologis bagi Penyintas Kekerasan Seksual

Satgas PPKPT UB Tekankan Pendampingan Psikologis bagi Penyintas Kekerasan Seksual. (Fani/Kanal24)

3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Dampak kekerasan tidak selalu berhenti ketika peristiwa telah berlalu. Bagi sebagian penyintas, pengalaman traumatis dapat terus muncul dalam bentuk ingatan yang berulang, perubahan pola makan, keinginan menarik diri, hingga mimpi buruk. Respons setiap orang berbeda sehingga proses pemulihan tidak bisa disamaratakan.

Kondisi tersebut membuat dukungan dari orang tepercaya dan akses terhadap bantuan profesional menjadi bagian penting dalam penanganan penyintas. Pentingnya pendampingan psikologis ini menjadi salah satu pembahasan dalam seminar pencegahan kekerasan seksual di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB), Rabu (21/10/2026). Dalam kegiatan tersebut, Koordinator Bidang Advokasi, Pencegahan, dan Intervensi Satgas PPKPT UB, dr. Frilya Rachma Putri, Sp.KJ(K), menekankan perlunya memahami respons psikologis penyintas dan mengarahkan mereka pada dukungan yang sesuai.

Baca juga:
FH UB Kaji Kepastian Hukum Pengelolaan Aset Tanah PTNBH

Trauma Dapat Muncul dengan Respons Berbeda

Frilya menjelaskan bahwa dampak psikologis setelah pengalaman traumatis dapat muncul segera setelah kejadian atau baru terasa setelah beberapa waktu. Karena itu, kondisi penyintas tidak selalu dapat dikenali dari respons yang terlihat pada awal kejadian.

dr. Frilya Rachma Putri, Sp.KJ(K). Koordinator Bidang Advokasi, Pencegahan, dan Intervensi Satgas PPKPT UB. (Fani/Kanal24)

Sebagian orang dapat menunjukkan reaksi emosional yang kuat, sementara yang lain memilih menarik diri dari lingkungan sekitar. Perubahan nafsu makan juga dapat terjadi, baik berupa penurunan maupun peningkatan. Selain itu, pengalaman traumatis bisa terus terlintas dalam ingatan dan muncul kembali ketika seseorang menghadapi situasi yang mengingatkannya pada peristiwa tersebut.

Ingatan yang muncul berulang atau flashback dapat membuat penyintas seolah-olah kembali mengalami kejadian traumatis. Respons lain yang mungkin muncul adalah hyperarousal, yakni keadaan ketika seseorang merasa sangat waspada atau kembali merasakan ancaman saat berhadapan dengan pemicu tertentu. Penyintas juga dapat mengalami mimpi buruk yang berkaitan dengan pengalaman tersebut.

Meski demikian, tidak semua orang menunjukkan gejala yang sama. Frilya menegaskan bahwa setiap individu memiliki cara merespons peristiwa yang berbeda-beda. Ada yang dapat segera mengungkapkan reaksi, tetapi ada pula yang cenderung diam atau mengalami respons freeze.

Perbedaan respons ini perlu dipahami agar lingkungan sekitar tidak terburu-buru menilai kondisi seseorang. Penyintas yang diam, misalnya, tidak serta-merta berarti tidak mengalami tekanan. Sebaliknya, reaksi emosional yang kuat juga tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menyalahkan atau merendahkan mereka.

Pemahaman terhadap respons psikologis menjadi langkah awal untuk memberikan dukungan yang lebih tepat. Dengan mengenali bahwa dampak trauma dapat berbeda pada setiap orang, lingkungan kampus diharapkan mampu merespons penyintas secara lebih peka dan tidak menghakimi.

Dukungan Orang Tepercaya dan Profesional

Dalam menghadapi pengalaman traumatis, penyintas dapat memulai dengan mencari dukungan dari orang yang dipercaya. Frilya menyebut teman dekat, dosen pembimbing akademik, konselor, dan teman sebaya sebagai pihak yang dapat membantu memberikan dukungan awal.

Memiliki ruang untuk bercerita dapat membantu penyintas menghadapi situasi yang dialaminya. Namun, orang yang menerima cerita perlu mendengarkan tanpa memaksa penyintas untuk mengungkapkan hal-hal yang belum siap diceritakan. Sikap menghakimi atau menyalahkan justru dapat menambah beban yang dirasakan.

Kebutuhan setiap penyintas juga berbeda. Sebagian mungkin dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan dukungan yang tersedia, sedangkan sebagian lainnya mengalami kesulitan beradaptasi setelah kejadian traumatis. Ketika kondisi tersebut mengganggu kemampuan menjalani keseharian atau membutuhkan penanganan lebih lanjut, bantuan profesional dapat menjadi pilihan.

Frilya menjelaskan bahwa penyintas dapat mencari bantuan psikolog atau psikiater sesuai kebutuhan. Penanganan perlu mempertimbangkan kondisi masing-masing individu, termasuk ketika gejala yang dialami membutuhkan pemeriksaan dan intervensi lebih lanjut.

Karena itu, dukungan dari lingkungan tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran tenaga profesional. Teman, dosen pembimbing, atau konselor dapat membantu penyintas menemukan akses bantuan, sedangkan penanganan klinis perlu dilakukan oleh tenaga yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan.

Pendekatan tersebut juga penting untuk menghindari anggapan bahwa semua penyintas harus pulih dengan cara dan waktu yang sama. Proses pemulihan perlu memperhatikan kondisi individu, ketersediaan dukungan, serta kebutuhan penanganan yang mungkin berubah seiring waktu.

Satgas PPKPT Buka Akses Pendampingan

Satgas PPKPT UB memiliki peran dalam memberikan pendampingan dan membantu penyintas memperoleh penanganan yang sesuai. Frilya menjelaskan bahwa tim Satgas melibatkan unsur keperawatan jiwa, psikologi klinis, dan psikiatri.

Pendampingan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan penyintas. Apabila terdapat indikasi gangguan jiwa berat, tim dapat melakukan pendampingan lebih lanjut dan mempertimbangkan rujukan ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan sesuai kondisi yang ditemukan.

Ketersediaan tenaga dengan latar belakang berbeda memungkinkan kebutuhan penyintas ditangani berdasarkan persoalan yang dihadapi. Meski begitu, bentuk bantuan maupun rujukan tetap perlu disesuaikan dengan hasil penilaian profesional, bukan semata-mata berdasarkan dugaan orang di sekitarnya.

Selain pendampingan, Satgas PPKPT UB juga melakukan sosialisasi di fakultas dan dalam kegiatan pembekalan mahasiswa. Sosialisasi tersebut mencakup pengenalan tanda-tanda kekerasan, alur pelaporan, serta fasilitas yang dapat diakses penyintas.

Menurut Frilya, peningkatan kesadaran menjadi salah satu target penting dari kegiatan tersebut. Warga kampus perlu mengetahui ke mana harus melapor dan bantuan apa yang tersedia ketika mengalami atau mengetahui adanya kekerasan.

Informasi mengenai alur pelaporan penting agar penyintas tidak kehilangan kesempatan untuk mengakses hak dan fasilitas yang tersedia hanya karena tidak mengetahui prosedurnya. Pemahaman tersebut juga membantu warga kampus mengambil langkah ketika menghadapi situasi yang membutuhkan penanganan.

Melalui seminar di FH UB, Frilya mendorong peningkatan kesadaran mengenai dampak psikologis kekerasan sekaligus pentingnya mencari bantuan yang tepat. Upaya pencegahan dan pendampingan perlu berjalan beriringan agar persoalan tidak hanya dikenali, tetapi juga direspons secara bertanggung jawab.

Pada akhirnya, mendukung penyintas berarti memberikan ruang aman untuk didengarkan, menghormati proses pemulihan, dan membantu menghubungkannya dengan layanan yang sesuai. Lingkungan kampus yang peduli tidak berhenti pada imbauan untuk melapor, tetapi juga memastikan bahwa penyintas tidak harus menghadapi dampak pengalaman traumatis seorang diri. (ern)

Post Views: 33
Tags: ernFakultas Hukum UBkanal24.co.idKekerasan SeksualKesehatan Mentalpendampingan psikologispenyintas kekerasansatgas ppkpt ubuniversitas brawijaya
Previous Post

FT UB dan Hyundai Perluas Kerja Sama Pengembangan Teknologi Otomotif

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Satgas PPKPT UB Tekankan Pendampingan Psikologis bagi Penyintas Kekerasan Seksual

Satgas PPKPT UB Tekankan Pendampingan Psikologis bagi Penyintas Kekerasan Seksual

October 24, 2026
FT UB dan Hyundai Perluas Kerja Sama Pengembangan Teknologi Otomotif

FT UB dan Hyundai Perluas Kerja Sama Pengembangan Teknologi Otomotif

October 23, 2026
UB Forest Perkuat Patroli Harian untuk Cegah Karhutla

UB Forest Perkuat Patroli Harian untuk Cegah Karhutla

October 23, 2026
Pakar Politik UB Soroti Akuntabilitas Karhutla

Pakar Politik UB Soroti Akuntabilitas Karhutla

October 23, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025