Kanal24, Malang – Mengembangkan kemampuan jurnalistik sejak bangku sekolah membutuhkan ruang belajar yang tidak hanya mengandalkan teori dan praktik di dalam kelas. Kesempatan mengenal langsung proses kerja media dapat memberikan pengalaman berbeda bagi pelajar, terutama dalam memahami produksi konten, penyiaran, hingga pemanfaatan teknologi untuk menyampaikan informasi kepada publik. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi siswa yang mulai menekuni bidang jurnalistik melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Upaya memperluas pengalaman belajar tersebut dilakukan rombongan SMPN 1 Tanjunganom melalui kunjungan edukatif ke UB Radio, salah satu unit media di bawah UBMedcom, Universitas Brawijaya, Jumat (30/10/2026). Bertempat di Hall Studio UBTV, kunjungan ini memberikan kesempatan kepada anggota ekstrakurikuler jurnalistik untuk mengenal lebih dekat dunia penyiaran dan produksi konten. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya sekolah mengembangkan kemampuan jurnalistik siswa melalui pembelajaran langsung di lingkungan media.
Baca Juga:
UB Perkuat Kesehatan Mental Dosen dan Tenaga Kependidikan
Perluas Pembelajaran Jurnalistik Melalui Kunjungan Media
Pembina Ekstrakurikuler Jurnalistik SMPN 1 Tanjunganom, Fajar Danang Dewantara, S.Pd., Gr., menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memberikan pengalaman dan pengetahuan tambahan bagi para siswa. Menurutnya, SMPN 1 Tanjunganom telah memiliki kegiatan ekstrakurikuler Potensa yang menjadi wadah bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan jurnalistik.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa telah terbiasa membuat konten, memproduksi podcast, hingga melakukan peliputan berbagai aktivitas di lingkungan sekolah. Aktivitas ini menjadi dasar bagi sekolah untuk memperkenalkan proses kerja media secara lebih luas, sehingga siswa dapat memahami praktik jurnalistik tidak hanya dari pengalaman yang diperoleh di sekolah.
Fajar menjelaskan bahwa kunjungan ke UB Radio menjadi kesempatan untuk memperkenalkan lebih dalam dunia podcast, radio, dan produksi konten. Dengan melihat langsung lingkungan kerja media, siswa diharapkan mendapatkan gambaran mengenai proses produksi yang dapat menjadi referensi dalam mengembangkan kegiatan jurnalistik mereka.
Pemilihan Universitas Brawijaya sebagai tujuan kunjungan juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan edukasi yang telah direncanakan sebelumnya. Fajar menyampaikan bahwa rombongan telah mengunjungi universitas lain sebelum akhirnya menjadikan UB sebagai tujuan pembelajaran berikutnya.
Ia melihat antusiasme peserta selama mengikuti kegiatan sebagai hal positif. Kesempatan belajar secara langsung di lingkungan media diharapkan dapat memperkaya pengalaman siswa sekaligus memberikan perspektif baru mengenai bidang jurnalistik yang selama ini mereka tekuni.
Kenali Produksi Podcast dan Keterampilan Content Creator
Pengalaman mengikuti pembelajaran di UB Radio memberikan kesan tersendiri bagi para peserta. Salah satu anggota Jurnalistik SMPN 1 Tanjunganom, Azkanio Ibrahim, mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut telah direncanakan sejak sekitar satu tahun sebelumnya sebagai bagian dari agenda pendidikan dan pelatihan jurnalistik.

Azkanio menilai penyampaian materi menjadi salah satu hal paling menarik selama kegiatan berlangsung. Ia mengapresiasi cara tim UB Radio memberikan penjelasan yang informatif sehingga peserta dapat memahami berbagai hal baru mengenai dunia penyiaran dan produksi media.
Salah satu pengetahuan yang diperoleh berkaitan dengan keterampilan menjadi seorang content creator. Para peserta mendapatkan wawasan mengenai kemampuan yang perlu dikembangkan serta pengenalan berbagai peralatan yang digunakan untuk menunjang proses produksi konten.
Menurut Azkanio, banyak hal baru yang sebelumnya belum diketahui dapat dipelajari melalui kunjungan tersebut. Pengetahuan mengenai keterampilan produksi dan perangkat pendukung menjadi tambahan pengalaman bagi dirinya bersama teman-teman yang selama ini telah terlibat dalam kegiatan jurnalistik sekolah.
Kunjungan ini juga memperluas pemahaman siswa bahwa produksi media tidak hanya membutuhkan kreativitas dalam menentukan ide dan membuat konten. Kemampuan teknis, penguasaan peralatan, serta keterampilan menyampaikan informasi juga menjadi bagian yang perlu dikembangkan.
Azkanio mengaku semakin tertarik mendalami dunia penyiaran setelah mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai pengalaman yang diperoleh dapat membantu meningkatkan kemampuan yang sebelumnya telah dimiliki sekaligus memberikan wawasan baru untuk menghasilkan konten yang lebih baik.
Dorong Penerapan Ilmu dalam Kegiatan Jurnalistik Sekolah
Bagi pihak sekolah, kunjungan edukatif tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai pengalaman selama berada di lingkungan UB Radio. Pengetahuan yang diperoleh para siswa diharapkan dapat diterapkan dalam kegiatan jurnalistik setelah kembali ke SMPN 1 Tanjunganom.
Fajar Danang Dewantara berharap materi yang diberikan selama kunjungan dapat menjadi bekal untuk mengembangkan aktivitas ekstrakurikuler Potensa. Salah satu penerapannya adalah meningkatkan kegiatan produksi podcast serta mempersiapkan siswa ketika sekolah menghadirkan tamu undangan dalam berbagai kegiatan.
Menurutnya, pengalaman mengenal proses kerja media secara langsung dapat memberikan referensi baru bagi siswa dalam mengembangkan produksi konten dan peliputan. Dengan demikian, pengetahuan yang diperoleh tidak hanya menjadi tambahan wawasan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas kegiatan jurnalistik di sekolah.
Ia juga berharap siswa dapat mengembangkan keterampilan yang telah diperoleh sesuai kebutuhan aktivitas jurnalistik mereka. Pengalaman tersebut diharapkan menjadi dorongan agar para anggota ekstrakurikuler semakin aktif dan kreatif dalam menghasilkan karya.
Harapan serupa disampaikan Azkanio Ibrahim. Ia berharap materi dan pengalaman yang diberikan selama kunjungan dapat menjadi motivasi bagi seluruh anggota jurnalistik SMPN 1 Tanjunganom. Menurutnya, pengetahuan tersebut perlu dimanfaatkan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun sebagai bekal untuk masa depan.
Kunjungan SMPN 1 Tanjunganom ke UB Radio menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang mempertemukan aktivitas jurnalistik sekolah dengan pengalaman mengenal lingkungan media secara langsung. Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh kesempatan memperluas pemahaman mengenai penyiaran dan produksi konten sekaligus mengembangkan keterampilan yang telah dipelajari. Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong kegiatan jurnalistik sekolah semakin produktif serta membentuk pelajar yang kreatif, komunikatif, dan bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi. (gal/ern)














