Kanal24, Malang – Sebanyak 52 lembaga mitra berkontribusi dalam mendukung program beasiswa bagi mahasiswa Universitas Brawijaya (UB). Kolaborasi yang melibatkan pemerintah, lembaga negara, dunia usaha, yayasan, hingga komunitas tersebut menjadi salah satu upaya memperluas akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa yang membutuhkan dukungan pembiayaan selama menempuh studi.
Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi tersebut, UB melalui Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa menggelar Apresiasi Penghargaan kepada Mitra Beasiswa Universitas Brawijaya Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Jamuan, lantai 6 Gedung Rektorat UB, Jumat (30/10/2026). Selain memberikan apresiasi, kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat keberlanjutan kerja sama dalam mendukung kesejahteraan mahasiswa.
Baca Juga:
Living Lab Summit UB Dorong Riset Berdampak bagi Masyarakat
52 Lembaga Berkontribusi Mendukung Pendidikan Mahasiswa
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., menjelaskan bahwa mitra pemberi beasiswa UB berasal dari berbagai unsur. Dukungan tersebut mencakup pemerintah pusat melalui program Kartu Indonesia Pintar (KIP), pemerintah daerah, lembaga negara seperti Bank Indonesia, dunia usaha, yayasan, komunitas filantropi, hingga ekosistem internal universitas melalui dana abadi.

Salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah diberikan kepada mahasiswa UB yang berasal dari wilayah tertentu. Mahasiswa dapat memperoleh beasiswa dari pemerintah daerah asalnya untuk melanjutkan pendidikan di UB. Selain itu, sejumlah yayasan dan lembaga sosial juga turut berkontribusi dalam menyediakan bantuan pendidikan.
Menurut Setiawan, keberadaan para mitra memiliki peran penting karena masih terdapat mahasiswa yang membutuhkan dukungan finansial selama menjalani pendidikan. Karena itu, apresiasi yang diberikan UB merupakan bentuk terima kasih sekaligus upaya menjaga hubungan baik dengan seluruh lembaga pemberi beasiswa.
Ia berharap para mitra semakin memahami arti penting dukungan pendidikan bagi mahasiswa sebagai generasi penerus. Setiawan menyampaikan pesan, “Student today, leader tomorrow,” sebagai gambaran bahwa mahasiswa saat ini merupakan calon pemimpin pada masa mendatang.
Melalui momentum tersebut, UB juga mendorong agar dukungan beasiswa dapat terus ditingkatkan. Universitas berharap kerja sama yang telah terjalin tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi berlanjut sebagai kemitraan jangka panjang.
Transparansi Penyaluran Jaga Kepercayaan Mitra
Keberlanjutan program beasiswa tidak hanya ditentukan oleh jumlah lembaga pemberi bantuan, tetapi juga oleh tata kelola penyaluran yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan. Setiawan menegaskan bahwa UB berupaya menjaga objektivitas dalam pengelolaan beasiswa agar bantuan diberikan sesuai mekanisme dan ketentuan masing-masing penyedia.
Ia menjelaskan bahwa setiap lembaga memiliki mekanisme seleksi yang berbeda. Pada program KIP, misalnya, keputusan akhir berada pada pemerintah melalui kementerian terkait. Sementara itu, terdapat lembaga yang melakukan seleksi secara mandiri melalui pendaftaran langsung dari mahasiswa. Sebagian mitra lainnya mempercayakan proses seleksi kepada pengelola beasiswa di UB.
Perbedaan mekanisme tersebut tetap menjadi perhatian universitas dalam menjaga kepercayaan mitra. Penyaluran dana beasiswa juga dilakukan melalui rekening bank sebagai bagian dari proses pemberian bantuan yang dapat dipertanggungjawabkan.
UB Perkuat Pendampingan dan Evaluasi Penerima Beasiswa
Kepala Subdirektorat Kesejahteraan dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Ilhamuddin, S.Psi., M.A., menyampaikan bahwa pengelolaan beasiswa di UB mengedepankan transparansi, mulai dari proses rekrutmen, penetapan penerima, hingga pembinaan mahasiswa.

Ia menekankan bahwa dukungan beasiswa tidak cukup hanya berupa bantuan finansial. Pendampingan berkelanjutan juga diperlukan agar mahasiswa memperoleh manfaat yang lebih luas selama menjalani pendidikan.
“Bukan hanya soal uangnya yang dikasih, beasiswa yang dikasih, tapi bagaimana juga pendampingan-pendampingan berkelanjutan yang dapat bermanfaat bagi para mahasiswa,” jelas Ilhamuddin.
Dalam pelaksanaannya, UB turut memfasilitasi mahasiswa melalui pemrosesan administrasi dan membantu mereka mengikuti tahapan seleksi beasiswa. Fasilitasi ini dilakukan agar mahasiswa tidak kehilangan kesempatan untuk mengakses bantuan pendidikan yang tersedia.
Pengelola beasiswa juga melakukan evaluasi setiap semester. Pemantauan mencakup pencapaian akademik, pengembangan diri mahasiswa, serta umpan balik dari mitra pemberi beasiswa. Dengan melibatkan penilaian dari pihak mitra, evaluasi diharapkan dapat memberikan gambaran lebih menyeluruh mengenai perkembangan penerima beasiswa.
UB Dorong Perluasan Akses Beasiswa Mahasiswa
Ke depan, UB menargetkan semakin banyak mitra yang bersedia berkontribusi dalam pengembangan pendidikan melalui program beasiswa. Ilhamuddin menyebut masih terdapat mahasiswa yang membutuhkan fasilitasi sehingga perluasan kerja sama menjadi salah satu hal yang terus diupayakan.
Selain menambah jumlah mitra, universitas juga berupaya mempermudah akses mahasiswa terhadap informasi dan proses pengajuan beasiswa. Kemudahan tersebut mencakup penyediaan informasi, pendampingan, serta dukungan administratif agar mahasiswa dapat mengikuti proses seleksi dengan lebih baik.
Di sisi lain, komunikasi dan koordinasi teknis dengan lembaga pemberi beasiswa terus dibangun untuk menjaga keberlanjutan kerja sama. Hubungan yang terjalin diharapkan tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga mendukung pengembangan mahasiswa selama masa studi.
Melalui apresiasi kepada 52 mitra beasiswa, UB menegaskan pentingnya kolaborasi dalam memperluas kesempatan pendidikan tinggi. Dukungan para mitra, yang disertai tata kelola transparan dan pendampingan berkelanjutan, diharapkan dapat membantu lebih banyak mahasiswa menyelesaikan pendidikan sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi penerus. (ern)













