Kanal24, Malang – 10 Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (FAPET UB) mendapatkan beasiswa dari hasil kerjasama FAPET UB dengan Charoen Pokphand Indonesia pada Senin (27/4/2026). Penyerahan berlangsung di Ruang Sidang Utama lantai 6 FAPET UB dan menjadi bagian dari upaya kolaborasi antara kampus dan industri dalam mendukung pendidikan mahasiswa.
Dekan FAPET UB, Prof. Dr. Ir. M. Halim Natsir, menyampaikan total dana beasiswa yang diberikan mencapai Rp50 juta. Dana tersebut dibagi kepada 10 mahasiswa, masing-masing menerima Rp5 juta. Ia menegaskan seleksi dilakukan berdasarkan kriteria yang jelas. “Syaratnya itu yang pertama adalah mahasiswa yang memang secara ekonomi orang tuanya tidak mampu, kedua berasal dari Jawa Timur, dan yang ketiga tentunya prestasi akademiknya juga bagus,” ujarnya.
Baca Juga :
Fapet UB Bedah Sustainable Farming, Siap Hadapi Tantangan Global

Ia menambahkan, proses seleksi dilakukan secara terbuka dengan melibatkan pihak universitas dan perusahaan. Distribusi penerima juga dibagi merata di setiap angkatan.
“Semester 2 itu ada 3 orang, semester 4 ada 2 orang, semester 6 ada 2 orang, dan semester 8 ada 3 orang, sehingga totalnya adalah 10 orang,” jelasnya.
Program ini dirancang berkelanjutan dengan sistem bergulir, di mana penerima yang lulus akan digantikan oleh mahasiswa angkatan berikutnya.

Sementara itu, Direktur PT Semesta Mitra Sejahtera Charoen Pokphand Indonesia, Muhammad Nurul Fauzi, menegaskan bahwa program ini tidak hanya berhenti pada bantuan finansial.
“Program ini akan terus berjalan tanpa batas waktu,” katanya.
Ia juga membuka peluang bagi penerima beasiswa untuk bergabung dengan perusahaan setelah lulus.
“Kami akan memprioritaskan, walaupun tetap ada syarat-syarat yang harus dipenuhi,” tambahnya, sembari menegaskan tidak ada kewajiban bagi mahasiswa untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Presiden BEM FAPET UB, Suharso Raharjo, menilai program ini menjadi jembatan strategis antara mahasiswa dan dunia industri.
“Harapannya ini juga jadi salah satu kolaborasi kita sebagai mahasiswa dan fakultas kepada pihak-pihak industri supaya kolaborasi ini bisa mempermudah kita untuk akses menuju pasca kampus,” ujarnya.
Ia berharap mahasiswa penerima beasiswa semakin termotivasi untuk meningkatkan prestasi.

Pada kesempatan yang sama, salah satu penerima beasiswa, Syefin Dzikrullah, mengaku bantuan tersebut sangat berarti bagi keberlanjutan studinya.
“Tentunya perasaannya pasti sangat senang karena nantinya pasti bisa membantu dalam banyak hal,” ungkapnya. Ia juga berharap program ini membuka peluang untuk magang dan mendapatkan pengalaman langsung di industri. “Besar harapan kami mendapatkan ilmu-ilmu serta teknologi-teknologi terbaru,” tuturnya.
Melalui program ini, FAPET UB bersama Charoen Pokphand menunjukkan komitmen dalam mencetak sumber daya manusia unggul di sektor peternakan dan pertanian, sekaligus memperkuat koneksi antara dunia pendidikan dan industri.(Ger)














