Kanal24, Malang – Pemanfaatan instrumen investasi untuk mendukung dunia pendidikan semakin berkembang. Universitas Brawijaya (UB) tengah menjajaki pembentukan reksa dana bertema sosial yang ditujukan untuk memperkuat program beasiswa dan pengembangan riset di lingkungan kampus.
Inisiatif ini mencuat dalam pertemuan antara Tim Pengelola Dana Abadi UB dan PT Trimegah Sekuritas yang digelar di Gedung Rektorat UB, Senin (13/4/2026). Kerja sama tersebut membuka peluang bagi masyarakat luas untuk ikut berkontribusi dalam pengembangan pendidikan melalui mekanisme investasi.
Head of Mutual Fund Strategy & Partnership Trimegah Sekuritas, Hasbie Sukaton, menjelaskan bahwa salah satu fokus utama dari penjajakan ini adalah menciptakan akses yang lebih luas bagi publik untuk terlibat dalam pendanaan pendidikan.
Baca juga:
Belajar Bahasa Asing Saat Dewasa Beri Dampak Positif

āSelain optimalisasi dana yang sudah ada, kami juga ingin membuka akses yang lebih luas pada kontribusi masyarakat terhadap dana abadi, baik dari alumni maupun masyarakat umum,ā ujar Hasbie.
Menurut dia, salah satu opsi yang sedang dikaji adalah pembentukan reksa dana dengan tema sosial yang secara khusus mendukung program tridarma perguruan tinggi.
Dorong Partisipasi Publik dan Alumni
Hasbie menjelaskan bahwa reksa dana sosial yang direncanakan tidak hanya menjadi instrumen investasi, tetapi juga sarana partisipasi publik dalam mendukung pendidikan tinggi.
Melalui skema ini, masyarakat, alumni, hingga investor pasar modal dapat berkontribusi secara langsung terhadap pengembangan kampus, tanpa harus terlibat dalam mekanisme donasi konvensional.
āRencananya kita sedang mengkaji adanya suatu reksadana dengan tema sosial untuk mendukung program-program tridarma perguruan tinggi,ā katanya.
Skema ini dinilai mampu menjembatani kebutuhan pendanaan pendidikan dengan minat masyarakat terhadap instrumen investasi yang lebih produktif.
Edukasi Keuangan Jadi Bagian Penting
Selain aspek pendanaan, kerja sama ini juga menitikberatkan pada peningkatan literasi keuangan di kalangan civitas akademika dan masyarakat umum.
Hasbie menegaskan bahwa edukasi terkait pasar modal, khususnya reksa dana, akan menjadi bagian penting dalam implementasi program ke depan.
āKe depan akan ada proses sosialisasi dan edukasi, baik kepada alumni, mahasiswa, maupun masyarakat umum terkait produk keuangan,ā ujarnya.
Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap instrumen investasi yang aman dan terukur, sekaligus mendorong partisipasi yang lebih luas.
Dampak untuk Beasiswa dan Riset
Direktur Tim Pengelola Dana Abadi UB, Achmad Wicaksono, menambahkan bahwa pengembangan dana abadi melalui skema investasi ini diharapkan memberikan dampak langsung bagi mahasiswa dan kegiatan akademik.
Dana yang terkumpul nantinya akan diarahkan untuk mendukung program beasiswa, khususnya bagi mahasiswa yang mengalami kendala finansial.
āUjungnya adalah bagaimana mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial bisa terbantu melalui program beasiswa,ā kata Hasbie.
Selain itu, dana tersebut juga akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan riset dan kegiatan tridarma perguruan tinggi lainnya.
Dengan demikian, manfaat dari pengelolaan dana abadi tidak hanya dirasakan oleh institusi, tetapi juga oleh masyarakat luas melalui peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian.
Ke depan, UB berharap inisiatif ini dapat menjadi model baru dalam pendanaan pendidikan tinggi di Indonesia, dengan melibatkan partisipasi publik secara lebih aktif dan berkelanjutan. (nid/rin)













