Kanal24, Malang – Upaya menembus panggung global kian ditegaskan Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) melalui International Seminar bertajuk “Across Legal System: Understanding Law Beyond Borders” yang digelar di Auditorium Lantai 6 Gedung A, Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya FH UB dalam mendorong internasionalisasi pendidikan hukum sekaligus membuka ruang kolaborasi lintas negara. Seminar menghadirkan akademisi dari Rusia dan Malaysia untuk memberikan perspektif perbandingan sistem hukum.
Baca juga : Cetak Mediator Profesional, FH UB Gelar Pelatihan Bersertifikat MA
Dekan FH UB, Dr. Aan Eko Widiarto, S.H., M.Hum., menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar forum akademik, tetapi juga langkah strategis memperluas wawasan mahasiswa.
“Komitmen Fakultas Hukum Brawijaya adalah untuk melakukan internasionalisasi dalam proses pendidikan, sehingga dengan adanya seminar ini diharapkan bisa mengasah pengetahuan mahasiswa, khususnya dari sistem hukum yang ada di dunia,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kehadiran pemateri dari Rusia dan Malaysia memberikan sudut pandang berbeda, terutama karena perbedaan sistem hukum yang dianut masing-masing negara.
“Walaupun tetangga dekat, Malaysia ini ternyata mempunyai sistem hukum yang berbeda karena dia ikut common law system,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Aan menekankan pentingnya forum internasional sebagai sarana membangun jejaring global. Menurutnya, relasi yang terjalin dapat membuka peluang kerja sama konkret ke depan.
“Kita mempunyai komunikasi dengan Rusia, mempunyai komunikasi dengan Malaysia sehingga suatu saat pun kita juga bisa melakukan kegiatan bersama di luar dari seminar ini,” katanya.
Salah satu rencana yang tengah dijajaki adalah kerja sama program pendidikan lanjutan.
“Tadi kita sudah bicara misalnya soal double degree, nanti mahasiswa magister kita bisa menuntut ilmu juga di Rusia,” tambahnya.
Dr. Aan juga menilai forum seperti ini penting untuk memperkuat eksistensi FH UB di tingkat internasional.
“Ini sangat penting di tingkat global. Dengan kita kenal maka kita bisa saling mengenal. Dengan saling mengenal itulah maka kita bisa berkontribusi,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, seminar ini akan diarahkan menjadi bagian dari penguatan kegiatan akademik dan kerja sama pendidikan.
“Konkretnya adalah ini sebagai wadah perkuliahan bagi mahasiswa, kemudian kita akan adakan kerja sama, khususnya dalam penyelenggaraan program magister,” pungkasnya. (qrn)














