Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Produktivitas Tebu Mandek, FP UB Gandeng Australia Kejar Teknologi dan Bibit Unggul

Dinia by Dinia
April 24, 2026
in Pendidikan, Riset Inovasi
0
Produktivitas Tebu Mandek, FP UB Gandeng Australia Kejar Teknologi dan Bibit Unggul

Guru Besar Departemen Budidaya Pertanian FP UB, Prof. Dr. Ir. Sudiarso, M.S. (Yordan/Kanal24)

5
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang — Produktivitas tebu nasional masih tertahan di kisaran 60–80 ton per hektare. Angka ini jauh dari capaian masa lalu yang pernah menembus lebih dari 100 ton. Di tengah stagnasi tersebut, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya (FP UB) mulai mengakselerasi kerja sama dengan pusat riset tebu Australia sebagai upaya mengejar ketertinggalan teknologi dan kualitas bibit.

Guru Besar Departemen Budidaya Pertanian FP UB, Prof. Dr. Ir. Sudiarso, M.S., menegaskan bahwa kolaborasi ini diarahkan untuk memperbarui basis pengetahuan dan praktik budidaya tebu di Indonesia.

“Fokus awalnya adalah mendapatkan pengetahuan terkini, terutama terkait precision agriculture dan penggunaan bibit berkualitas untuk meningkatkan produktivitas,” tuturnya kepada Kanal24 (23/4/2026).

Pendekatan pertanian presisi dinilai menjadi salah satu kunci. Sistem ini memungkinkan pengelolaan lahan berbasis data, sehingga kebutuhan air, pupuk, dan perlakuan tanaman dapat disesuaikan secara lebih akurat.

Ketertinggalan Produktivitas

Data di lapangan menunjukkan sektor tebu nasional masih menghadapi persoalan mendasar. Produktivitas rata-rata berada di kisaran 60–80 ton per hektare, sementara rendemen gula nasional hanya sekitar 7–7,8 persen.

Angka tersebut tertinggal dari capaian masa lalu yang pernah mencapai produktivitas lebih dari 130 ton per hektare dengan rendemen dua digit.

Kondisi ini menandakan persoalan bukan sekadar pada luas lahan, tetapi pada kualitas budidaya, teknologi, dan varietas yang digunakan.

Kolaborasi Riset untuk Adaptasi Lokal

Kerja sama dengan Australia masih berada pada tahap awal, berupa pertukaran pengetahuan dan penjajakan riset bersama. Namun arah kolaborasi sudah diarahkan pada penguatan kapasitas nasional melalui penelitian berbasis kondisi tropis.

UB membuka peluang riset multilokasi, terutama pada lahan yang memiliki karakter serupa dengan wilayah tropis di Australia. Model ini memungkinkan pengujian teknologi dan varietas secara langsung di kondisi Indonesia.

“Kita ingin memperkuat produksi dalam negeri. Kolaborasi ini diarahkan pada riset bersama yang relevan dengan kebutuhan lokal,” tegas Prof. Sudiarso.

Kampus Turun ke Lapangan

Peran perguruan tinggi juga mulai bergeser. UB tidak berhenti pada pengembangan teori, tetapi terlibat langsung dalam pendampingan petani.

Salah satu bentuknya adalah keterlibatan mahasiswa dalam program bongkar ratoon, yaitu peremajaan tanaman tebu yang sudah tidak produktif.

“Tahun lalu kami mengirim sekitar 12 mahasiswa untuk mendampingi proses tersebut di lapangan,” ungkapnya.

Pendekatan ini mempercepat transfer pengetahuan sekaligus memastikan riset yang dilakukan memiliki dampak nyata.

Ancaman Baru: Penyakit Tanaman

Di tengah upaya peningkatan produktivitas, sektor tebu juga dihadapkan pada tantangan baru berupa serangan penyakit pada varietas tertentu, seperti luka api.

Jika tidak segera ditangani, kondisi ini berpotensi menurunkan minat petani untuk tetap menanam tebu.

“Perlu penelitian agar penyakit ini bisa diantisipasi dan tidak menyebar,” kata Prof. Sudiarso.

Masalah ini memperkuat urgensi riset yang responsif terhadap kondisi lapangan.

Menuju Swasembada Gula

Upaya menuju swasembada gula masih menjadi pekerjaan besar. Pemerintah telah mendorong program peremajaan tanaman melalui bongkar ratoon, namun keberhasilannya sangat bergantung pada pendampingan dan konsistensi di lapangan.

Selain itu, peningkatan produktivitas juga bergantung pada kemampuan menjaga kesuburan tanah.

“Kesuburan tanah harus dijaga, baik fisik, kimia, maupun biologinya, agar produksi bisa optimal dan berkelanjutan,” tegasnya.

Kerja sama UB dengan pusat riset tebu Australia membuka peluang percepatan inovasi di sektor gula. Namun efektivitasnya bergantung pada implementasi di lapangan.

Di tengah produktivitas yang stagnan dan munculnya tantangan baru, kolaborasi lintas negara dapat menjadi momentum strategis. Tanpa penerapan yang konsisten, kerja sama berisiko berhenti pada pertukaran pengetahuan semata. (din)

Post Views: 45
Tags: AgroindustriFakultas Pertanianinovasi pertanianKetahanan Pangankolaborasi internasionalpertanian indonesiaPetani Indonesiaprecision agricultureriset pertanianSwasembada GulaTebuteknologi pertanianUBuniversitas brawijaya
Previous Post

Digembleng Tangani Situasi Kritis, 117 Mahasiswa FIKES UB Siap Hadapi Kondisi Darurat

Dinia

Dinia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Produktivitas Tebu Mandek, FP UB Gandeng Australia Kejar Teknologi dan Bibit Unggul

Produktivitas Tebu Mandek, FP UB Gandeng Australia Kejar Teknologi dan Bibit Unggul

April 24, 2026
Digembleng Tangani Situasi Kritis, 117 Mahasiswa FIKES UB Siap Hadapi Kondisi Darurat

Digembleng Tangani Situasi Kritis, 117 Mahasiswa FIKES UB Siap Hadapi Kondisi Darurat

April 24, 2026
Omzet Naik Belum Tentu Untung, Generasi Djempolan Bongkar Faktanya

Kesalahan Sepele Ini Bikin UMKM Bangkrut Diam-Diam

April 24, 2026
Disorot Dunia! Indonesia Peringkat Dua Tahan Guncangan Energi

Disorot Dunia! Indonesia Peringkat Dua Tahan Guncangan Energi

April 24, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025