Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Bukan Malas! Quiet Quitting Jadi Cara Baru Karyawan Lawan Burnout

Einid Shandy by Einid Shandy
May 1, 2026
in Gaya Hidup
0
Bukan Malas! Quiet Quitting Jadi Cara Baru Karyawan Lawan Burnout

Quiet Quitting

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Di tengah budaya kerja yang serba cepat dan kompetitif, muncul sebuah fenomena yang ramai diperbincangkan, yaitu quiet quitting. Istilah ini merujuk pada sikap pekerja yang memilih bekerja sesuai dengan tanggung jawabnya saja, tanpa melakukan usaha ekstra di luar yang diminta. Bukan berarti menyerah, melainkan bentuk kesadaran untuk menjaga batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Baca Juga:
Journaling, Cara Sederhana Meredakan Isi Kepala

Batasan Baru dalam Dunia Kerja

Quiet quitting sering disalahartikan sebagai bentuk kemalasan atau kurangnya dedikasi terhadap pekerjaan. Padahal, fenomena ini lebih tepat dilihat sebagai cara individu menetapkan batas yang sehat. Banyak pekerja mulai menyadari bahwa bekerja secara berlebihan tanpa jeda justru dapat berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental.

Dalam praktiknya, pekerja yang menerapkan quiet quitting tetap menyelesaikan tugas dengan baik. Mereka hanya tidak lagi mengambil beban tambahan di luar tanggung jawab utama, seperti lembur tanpa kompensasi atau tugas tambahan yang tidak relevan. Batasan ini menjadi penting di tengah tekanan kerja yang sering kali tidak seimbang dengan apresiasi yang diterima.

Respons terhadap Hustle Culture

Fenomena quiet quitting tidak muncul tanpa sebab. Salah satu pemicunya adalah budaya hustle culture yang mengagungkan kerja keras tanpa henti. Narasi “kerja terus sampai sukses” perlahan mulai dipertanyakan, terutama oleh generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya keseimbangan hidup.

Bagi sebagian orang, hustle culture memang bisa menjadi motivasi. Namun, ketika dijalankan tanpa kontrol, hal ini berpotensi menyebabkan burnout. Quiet quitting kemudian hadir sebagai bentuk perlawanan terhadap ekspektasi yang terlalu tinggi, sekaligus upaya untuk mengembalikan kendali atas waktu dan energi.

Antara Profesionalisme dan Kesehatan Mental

Pertanyaan yang sering muncul adalah apakah quiet quitting mengurangi profesionalisme seseorang. Jawabannya tidak selalu. Selama pekerjaan utama tetap diselesaikan dengan baik, sikap ini justru bisa membantu pekerja menjadi lebih fokus dan efisien.

Kesehatan mental menjadi salah satu faktor utama yang mendorong perubahan ini. Tekanan kerja yang terus menerus dapat menyebabkan stres berkepanjangan, bahkan memengaruhi kehidupan pribadi. Dengan menetapkan batas, pekerja memiliki ruang untuk beristirahat, menjalani hobi, dan menjaga hubungan sosial.

Namun, penting untuk diingat bahwa quiet quitting bukan berarti mengabaikan tanggung jawab. Keseimbangan tetap menjadi kunci agar profesionalisme tidak terganggu.

Perspektif Perusahaan dan Tantangannya

Dari sisi perusahaan, quiet quitting bisa menjadi sinyal adanya masalah dalam lingkungan kerja. Kurangnya apresiasi, komunikasi yang buruk, atau beban kerja yang tidak realistis dapat menjadi pemicu utama.

Alih-alih melihatnya sebagai ancaman, fenomena ini dapat menjadi bahan evaluasi. Perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, transparan, dan menghargai kontribusi karyawan. Dengan begitu, keterlibatan karyawan dapat tetap terjaga tanpa harus mengorbankan kesejahteraan mereka.

Menemukan Titik Seimbang

Pada akhirnya, quiet quitting bukan sekadar tren, melainkan refleksi perubahan cara pandang terhadap pekerjaan. Generasi saat ini mulai menyadari bahwa hidup bukan hanya tentang bekerja, tetapi juga tentang menikmati proses dan menjaga keseimbangan.

Menetapkan batas bukan berarti kehilangan ambisi. Justru, dengan kondisi fisik dan mental yang lebih stabil, seseorang dapat bekerja dengan lebih optimal. Kunci utamanya terletak pada kemampuan untuk memahami kebutuhan diri sekaligus tetap bertanggung jawab terhadap pekerjaan.

Fenomena ini mengingatkan bahwa kesuksesan tidak selalu diukur dari seberapa banyak waktu yang dihabiskan untuk bekerja, tetapi juga dari kualitas hidup yang dijalani. (qrn)

Post Views: 31
Tags: budaya kerjaBurnoutDunia KerjaGenerasi Mudakanal24.co.idKesehatan Mentalqorinquiet quittinguniversitas brawijayawork life balance
Previous Post

Tidak Asal Kelola, Yayasan Permata Belajar Sistem Dana Abadi UB

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Bukan Malas! Quiet Quitting Jadi Cara Baru Karyawan Lawan Burnout

Bukan Malas! Quiet Quitting Jadi Cara Baru Karyawan Lawan Burnout

May 1, 2026
Tidak Asal Kelola, Yayasan Permata Belajar Sistem Dana Abadi UB

Tidak Asal Kelola, Yayasan Permata Belajar Sistem Dana Abadi UB

May 1, 2026
Launching SEMAR UB: Sistem Canggih Pantau Risiko, Rektor Tekankan Semua Unit Wajib Siaga!

Launching SEMAR UB: Sistem Canggih Pantau Risiko, Rektor Tekankan Semua Unit Wajib Siaga!

May 1, 2026
Tabrakan KA Argo Bromo–KRL Bekasi, Pakar UB Soroti Celah Sistem Keselamatan

Tabrakan KA Argo Bromo–KRL Bekasi, Pakar UB Soroti Celah Sistem Keselamatan

April 30, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025