Kanal24, Malang – Semangat digitalisasi berpadu dengan pelestarian budaya dalam gelaran QRISMA FEST 2026 yang menjadi bagian dari perayaan HUT ke-112 Kota Malang. Festival yang diinisiasi Bank Indonesia Malang bersama Pemerintah Kota Malang ini tidak hanya menghadirkan transaksi digital berbasis QRIS, tetapi juga sukses mencatatkan prestasi membanggakan dengan memecahkan rekor MURI.
Mengusung tema “Dari Tradisi ke Transaksi”, QRISMA FEST 2026 menjadi simbol transformasi Kota Malang menuju kota modern berbasis ekonomi digital tanpa meninggalkan identitas budaya lokal. Ribuan masyarakat, pelaku UMKM, komunitas kreatif, hingga wisatawan memadati rangkaian acara yang digelar di kawasan heritage Kayutangan hingga Gedung Kesenian Gajayana.
Baca juga:
Cadangan Beras RI Capai 5,3 Juta Ton, Ketahanan Pangan Kian Kuat
Gelaran ini sekaligus memperkuat posisi Kota Malang sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan transaksi digital yang cukup pesat. Pemerintah dan stakeholder berharap festival ini menjadi penggerak ekonomi inklusif yang mampu mempertemukan tradisi, wisata, UMKM, dan teknologi pembayaran digital dalam satu ekosistem yang saling menguatkan.
Pecahkan Rekor MURI dalam Momentum HUT Kota Malang
Salah satu momen paling menarik dalam QRISMA FEST 2026 adalah keberhasilan festival ini memecahkan rekor MURI. Pencapaian tersebut menjadi bukti tingginya partisipasi masyarakat sekaligus antusiasme terhadap transformasi transaksi non tunai di Kota Malang.
Nuansa budaya lokal juga terasa kuat sepanjang acara. Berbagai pertunjukan seni tradisional, kenduri lawasan, hingga aktivasi UMKM lokal dihadirkan untuk memperkuat identitas heritage Kota Malang di tengah arus digitalisasi yang semakin masif.
Momentum HUT ke-112 Kota Malang pun terasa semakin meriah dengan hadirnya festival yang tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Digitalisasi dan UMKM Jadi Fokus Utama
QRISMA FEST 2026 tidak hanya menjadi festival hiburan, tetapi juga ruang edukasi digital bagi masyarakat dan pelaku usaha. Penggunaan QRIS terus didorong agar semakin memudahkan transaksi masyarakat, terutama di sektor UMKM dan pariwisata.
Pertumbuhan transaksi digital di Kota Malang dinilai mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem pembayaran non tunai semakin diterima masyarakat dan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari.
Festival ini juga menjadi wadah promosi bagi pelaku UMKM lokal agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi pembayaran digital. Dengan integrasi transaksi QRIS, pelaku usaha diharapkan mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing usaha di era ekonomi digital.
Kayutangan Heritage Jadi Simbol Kolaborasi Tradisi dan Teknologi
Pemilihan kawasan Kayutangan Heritage sebagai pusat kegiatan menjadi simbol penting bahwa transformasi digital tidak harus menghilangkan nilai sejarah dan budaya daerah. Justru, konsep heritage dipadukan dengan digitalisasi menjadi daya tarik baru bagi wisatawan dan masyarakat.
Melalui QRISMA FEST 2026, Kota Malang mencoba menghadirkan wajah kota modern yang tetap menjaga akar budaya lokal. Kolaborasi antara pemerintah, Bank Indonesia, OJK, perbankan, komunitas, dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.














