Kanal24, Malang – Di tengah persaingan dunia kerja dan akademik yang semakin ketat, kemampuan mahasiswa tidak lagi cukup hanya diukur dari nilai akademik semata. Kemampuan komunikasi, kepemimpinan, hingga keberanian membangun jejaring kini menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan. Perspektif itulah yang mengemuka dalam Sosialisasi Djarum Beasiswa Plus 2026 di Gedung Auditorium Universitas Brawijaya, Jumat (8/5/2026).
Menghadirkan dua pemateri, Jelita Anggraeini Hutabarat dan Clarient Catherine Frederica, kegiatan tersebut membahas berbagai strategi menghadapi seleksi Djarum Beasiswa Plus sekaligus menyoroti pentingnya pengembangan soft skill sebagai nilai utama yang membedakan program tersebut dibanding beasiswa lainnya.

Jelita menjelaskan bahwa Djarum Beasiswa Plus tidak hanya berfokus pada bantuan dana pendidikan, tetapi juga membangun kualitas kepemimpinan mahasiswa melalui pelatihan wajib yang terstruktur. Menurutnya, seluruh penerima beasiswa diwajibkan mengikuti berbagai program pengembangan diri mulai dari character building, leadership development, hingga nation building.
Baca juga:
Industri Tegaskan Desain Digital Harus Punya Profit
“Kalau untuk Beswan Djarum ini kayak di-highlight banget. Semua orang yang ikut menjadi Beswan Djarum wajib mengikuti pelatihan soft skill,” jelasnya.
Selain pelatihan, mahasiswa penerima beasiswa juga mendapatkan kesempatan mengikuti berbagai kompetisi eksklusif yang hanya diperuntukkan bagi Beswan Djarum. Program tersebut di antaranya community empowerment, SI contest, hingga international exposure yang memberikan pengalaman pengembangan diri di tingkat internasional.
Clarient Catherine Frederica mengatakan program-program tersebut dirancang untuk membentuk mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja maupun kehidupan sosial di masa depan. Menurutnya, kemampuan akademik saja tidak cukup apabila mahasiswa tidak memiliki kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim.
“Tujuannya itu supaya mempersiapkan Beswan Djarum untuk masa depan yang lebih tertata karena ada program yang ditujukan untuk pelatihan soft skill,” ujarnya.
Dalam sesi pemaparan, keduanya juga menjelaskan bahwa Djarum Beasiswa Plus merupakan merit based scholarship atau beasiswa berbasis prestasi. Artinya, kesempatan terbuka bagi siapa saja tanpa melihat latar belakang ekonomi maupun asal perguruan tinggi mahasiswa.
“Djarum ini memberikan beasiswa itu bukan berdasarkan status sosial atau status ekonomi. Djarum membuka kesempatan untuk teman-teman bisa meraih beasiswa dan mendapatkan pelatihan secara gratis,” kata Jelita.
Tak hanya membahas program, para pemateri juga memberikan motivasi kepada mahasiswa Universitas Brawijaya agar lebih berani mencoba berbagai peluang beasiswa. Jelita menilai banyak mahasiswa gagal bukan karena tidak mampu, melainkan takut mencoba sejak awal proses seleksi.
“Kalau kita tidak berani melangkah, kita tidak berani mencoba, kapan kita bisa mendapatkan kesempatan itu,” katanya.
Hal serupa disampaikan Clarient yang mengingatkan mahasiswa agar tidak takut menghadapi proses seleksi yang panjang. Ia menegaskan kesempatan selalu terbuka bagi mahasiswa yang mau berusaha dan terus mengembangkan diri.
“Lebih baik gagal mencoba daripada tidak mencoba sama sekali,” tegas Clarient.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, para pemateri berharap semakin banyak mahasiswa UB yang aktif mencari informasi beasiswa, meningkatkan pengalaman organisasi, serta membangun kemampuan soft skill sebagai bekal menghadapi persaingan global di masa depan. (cay)














