Kanal24, Malang – Produk digital di era saat ini dituntut tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi. Hal tersebut menjadi fokus dalam Guest Lecture: From Pixels to Profit yang digelar Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya, Selasa (05/05/2026), dengan menghadirkan praktisi industri digital.
Baca juga:
Guest Lecture Filkom UB Bongkar Cara Cuan dari Desain
Founder & Director PT Indiekraf Indonesia Digital Kreatif, M. Ziaelfikar Albaba, menegaskan bahwa desain harus memiliki dampak nyata bagi pengguna sekaligus berpotensi menghasilkan keuntungan.
“Desain itu enggak cuma ngomongin estetika, tapi bagaimana desain yang kita bikin punya value, punya dampak, bahkan bisa jadi profit,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam membangun produk digital, pendekatan yang digunakan harus berorientasi pada kebutuhan pengguna atau user-centric. Produk tidak lagi dibuat berdasarkan preferensi pembuat, tetapi berdasarkan riset terhadap target pasar.
“Kita harus menentukan dulu siapa user kita dan apa kebutuhannya, baru kemudian kita deliver,” jelasnya.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami proses kerja di industri secara menyeluruh, mulai dari menghadapi klien, menerjemahkan kebutuhan pasar, hingga menghasilkan produk yang efektif. Hal ini penting agar produk yang dihasilkan tidak hanya menarik, tetapi juga relevan dan kompetitif.
“Sudut pandangnya harus customer-centric, melihat dari kebutuhan user, kemudian kita evaluasi dan validasi,” tegasnya.
Selain itu, Ziaelfikar menekankan pentingnya pengalaman langsung dalam proses belajar. Ia mendorong mahasiswa untuk berani mencoba, gagal, dan terus memperbaiki diri melalui proses iterasi.
“Kalau enggak nyobain, enggak akan tahu gimana rasanya, bagaimana gagal dan bagaimana memperbaikinya,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya pola pikir terbuka dalam menghadapi dinamika industri digital yang terus berubah. Mahasiswa didorong untuk aktif mengikuti berbagai forum, pelatihan, dan kolaborasi lintas bidang guna memperkaya wawasan. (cay)














