Kanal24, Malang – Riset yang hanya berakhir di jurnal dinilai belum cukup untuk menjawab kebutuhan pembangunan nasional. Perguruan tinggi didorong untuk terlibat langsung dalam menyelesaikan berbagai persoalan industri melalui inovasi dan teknologi yang dapat diterapkan secara nyata.
Hal itu mengemuka dalam kegiatan Innovation Gathering Bridging Research and Industry: Fin Komodo Building Indonesia’s National Utility All Terrain Vehicle (UTV) yang diselenggarakan DIKST di Auditorium Ir. Suryono Lantai 2 Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Senin (08/06/2026). Forum tersebut mempertemukan akademisi dan pelaku industri untuk membahas penguatan kolaborasi riset serta pengembangan teknologi nasional.
Baca Juga:
EECCIS 2026 FT UB Dorong Kolaborasi Global Teknologi AI Berkelanjutan
Masalah Industri Harus Menjadi Bahan Riset Kampus
Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB), Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., menegaskan bahwa kerja sama antara kampus dan industri harus terus diperkuat agar penelitian yang dilakukan tidak terlepas dari kebutuhan nyata di lapangan.

“Kerja sama antara perguruan tinggi dan industri perlu terus diperkuat. Bahkan, persoalan-persoalan yang dihadapi industri harus diangkat dan diselesaikan melalui perguruan tinggi,” ujar Hadi.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia dan riset. Karena itu, berbagai penelitian yang dilakukan harus mampu memberikan solusi terhadap tantangan yang dihadapi industri maupun masyarakat.
“Perguruan tinggi merupakan pusat pengembangan sumber daya manusia yang memiliki fokus pada riset. Karena itu, penelitian yang dilakukan harus benar-benar menjawab kebutuhan industri,” katanya.
Hadi menjelaskan, dunia industri memiliki pemahaman yang lebih dekat terhadap kebutuhan pasar serta berbagai persoalan yang muncul di lapangan. Kondisi tersebut membuat kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi penting untuk melahirkan inovasi yang lebih aplikatif.
“Industri lebih memahami bagaimana kondisi pasar, kebutuhan masyarakat, serta berbagai persoalan yang muncul di lapangan. Oleh sebab itu, berbagai permasalahan yang dihadapi industri maupun perusahaan dapat menjadi bahan riset yang kemudian dicarikan solusinya oleh perguruan tinggi,” jelasnya.
Kolaborasi Kampus dan Industri Perkaya Pengalaman Mahasiswa
Ia menilai kolaborasi semacam ini juga akan memberikan manfaat besar bagi dosen dan mahasiswa. Sebab, proses riset tidak hanya berlangsung di laboratorium, tetapi juga bersentuhan langsung dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.
“Kolaborasi semacam ini juga sangat bermanfaat bagi dosen dan mahasiswa. Sebab, seluruh aktivitas riset pada akhirnya akan melibatkan keduanya, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan nyata,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hadi menyoroti berbagai inovasi yang telah dikembangkan FT UB dan memiliki potensi untuk masuk ke sektor industri. Mulai dari pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV), mobil hemat energi, robotika, hingga teknologi energi terbarukan. Pengembangan tersebut melibatkan kolaborasi lintas disiplin dan telah menghasilkan berbagai prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, sejumlah inovasi dosen juga telah berhasil dikembangkan, seperti bioetanol untuk sektor transportasi, pembangkit listrik tenaga mikrohidro portable, hingga teknologi konverter energi yang lebih efisien untuk mendukung sistem transportasi modern. Berbagai capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi riset FT UB untuk dikembangkan menuju tahap hilirisasi dan komersialisasi.
Riset Harus Memberikan Dampak Nyata bagi Masyarakat
Pada akhirnya, Hadi menegaskan bahwa ukuran keberhasilan riset tidak hanya dilihat dari jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan, tetapi juga sejauh mana hasil penelitian mampu dimanfaatkan oleh masyarakat dan industri.
“Penelitian yang dilakukan tidak berhenti hanya pada publikasi ilmiah atau artikel jurnal bereputasi. Lebih dari itu, hasil riset harus dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan dikembangkan oleh industri sehingga penerapannya dapat dilakukan secara luas,” tegasnya.
Ia berharap sinergi yang semakin kuat antara perguruan tinggi dan industri dapat menghasilkan lulusan yang unggul, inovasi yang berdampak nyata, serta mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa secara berkelanjutan.
“Pada akhirnya, tujuan terbesar dari seluruh aktivitas penelitian dan inovasi tersebut adalah memberikan dampak nyata bagi masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi” pungkas Hadi. (wan)













