Kanal24, Malang – Ketergantungan terhadap produk teknologi impor dinilai menjadi tantangan yang harus mulai dikurangi. Perguruan tinggi dan industri didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam menciptakan produk teknologi dalam negeri yang mampu bersaing dan menjawab kebutuhan masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan CEO dan Founder PT FIN Komodo Teknologi, Ir. Ibnu Susilo, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Innovation Gathering Bridging Research and Industry: Fin Komodo Building Indonesia’s National Utility All Terrain Vehicle (UTV) di Auditorium Ir. Suryono Lantai 2 Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Senin (08/06/2026).
Baca Juga:
EECCIS 2026 FT UB Dorong Kolaborasi Global Teknologi AI Berkelanjutan
Bangun Produk Teknologi Karya Bangsa
Dalam paparannya, Ibnu menjelaskan bahwa PT FIN Komodo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang research and development kendaraan non-infrastruktur multiguna tipe Utility Terrain Vehicle (UTV). Perusahaan yang didirikannya pada tahun 2005 itu kini memasuki usia 21 tahun dan menjadi satu-satunya produsen kendaraan pada segmen tersebut di Indonesia bahkan kawasan ASEAN.
Menurutnya, pengalaman membangun FIN Komodo selama lebih dari dua dekade menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kemampuan untuk mengembangkan teknologi dan produk sendiri apabila didukung ekosistem yang tepat.
“Hari ini saya diundang oleh DIKST Universitas Brawijaya untuk memberikan wawasan kepada para dosen Fakultas Teknik Universitas Brawijaya mengenai pentingnya membangun produk teknologi karya bangsa sendiri,” ujar Ibnu.

Ia menegaskan bahwa pengembangan produk teknologi nasional harus dimulai dari proses riset yang kuat. Setelah itu, hasil penelitian perlu dilanjutkan ke tahap pengembangan, pembuatan prototipe, pengujian, hingga siap diproduksi secara massal.
“Kita harus mampu menciptakan produk Indonesia, dimulai dari penelitian dan pengembangan, dilanjutkan dengan prototyping, pengujian, hingga menghasilkan produk yang siap diproduksi secara massal,” katanya.
Dorong Indonesia Jadi Produsen Teknologi
Lebih jauh, Ibnu menilai penguatan industri nasional tidak cukup hanya menghasilkan produk. Indonesia juga perlu membangun rantai pasok dan ekosistem industri yang mampu mendukung keberlanjutan inovasi dalam negeri.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk membentuk budaya teknologi Indonesia yang berorientasi pada penciptaan dan penguasaan teknologi, bukan sekadar penggunaan produk dari luar negeri.
“Yang dimaksud budaya teknologi Indonesia adalah budaya menjadi produsen teknologi, bukan hanya menjadi konsumen produk impor,” tegasnya.
Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut. Kampus dinilai menjadi tempat lahirnya sumber daya manusia unggul yang dapat mengembangkan teknologi sesuai kebutuhan bangsa.
“Teknologi harus kita kuasai, kita kembangkan sendiri, dan kita bangun untuk kepentingan bangsa,” ujarnya.
Ibnu optimistis Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara yang lebih maju dan mandiri apabila proses pengembangan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Tawarkan Kolaborasi dan Peluang Magang untuk Mahasiswa FT UB
Selain berbagi pengalaman membangun industri otomotif nasional, PT FIN Komodo juga menawarkan sejumlah peluang kerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Salah satunya adalah pengembangan laboratorium uji tabrak dan uji guling kendaraan yang dapat mendukung kegiatan riset dan pengembangan teknologi otomotif.
Saat ini, kata Ibnu, pengujian tabrak dan uji guling yang dilakukan perusahaan masih banyak memanfaatkan simulasi matematis tiga dimensi. Karena itu, keberadaan fasilitas pengujian fisik dinilai penting untuk menghasilkan pengembangan produk yang lebih komprehensif.
Tak hanya itu, FIN Komodo juga membuka peluang magang bagi mahasiswa FT UB agar dapat terlibat langsung dalam proses riset, pengembangan, hingga produksi kendaraan nasional. Program tersebut diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dan industri.
“Harapannya, kolaborasi antara dunia akademik dan industri ini tidak hanya menghasilkan inovasi yang unggul secara teknologi, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pasar dan mendukung penguatan industri nasional di masa depan,” pungkasnya. (wan)













