Kanal24, Malang – Di tengah gejolak harga energi global dan penyesuaian harga sejumlah bahan bakar nonsubsidi, pemerintah memastikan harga Pertalite dan LPG subsidi 3 kilogram tetap dipertahankan. Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan kelompok berpenghasilan rendah tetap memperoleh akses energi dengan harga terjangkau.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah belum memiliki rencana menaikkan harga BBM subsidi maupun LPG 3 kilogram hingga akhir tahun 2026.
Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global dan tekanan harga energi internasional. Stabilitas harga energi bersubsidi dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga konsumsi rumah tangga serta mendukung aktivitas ekonomi nasional.
Baca juga:
PLN Kembangkan Limbah Sawit Jadi Sumber Energi Listrik Hijau
Pemerintah juga memastikan ketersediaan stok energi nasional masih berada pada tingkat yang aman. Kondisi pasokan yang terjaga menjadi salah satu alasan mengapa harga Pertalite dan LPG subsidi belum perlu disesuaikan meskipun terdapat tekanan dari faktor eksternal seperti fluktuasi harga minyak dunia maupun nilai tukar rupiah.
Bahlil menjelaskan bahwa kebijakan mempertahankan harga subsidi energi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melindungi masyarakat dari dampak kenaikan biaya hidup. Pemerintah menilai kenaikan harga energi bersubsidi berpotensi memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga kebutuhan pokok masyarakat.
Keputusan tersebut sekaligus menjawab kekhawatiran publik setelah harga BBM nonsubsidi mengalami penyesuaian. Meski harga Pertamax dan sejumlah produk energi nonsubsidi mengikuti perkembangan pasar dan harga minyak dunia, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi Pertalite maupun LPG 3 kilogram yang masih mendapatkan dukungan subsidi negara.
Pemerintah menilai keberlanjutan subsidi energi masih diperlukan untuk melindungi masyarakat rentan dari dampak gejolak ekonomi global. Karena itu, Pertalite dan LPG 3 kilogram tetap menjadi bagian dari strategi menjaga stabilitas ekonomi domestik sekaligus membantu mengendalikan laju inflasi.
Selain memastikan harga tetap stabil, pemerintah juga terus mendorong agar penyaluran subsidi lebih tepat sasaran. Langkah tersebut dilakukan agar manfaat subsidi benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak serta menjaga keberlanjutan anggaran negara di sektor energi.
Dengan kebijakan tersebut, masyarakat pengguna Pertalite dan LPG 3 kilogram tidak perlu khawatir terhadap potensi kenaikan harga dalam waktu dekat. Pemerintah menegaskan bahwa perlindungan terhadap daya beli masyarakat tetap menjadi prioritas utama di tengah dinamika ekonomi dan energi global yang masih berlangsung.














