Kanal24, Malang – Upaya mempercepat transisi energi nasional terus dilakukan PT PLN melalui pengembangan energi baru terbarukan berbasis sumber daya domestik. Salah satu langkah terbaru dilakukan dengan memanfaatkan limbah kelapa sawit menjadi sumber energi listrik rendah karbon melalui teknologi bio-compressed natural gas (bio-CNG).
Program tersebut dikembangkan oleh PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) sebagai bagian dari diversifikasi energi hijau sekaligus strategi mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengatakan pengembangan bio-CNG menjadi langkah konkret perusahaan dalam mengoptimalkan limbah biomassa nasional agar memiliki nilai ekonomi sekaligus mendukung dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.
Baca juga:
Rupiah Menembus Rp18.156, Mengapa Banyak Orang Merasa Ekonomi Semakin Berat?
Menurutnya, limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) memiliki potensi besar untuk diolah menjadi biometana yang kemudian dimurnikan menjadi bio-CNG sebagai bahan bakar pembangkit listrik.
“PLN EPI terus mendorong pemanfaatan limbah sawit menjadi sumber energi bernilai tambah,” ujar Hokkop.
Pengembangan tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai pemilik konsesi dan pabrik kelapa sawit agar limbah yang selama ini belum dimanfaatkan optimal dapat diubah menjadi energi bersih.
Sumatera Utara Jadi Wilayah Strategis
PLN EPI menilai Sumatera Utara memiliki peluang besar dalam pengembangan bio-CNG karena merupakan salah satu sentra industri kelapa sawit terbesar di Indonesia.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan terdapat ratusan perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit di wilayah tersebut yang berpotensi menjadi pemasok bahan baku biometana.
Saat ini PLN EPI juga telah bekerja sama dengan PT KIS Biofuels Indonesia dalam pengembangan teknologi pengolahan limbah cair sawit menjadi bio-CNG.
Energi hasil pengolahan tersebut direncanakan untuk mendukung kebutuhan bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Belawan di Sumatera Utara yang memiliki kapasitas terpasang mencapai 1.184 megawatt (MW).
PLTGU Belawan sendiri menjadi salah satu tulang punggung pasokan listrik di sistem Sumatera bagian utara dengan kontribusi sekitar 30 persen terhadap kebutuhan listrik kawasan tersebut.
Kurangi Emisi dan Dorong Ekonomi Hijau
Selain memperkuat ketahanan energi nasional, pemanfaatan limbah sawit juga dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan.
Gas metana yang berasal dari limbah cair sawit diketahui memiliki potensi pemanasan global lebih tinggi dibanding karbon dioksida. Dengan menangkap dan memanfaatkannya sebagai sumber energi, emisi gas rumah kaca dapat ditekan secara signifikan.
PLN menilai pengembangan bio-CNG bukan hanya mendukung pengurangan emisi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi industri sawit melalui pengolahan limbah menjadi sumber energi bernilai ekonomi.
Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060 melalui peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan berbasis sumber daya dalam negeri.
Melalui pengembangan bio-CNG, PLN EPI berharap dapat membangun ekosistem ekonomi hijau yang menghubungkan sektor perkebunan, industri, dan ketenagalistrikan secara berkelanjutan.














