Kanal24, Malang – Dewan Profesor Universitas Brawijaya (UB) menggelar Dialog Strategis bertajuk Membangun Riset dan Inovasi Berdampak bagi Indonesia di Auditorium Gedung Pandhita Majapahit UB, Jumat (3/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., dan Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., untuk membahas arah kebijakan riset nasional serta penguatan kolaborasi antara BRIN dan perguruan tinggi guna mempercepat hilirisasi hasil riset.
Kolaborasi Perguruan Tinggi Jadi Fokus Riset Nasional
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., mengatakan perguruan tinggi menjadi mitra strategis dalam memperkuat ekosistem riset nasional. Menurutnya, Universitas Brawijaya memiliki banyak potensi riset dan invensi yang perlu diperkuat agar mampu menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

“Kita akan menggandeng perguruan tinggi dalam rangka memperkuat pusat kolaborasi riset sehingga saya datang ke UB untuk bersinergi karena saya yakin UB banyak sekali ide-ide riset, banyak sekali invensi-invensi, temuan-temuan yang perlu diperkuat. Indonesia hanya akan bisa maju kalau kita punya kekuatan teknologi dan inovasi yang handal dan untuk itu butuh riset yang kuat. Itulah perguruan tinggi ini aset yang harus benar-benar diberdayakan,” ujar Arif Satria.
Baca juga:
UB – BRIN Ungkap Cara Jadi Kolaborator Riset Global
BRIN Dorong Hilirisasi Hasil Riset
Arif Satria menjelaskan BRIN menyiapkan Rumah Inovasi Daerah di Jawa Timur yang akan diperkuat bersama Universitas Brawijaya. Program tersebut ditujukan untuk mempercepat pemanfaatan hasil penelitian kampus agar dapat digunakan oleh UMKM maupun sektor industri.
“Kita ada Rumah Inovasi Daerah yang nanti di Jawa Timur akan bisa diperkuat oleh UB. Inovasi UB banyak sekali yang bisa dimanfaatkan untuk UMKM yang ada di Jawa Timur ini. Target yang harus kita capai adalah semakin banyak hasil riset, hasil invensi yang bisa menjadi inovasi. Yang menjadi inovasi berarti invensi dan temuan hasil riset itu dimanfaatkan oleh masyarakat, oleh industri. Itu yang kita prioritaskan,” katanya.
UB Perkuat Kerja Sama dengan BRIN
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc., menyambut baik penguatan kolaborasi dengan BRIN. Menurutnya, Universitas Brawijaya akan membuka BRIN Corner dan menginisiasi PKR sebagai upaya mempercepat hilirisasi hasil riset yang dihasilkan sivitas akademika.

“Pertemuan hari ini saya kira sangat bagus sehingga kita mendorong kerja sama lebih kuat antara UB dengan BRIN. Di antaranya kita membuka BRIN Corner di Universitas Brawijaya dan juga kita inisiasi untuk membuat PKR agar riset-risetnya nanti bisa terhilirisasi. Saya kira itu,” ujar Widodo.
Melalui kolaborasi yang lebih erat, BRIN dan Universitas Brawijaya menargetkan semakin banyak hasil riset yang dapat dihilirisasi sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dunia usaha, dan pembangunan nasional. (qrn)














