Kanal24, Malang – Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) mengenalkan lingkungan akademik dan kehidupan kemahasiswaan kepada mahasiswa baru melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di UB Sport Center, Jumat (14/8/2026).
Tahun ini, PKKMB FBiPK UB tidak hanya berisi pengenalan fasilitas dan lingkungan fakultas. Panitia juga membawa isu Sustainable Development Goals (SDGs) melalui gagasan green campus. Mahasiswa baru sekaligus diajak mengenal organisasi dan berbagai ruang pengembangan diri sejak awal memasuki kehidupan perkuliahan.
Baca Juga:
PKKMB FISIP UB 2026 Bawa Konsep Baru, Penugasan Mahasiswa Dibuat Lebih Humanis
PKKMB FBiPK UB Dorong Implementasi SDGs
Ketua Pelaksana PKKMB FBiPK UB, Ridho Ari Swanda, mengatakan fokus kegiatan tahun ini diarahkan pada implementasi SDGs melalui inovasi green campus.

Menurut Ridho, jika sebelumnya mahasiswa baru dikenalkan dengan pentingnya mengawal SDGs, tahun ini panitia mencoba membawa gagasan tersebut lebih dekat pada penerapannya di lingkungan kampus.
“Sekarang kita coba bawakan lebih lagi nantinya terkait pengimplementasiannya terkait daripada inovasi green campus yang itu juga mendukung terkait adanya Sustainable Development Goals,” ujar Ridho.
Salah satu rangkaian yang disiapkan adalah parade inovasi green campus. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya panitia memperkenalkan berbagai inovasi yang mendukung konsep kampus berkelanjutan kepada mahasiswa baru.
Di balik persiapan kegiatan, panitia juga menghadapi tantangan dalam menyatukan berbagai gagasan. Ridho menyebut banyaknya ide dari panitia perlu diselaraskan agar dapat diterapkan dalam rangkaian PKKMB.
“Yang pasti menyatukan seluruh kepala itu susah ya untuk menyatukan ide-ide yang ada. Tapi alhamdulillahnya dengan seluruh ide-ide yang didapatkan kita bisa merancang pelaksanaan PKKMB ini dengan lancar,” katanya.
Selain mengenalkan isu keberlanjutan, PKKMB diharapkan membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan kehidupan kampus. Ridho berharap mahasiswa dapat segera mulai berproses, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
Dekan FBiPK UB Tekankan Kesiapan Maba
Dekan FBiPK UB, Prof. Mangku Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D., mengatakan PKKMB menjadi bagian penting dalam membantu mahasiswa baru beralih dari lingkungan sekolah menuju kehidupan perguruan tinggi.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami bahwa kehidupan kampus menuntut kemandirian, kedewasaan, keaktifan, dan kreativitas.
“Memberi insight baru kepada mahasiswa, kepada anak-anak kita, adik-adik kita yang baru dari SMA ke sini bahwa kuliah itu sudah berbeda situasinya. Mandiri, dewasa, kemudian aktif, kreatif,” jelas Prof. Mangku.
Dalam rangkaian kegiatan, mahasiswa baru diperkenalkan dengan fasilitas, laboratorium, dosen, pimpinan, serta pengelola fakultas. Fakultas juga memberikan buku pedoman secara simbolik dan rompi sebagai identitas mahasiswa baru FBiPK UB.
Bagi Prof. Mangku, pengenalan lingkungan kampus perlu diikuti dengan penguatan mental. Mahasiswa baru perlu memiliki kesiapan dan kepercayaan diri sebelum menjalani proses perkuliahan.
“Yang penting membentuk mental dulu. Dalam satu minggu ini kita bentuk mentalnya, kita kuatkan sehingga kemudian mereka akan dengan sangat bangga, percaya diri, dan bersemangat untuk masuk dan belajar di Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan,” ujarnya.
Fakultas bersama ketua pelaksana dan BEM FBiPK UB turut merancang rangkaian PKKMB untuk mendukung proses tersebut. Kegiatan mencakup penguatan mental, pengembangan keterampilan, serta pengenalan terhadap lingkungan belajar yang akan dihadapi mahasiswa.
Prof. Mangku juga mendorong mahasiswa baru untuk aktif berorganisasi. Menurutnya, organisasi dapat menjadi ruang untuk membangun relasi, belajar bekerja sama, serta mendapatkan pengalaman yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran akademik.
BEM FBiPK Buka Ruang Ekspresi Maba
Ketua BEM FBiPK UB, Naufal Syahfahlevie Samosir, mengatakan BEM berperan sebagai fasilitator dalam pelaksanaan orientasi terpadu PKKMB. Keterlibatan mahasiswa dalam kepanitiaan juga cukup besar, dengan hampir separuh panitia berasal dari BEM.

Menurut Naufal, keterlibatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa yang telah berproses di organisasi untuk menerapkan pengalaman sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas organisasi dapat berjalan beriringan dengan akademik.
Salah satu pembeda PKKMB tahun ini adalah ruang ekspresi yang lebih terbuka bagi mahasiswa baru. Naufal mengatakan mahasiswa diberikan kesempatan untuk menunjukkan karakter dan kemampuan masing-masing.
“Alhamdulillahnya tahun ini kita mencoba untuk membuka ruang-ruang lagi untuk berekspresi daripada mahasiswa-mahasiswa baru pun mahasiswa Fakultas Bio-industri Pertanian dan Kehutanan secara luas,” ujar Naufal.
Menurutnya, ruang ekspresi tersebut salah satunya terlihat dari tidak lagi ditekankannya penyeragaman ukuran rambut mahasiswa baru seperti pada pelaksanaan sebelumnya.
Antusiasme peserta juga terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah mahasiswa baru dari program studi Agribisnis, Agroekoteknologi, dan Kehutanan mulai menunjukkan kemampuan soft skill maupun hard skill yang mereka miliki.
“Dari tadi juga kita coba melihat antusiasme yang sangat tinggi dalam teman-teman mahasiswa baru peserta untuk mengikuti acara ini,” katanya.
Naufal mengingatkan mahasiswa baru agar memanfaatkan berbagai kesempatan selama berada di UB. Menurutnya, mahasiswa dapat mengembangkan diri melalui kegiatan akademik, organisasi, kompetisi, lomba, maupun karya ilmiah.
BEM FBiPK UB juga berencana membuka rekrutmen staf muda sekitar September atau Oktober. Program tersebut disiapkan sebagai kesempatan bagi mahasiswa baru untuk mengenal atmosfer organisasi melalui proses magang sebelum mengambil peran yang lebih besar pada tahun berikutnya.
Sementara itu, Prof. Mangku berharap mahasiswa baru dapat segera beradaptasi dan aktif mengembangkan diri selama berada di FBiPK UB. Ia mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik, keterampilan, serta pengalaman berorganisasi secara seimbang.
“Harapannya nanti mereka segera tune up kemudian aktif ya. Mereka belajar tentang saintifik kemudian belajar tentang skill, belajar tentang metodologi, kemudian juga belajar berorganisasi,” pungkasnya.
Melalui PKKMB tahun ini, mahasiswa baru FBiPK UB tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan akademik. Mereka juga mulai diarahkan untuk aktif berorganisasi, mengembangkan keterampilan, berani berekspresi, dan mengenal gagasan green campus sejak awal perkuliahan. (gal)













