Kanal24, Malang – Di balik selempang yang kini disandangnya, Cheryl Ailish Salsabila pernah berdiri di titik di mana kemenangan terasa begitu jauh. Berkali-kali mencoba, berkali-kali pula harus menerima kegagalan hingga akhirnya ia membuktikan bahwa proses panjang tak pernah mengkhianati hasil
Awal Perjalanan dari Lingkungan Keluarga
Ketertarikan Cheryl terhadap dunia fashion dan kecantikan sudah tumbuh sejak kecil. Ia dibesarkan di lingkungan keluarga yang dekat dengan bidang tersebut. Sosok ibunya yang pernah menjadi model serta neneknya yang berprofesi sebagai perias pengantin menjadi inspirasi awal dalam mengenal dunia tersebut.
Baca Juga:
Bukan Ajang Adu Cantik, Putra Putri Siswa Jawa Timur 2026 Cetak Pelajar Berkarakter dan Berdampak
Sejak taman kanak-kanak, Cheryl mulai aktif mengikuti berbagai kegiatan fashion show. Pengalaman tersebut bukan hanya menjadi ajang tampil, tetapi juga membentuk kepercayaan diri dan kemampuannya berbicara di depan publik.
Perjalanannya semakin berkembang saat memasuki dunia digital. Setelah lulus SMA, ia mencoba membuat video perkenalan RAJA Brawijaya yang diunggah ke media sosial. Di luar dugaan, video tersebut mendapat respons positif dan sempat viral.
“Dari situ saya mulai menyadari bahwa ada peluang untuk berkembang sekaligus berbagi inspirasi kepada orang lain,” ungkapnya.
Menyeimbangkan Akademik dan Passion
Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswi Fakultas Hukum, Cheryl tetap aktif mengembangkan diri di berbagai bidang. Ia menjalani perkuliahan, ujian akhir semester, hingga program Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara bersamaan dengan aktivitas di dunia pageant dan public speaking.

Tak hanya itu, Cheryl juga berperan sebagai coach dan speaker di sejumlah SMA di Malang Raya. Ia berbagi pengalaman di bidang modelling sekaligus memberikan motivasi kepada para pelajar untuk lebih percaya diri dan berani mengembangkan potensi diri.
Bagi Cheryl, akademik dan nonakademik bukan dua hal yang harus dipertentangkan. Ia justru melihat keduanya sebagai ruang yang saling melengkapi. Kemampuan komunikasi yang ia bangun dari dunia pageant, misalnya, menjadi bekal penting dalam mendukung cita-citanya di bidang hukum dan diplomasi.
Gagal Berkali-kali, Tapi Tidak Berhenti
Sebelum meraih gelar Winner Putri Hijab Jawa Timur 2026, Cheryl mengaku telah melalui berbagai kegagalan. Ia beberapa kali mengikuti ajang pageant tanpa berhasil meraih posisi juara.
Namun, pengalaman tersebut tidak membuatnya berhenti. Ia justru menjadikan setiap kegagalan sebagai bahan evaluasi diri.
“Saya sering mengibaratkan perjalanan ini seperti mengarungi lautan. Pernah merasa belum siap, lalu ‘terhempas ombak’. Tapi dari situ saya belajar untuk mempersiapkan diri lebih matang,” jelasnya.
Menariknya, meski belum menyandang gelar juara saat itu, Cheryl sudah dipercaya menjadi pemateri di berbagai kesempatan. Hal ini membuatnya menyadari bahwa nilai seseorang tidak hanya ditentukan oleh kemenangan, tetapi juga oleh proses dan kontribusi yang diberikan.
Gelar sebagai Amanah, Bukan Sekadar Kemenangan
Ketika akhirnya berhasil meraih gelar Winner Putri Hijab Indonesia Jawa Timur 2026, Cheryl memaknainya lebih dari sekadar prestasi. Baginya, gelar tersebut adalah amanah untuk terus menginspirasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Ia juga memiliki mimpi besar untuk berkarier sebagai diplomat atau kurator. Ketertarikannya terhadap dunia internasional semakin kuat setelah menjalani program magang di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bangkok.
Pengalaman tersebut memberinya gambaran nyata tentang dunia diplomasi, kerja sama internasional, serta peran Indonesia di tingkat global.
Menatap Panggung Nasional
Saat ini, Cheryl tengah mempersiapkan diri untuk melangkah ke tingkat nasional dalam ajang Putri Hijabfluencer Indonesia. Di tengah kesibukan KKN dan perkuliahan, ia berusaha mengatur waktu dan menjaga konsistensi agar dapat memberikan penampilan terbaik.
Ia berharap dapat membawa nama Jawa Timur meraih prestasi di tingkat nasional, sekaligus membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan dapat mengantarkan seseorang pada peluang yang lebih besar.
“Don’t let failure convince you to stop. Let it teach you, strengthen you, and prepare you for the moment you’ve been praying for. Keep growing, stay humble, and never stop becoming the best version of yourself,” pesannya.
Melalui perjalanannya, Cheryl ingin menunjukkan bahwa keberhasilan bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi tentang bagaimana seseorang bertahan, belajar, dan terus melangkah meski dihadapkan pada berbagai tantangan. (qrn)














