Kanal24, Malang – Ketidakpastian ekonomi global belum menghentikan derasnya arus investasi ke Indonesia. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) justru mencatat kinerja yang semakin kuat dengan realisasi investasi kumulatif mencapai Rp353,5 triliun hingga kuartal I 2026. Nilai fantastis tersebut turut membuka lapangan kerja bagi sekitar 266 ribu orang, mempertegas peran KEK sebagai motor baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi destinasi investasi yang menarik, terutama pada sektor industri manufaktur yang berkembang di berbagai kawasan ekonomi khusus.
Menurutnya, hampir seluruh KEK berbasis manufaktur mencatat peningkatan investasi yang signifikan meski dunia masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi.
Baca juga:
Bos The Fed: Inflasi AS Masih Terlalu Tinggi, Sinyal Penurunan Suku Bunga Belum Jelas
KEK Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi
Pemerintah menilai KEK terus memainkan peran strategis dalam memperkuat daya saing ekonomi nasional. Berbagai insentif yang diberikan kepada investor dinilai mampu menarik masuknya modal baru, mempercepat pembangunan kawasan industri, meningkatkan ekspor, sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.
Hingga kuartal I 2026, investasi kumulatif sebesar Rp353,5 triliun tersebut telah memberikan dampak nyata terhadap perekonomian dengan menyerap sekitar 266 ribu tenaga kerja di berbagai daerah.
Industri Manufaktur Masih Mendominasi
Susiwijono menjelaskan, sektor manufaktur masih menjadi tulang punggung investasi di KEK. Berbagai perusahaan terus melakukan ekspansi usaha dan menambah kapasitas produksi sehingga mendorong pertumbuhan investasi secara konsisten.
Kondisi ini dinilai menjadi sinyal positif bahwa sektor industri nasional masih memiliki daya saing tinggi di tengah dinamika ekonomi global.
Potensi Investasi Masih Sangat Besar
Selain capaian yang telah terealisasi, pemerintah juga mencatat potensi investasi baru di kawasan ekonomi khusus yang nilainya diperkirakan mencapai Rp846 triliun. Angka tersebut berasal dari berbagai rencana investasi yang saat ini masih dalam proses pengembangan.
Pemerintah optimistis tren positif tersebut akan terus berlanjut seiring meningkatnya minat investor untuk mengembangkan usaha di Indonesia. Ke depan, KEK diharapkan semakin berperan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, memperkuat sektor industri, meningkatkan ekspor, dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja di berbagai wilayah.














