Kanal24, Malang – Peneliti Universitas Brawijaya (UB) membidik pasar minuman kesehatan melalui DTKO, minuman fungsional berbahan teh hijau dan kopi hijau dekafeinasi. Seiring memasuki tahap hilirisasi, produk hasil riset tersebut dipersiapkan untuk diproduksi secara massal dengan harga yang semakin terjangkau agar dapat dinikmati lebih banyak masyarakat.
Saat ini, satu kotak DTKO yang cukup untuk kebutuhan konsumsi selama satu bulan diperkirakan dibanderol sekitar Rp75 ribu. Ke depan, harga tersebut ditargetkan dapat ditekan melalui optimalisasi proses produksi dan kolaborasi dengan mitra industri.
Baca juga:
Lolos COC Season 3, Mahasiswa UB Bagikan Kunci Meraih Prestasi
Efisiensi Produksi Jadi Fokus Hilirisasi
Pengembang DTKO, Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP(K)., Ph.D., FSCAI, mengatakan salah satu tantangan dalam hilirisasi hasil riset adalah menjaga kualitas produk sekaligus meningkatkan efisiensi biaya produksi. Karena itu, tim peneliti terus menyempurnakan proses manufaktur agar DTKO dapat diproduksi dalam skala industri dengan biaya yang lebih efisien.

“Sejauh ini satu kotak yang bisa dipakai selama satu bulan sekitar Rp75 ribu. Harapannya nanti proses produksinya bisa lebih dioptimalkan sehingga ongkos produksinya lebih murah dan produk ini dapat dijual dengan harga yang lebih terjangkau,” ujarnya.
Menurutnya, harga yang kompetitif menjadi salah satu faktor penting agar DTKO dapat diterima masyarakat sebagai pilihan minuman fungsional untuk mendukung gaya hidup sehat.
Gandeng Industri Menuju Produksi Massal
Selain mengurus perizinan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), tim peneliti juga membuka peluang kerja sama dengan industri teh dan kopi guna mempercepat proses hilirisasi. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung produksi massal sekaligus memperluas jaringan distribusi produk ke berbagai daerah.
“Produksi massal ini membutuhkan kolaborasi dengan penghasil teh maupun kopi yang bersedia bekerja sama, termasuk dalam proses pemasaran,” katanya.
Ia menambahkan, hilirisasi merupakan tahapan penting agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai karya ilmiah di laboratorium, melainkan berkembang menjadi produk inovasi yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Optimistis Menembus Pasar Minuman Fungsional
Selain dipasarkan secara daring, DTKO juga direncanakan hadir melalui gerai atau kedai khusus. Rencana tersebut didasarkan pada hasil survei tim peneliti yang menunjukkan masyarakat masih menyukai pengalaman menikmati minuman secara langsung di lokasi penjualan.
Menurutnya, tren konsumsi kopi di Indonesia menjadi peluang besar bagi DTKO untuk hadir sebagai alternatif minuman yang menawarkan manfaat kesehatan. Dengan memadukan teh hijau dan kopi hijau yang telah melalui proses dekafeinasi, DTKO diharapkan mampu menjangkau konsumen yang semakin peduli terhadap pola hidup sehat.
Ke depan, tim peneliti optimistis proses hilirisasi dapat berjalan lancar sehingga DTKO tidak hanya menjadi inovasi kesehatan berbasis riset Universitas Brawijaya, tetapi juga berkembang menjadi produk yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, memperkuat kolaborasi dengan industri, serta menghadirkan pilihan minuman fungsional yang lebih terjangkau bagi masyarakat.














