Kanal24, Malang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali berjalan setelah libur sekolah berakhir. Memasuki hari pertama pelaksanaan, Badan Gizi Nasional (BGN) langsung turun ke lapangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan distribusi makanan berlangsung aman, tepat waktu, dan sesuai standar gizi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh proses, mulai dari pengolahan makanan di dapur, pengemasan, hingga makanan diterima siswa, berjalan tanpa kendala. Pengawasan ini juga menjadi bagian dari evaluasi setelah BGN memanfaatkan masa libur sekolah untuk melakukan berbagai pembenahan tata kelola dan operasional program.
Baca Juga:
Spanyol Singkirkan Prancis 2-0, La Furia Roja Melaju ke Final Piala Dunia 2026
BGN Periksa Sekolah hingga Dapur Penyedia MBG
Dalam sidak tersebut, jajaran lintas deputi BGN diterjunkan langsung ke sejumlah titik di Jakarta. Tim yang terlibat berasal dari Deputi Sistem dan Tata Kelola, Deputi Penyediaan dan Penyaluran, Deputi Pemantauan dan Pengawasan, hingga Deputi Promosi dan Kerja Sama. Mereka meninjau sekolah-sekolah penerima manfaat sekaligus dapur SPPG yang menyiapkan makanan bergizi bagi para siswa.

Pemeriksaan meliputi kualitas menu, kebersihan dapur, proses pengolahan makanan, ketepatan waktu distribusi, hingga kesiapan tenaga pelaksana. Pemerintah ingin memastikan makanan yang diterima siswa memenuhi standar keamanan pangan sekaligus tetap memiliki kandungan gizi yang sesuai.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan sidak dilakukan untuk memastikan distribusi MBG kembali berjalan optimal setelah masa penyesuaian selama libur sekolah.
“Hari ini kami melakukan pemantauan langsung untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis kembali berjalan dengan baik setelah libur sekolah. Kami ingin memastikan makanan yang diterima siswa memenuhi standar keamanan, kualitas, dan gizi,” ujar Agustina.
Menurutnya, berbagai pembenahan yang telah dilakukan diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh seluruh penerima.
Libur Sekolah Dimanfaatkan untuk Pembenahan Program
Selama penghentian sementara akibat libur sekolah, BGN melakukan sejumlah penyempurnaan terhadap tata kelola dan aspek operasional Program MBG.
Perbaikan tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga kualitas makanan, meningkatkan sistem distribusi, serta memastikan setiap proses berjalan sesuai standar keamanan dan kesehatan pangan.
Evaluasi tersebut dinilai penting mengingat Program MBG memiliki cakupan penerima manfaat yang sangat besar, mulai dari peserta didik di berbagai jenjang pendidikan hingga kelompok sasaran lainnya. Karena itu, konsistensi kualitas makanan menjadi perhatian utama pemerintah.
Evaluasi Berkelanjutan Jaga Kualitas Layanan
“Pengawasan akan terus kami lakukan secara berkala. Setiap masukan dari sekolah maupun SPPG akan menjadi bahan evaluasi agar pelayanan semakin baik dan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
BGN menegaskan pengawasan tidak hanya dilakukan pada hari pertama pelaksanaan. Hasil sidak, masukan dari sekolah, maupun laporan pengelola SPPG akan dihimpun sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas layanan secara berkelanjutan.
Pemerintah berharap sistem evaluasi yang dilakukan secara berkala mampu menjaga mutu Program MBG, baik dari sisi keamanan pangan, kualitas gizi, maupun ketepatan distribusi.
Dengan pengawasan yang lebih ketat, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya menjangkau lebih banyak siswa, tetapi juga memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas gizi, mendukung proses belajar, serta menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Indonesia yang lebih sehat dan produktif. (gal)













