Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Jangan Remehkan Trekking Pole Saat Trail Run

Einid Shandy by Einid Shandy
July 26, 2026
in Gaya Hidup
0
Jangan Remehkan Trekking Pole Saat Trail Run

Penggunaan Trekking Pole. (superlive.id)

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Langkah kaki yang mantap menjadi kunci saat pelari trail menaklukkan jalur pegunungan. Di tengah lintasan yang dipenuhi tanjakan curam, turunan terjal, bebatuan, hingga akar pohon yang licin, satu kesalahan kecil bisa berujung pada cedera atau menguras tenaga lebih cepat.

Di balik ketangguhan para pelari melewati medan ekstrem, ada satu perlengkapan yang kini semakin sering terlihat, yakni trekking pole. Bukan sekadar tongkat pendakian, alat ini menjadi penopang keseimbangan sekaligus membantu pelari bergerak lebih efisien selama menempuh lintasan yang penuh tantangan. Seiring meningkatnya popularitas trail running di Indonesia, trekking pole kini semakin mudah ditemui di berbagai ajang lari lintas alam. Perlengkapan yang dulu identik dengan pendakian gunung itu kini mulai menjadi bagian dari strategi pelari untuk menjaga efisiensi dan keselamatan di lintasan.

Baca Juga:
7 Jersey Piala Dunia 2026 dengan Desain Paling Ikonik

Membantu Menjaga Stabilitas di Berbagai Medan

Lintasan trail memiliki karakter yang jauh berbeda dengan jalan raya. Jalur berbatu, tanah yang licin, akar pohon, hingga tanjakan dan turunan yang ekstrem menuntut pelari memiliki keseimbangan tubuh yang baik. Dalam kondisi tersebut, trekking pole berfungsi sebagai dua titik tumpu tambahan yang membantu menjaga stabilitas setiap langkah.

Trekking Pole. (Eiger)

Selain meningkatkan keseimbangan, trekking pole juga memudahkan pelari mengontrol arah gerakan saat melintasi jalur teknis. Ketika menghadapi tanjakan panjang, tongkat ini membantu memberikan dorongan tambahan sehingga tenaga yang dikeluarkan tidak hanya bertumpu pada kaki. Sebaliknya, saat menuruni lereng berbatu, trekking pole menjadi penyangga yang membantu menjaga ritme langkah agar tetap aman.

Tidak hanya itu, trekking pole juga membantu mendistribusikan beban tubuh secara lebih merata. Sebagian tenaga dialihkan ke lengan, bahu, dan otot inti sehingga kaki tidak bekerja sendirian. Kondisi ini membuat pelari mampu menjaga stamina lebih lama, terutama saat menghadapi lintasan dengan elevasi tinggi.

Kurangi Cedera, Tingkatkan Efisiensi

Setelah membantu menjaga keseimbangan, manfaat lain trekking pole adalah mengurangi tekanan yang diterima kaki selama berlari. Bagian turunan menjadi salah satu tantangan terbesar dalam trail running karena menghasilkan benturan berulang pada lutut, paha, dan pergelangan kaki. Dengan adanya trekking pole, sebagian tekanan tersebut dapat diserap sehingga risiko cedera menjadi lebih kecil.

Berbagai penelitian juga menunjukkan penggunaan trekking pole mampu meningkatkan efisiensi gerak pelari tanpa meningkatkan beban kerja jantung secara signifikan. Artinya, pelari dapat mempertahankan performa lebih lama sambil menghemat energi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan lintasan.

Perkembangan teknologi turut membuat trekking pole semakin nyaman digunakan. Kini banyak produk dibuat menggunakan material karbon maupun aluminium yang ringan, kuat, dan mudah dilipat. Desain tersebut memudahkan pelari menyimpan tongkat di rompi atau tas lari saat memasuki jalur yang tidak memerlukan bantuan trekking pole.

Teknik Penggunaan Tak Boleh Diabaikan

Meski menawarkan banyak manfaat, trekking pole tetap harus digunakan dengan teknik yang benar. Panjang tongkat perlu disesuaikan dengan tinggi badan dan karakter lintasan. Pada jalur menanjak, tongkat umumnya dibuat sedikit lebih pendek agar dorongan lebih efektif. Sebaliknya, saat menuruni lereng, panjang tongkat dapat ditambah untuk memberikan tumpuan yang lebih optimal.

Pelari juga dianjurkan berlatih menggunakan trekking pole sebelum mengikuti perlombaan. Ritme ayunan tangan harus selaras dengan langkah kaki agar gerakan tetap efisien dan tidak mengganggu keseimbangan. Penggunaan yang kurang tepat justru dapat membuat tubuh lebih cepat lelah.

Bagi pelari pemula, trekking pole memang belum menjadi perlengkapan wajib. Namun, bagi mereka yang mulai menjajal lintasan dengan elevasi tinggi atau mengikuti lomba trail jarak menengah hingga ultra trail, alat ini dapat menjadi investasi yang membantu meningkatkan kenyamanan sekaligus keselamatan selama berlari.

Seiring berkembangnya komunitas trail running di Indonesia, pemahaman mengenai penggunaan trekking pole menjadi bekal penting bagi setiap pelari. Perlengkapan ini bukan sekadar pelengkap gaya, melainkan investasi untuk menjaga efisiensi, keselamatan, dan kenyamanan saat menaklukkan medan alam yang penuh tantangan. Dengan teknik yang tepat dan latihan yang cukup, trekking pole dapat menjadi salah satu kunci untuk menikmati pengalaman trail running secara lebih aman dan maksimal. (gal)

Post Views: 49
Tags: galangKANAL24kanal24.co.idkesehatan olahragalari gunungolahraga outdoorpelari trailperlengkapan laritips trail runtrail runningtrekking pole
Previous Post

Libra, Scorpio, Sagitarius: Weekend Ini Saatnya Jujur pada Diri Sendiri

Next Post

5 Peralatan Dapur yang Segera Diganti agar Tetap Higienis

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
5 Peralatan Dapur yang Segera Diganti agar Tetap Higienis

5 Peralatan Dapur yang Segera Diganti agar Tetap Higienis

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Lulusan Arsitektur FTUB Siap Berkarya Berbekal Nilai Nusantara

Lulusan Arsitektur FTUB Siap Berkarya Berbekal Nilai Nusantara

July 27, 2026
FAST UB Hadirkan Terobosan Pengganti Antibiotik Pakan Ayam

FAST UB Hadirkan Terobosan Pengganti Antibiotik Pakan Ayam

July 27, 2026
10 Kuliner Legendaris Malang Wajib Dikunjungi

10 Kuliner Legendaris Malang Wajib Dikunjungi

July 26, 2026
5 Peralatan Dapur yang Segera Diganti agar Tetap Higienis

5 Peralatan Dapur yang Segera Diganti agar Tetap Higienis

July 26, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025