Kanal24, Malang – Langkah kaki yang mantap menjadi kunci saat pelari trail menaklukkan jalur pegunungan. Di tengah lintasan yang dipenuhi tanjakan curam, turunan terjal, bebatuan, hingga akar pohon yang licin, satu kesalahan kecil bisa berujung pada cedera atau menguras tenaga lebih cepat.
Di balik ketangguhan para pelari melewati medan ekstrem, ada satu perlengkapan yang kini semakin sering terlihat, yakni trekking pole. Bukan sekadar tongkat pendakian, alat ini menjadi penopang keseimbangan sekaligus membantu pelari bergerak lebih efisien selama menempuh lintasan yang penuh tantangan. Seiring meningkatnya popularitas trail running di Indonesia, trekking pole kini semakin mudah ditemui di berbagai ajang lari lintas alam. Perlengkapan yang dulu identik dengan pendakian gunung itu kini mulai menjadi bagian dari strategi pelari untuk menjaga efisiensi dan keselamatan di lintasan.
Baca Juga:
7 Jersey Piala Dunia 2026 dengan Desain Paling Ikonik
Membantu Menjaga Stabilitas di Berbagai Medan
Lintasan trail memiliki karakter yang jauh berbeda dengan jalan raya. Jalur berbatu, tanah yang licin, akar pohon, hingga tanjakan dan turunan yang ekstrem menuntut pelari memiliki keseimbangan tubuh yang baik. Dalam kondisi tersebut, trekking pole berfungsi sebagai dua titik tumpu tambahan yang membantu menjaga stabilitas setiap langkah.

Selain meningkatkan keseimbangan, trekking pole juga memudahkan pelari mengontrol arah gerakan saat melintasi jalur teknis. Ketika menghadapi tanjakan panjang, tongkat ini membantu memberikan dorongan tambahan sehingga tenaga yang dikeluarkan tidak hanya bertumpu pada kaki. Sebaliknya, saat menuruni lereng berbatu, trekking pole menjadi penyangga yang membantu menjaga ritme langkah agar tetap aman.
Tidak hanya itu, trekking pole juga membantu mendistribusikan beban tubuh secara lebih merata. Sebagian tenaga dialihkan ke lengan, bahu, dan otot inti sehingga kaki tidak bekerja sendirian. Kondisi ini membuat pelari mampu menjaga stamina lebih lama, terutama saat menghadapi lintasan dengan elevasi tinggi.
Kurangi Cedera, Tingkatkan Efisiensi
Setelah membantu menjaga keseimbangan, manfaat lain trekking pole adalah mengurangi tekanan yang diterima kaki selama berlari. Bagian turunan menjadi salah satu tantangan terbesar dalam trail running karena menghasilkan benturan berulang pada lutut, paha, dan pergelangan kaki. Dengan adanya trekking pole, sebagian tekanan tersebut dapat diserap sehingga risiko cedera menjadi lebih kecil.
Berbagai penelitian juga menunjukkan penggunaan trekking pole mampu meningkatkan efisiensi gerak pelari tanpa meningkatkan beban kerja jantung secara signifikan. Artinya, pelari dapat mempertahankan performa lebih lama sambil menghemat energi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan lintasan.
Perkembangan teknologi turut membuat trekking pole semakin nyaman digunakan. Kini banyak produk dibuat menggunakan material karbon maupun aluminium yang ringan, kuat, dan mudah dilipat. Desain tersebut memudahkan pelari menyimpan tongkat di rompi atau tas lari saat memasuki jalur yang tidak memerlukan bantuan trekking pole.
Teknik Penggunaan Tak Boleh Diabaikan
Meski menawarkan banyak manfaat, trekking pole tetap harus digunakan dengan teknik yang benar. Panjang tongkat perlu disesuaikan dengan tinggi badan dan karakter lintasan. Pada jalur menanjak, tongkat umumnya dibuat sedikit lebih pendek agar dorongan lebih efektif. Sebaliknya, saat menuruni lereng, panjang tongkat dapat ditambah untuk memberikan tumpuan yang lebih optimal.
Pelari juga dianjurkan berlatih menggunakan trekking pole sebelum mengikuti perlombaan. Ritme ayunan tangan harus selaras dengan langkah kaki agar gerakan tetap efisien dan tidak mengganggu keseimbangan. Penggunaan yang kurang tepat justru dapat membuat tubuh lebih cepat lelah.
Bagi pelari pemula, trekking pole memang belum menjadi perlengkapan wajib. Namun, bagi mereka yang mulai menjajal lintasan dengan elevasi tinggi atau mengikuti lomba trail jarak menengah hingga ultra trail, alat ini dapat menjadi investasi yang membantu meningkatkan kenyamanan sekaligus keselamatan selama berlari.
Seiring berkembangnya komunitas trail running di Indonesia, pemahaman mengenai penggunaan trekking pole menjadi bekal penting bagi setiap pelari. Perlengkapan ini bukan sekadar pelengkap gaya, melainkan investasi untuk menjaga efisiensi, keselamatan, dan kenyamanan saat menaklukkan medan alam yang penuh tantangan. Dengan teknik yang tepat dan latihan yang cukup, trekking pole dapat menjadi salah satu kunci untuk menikmati pengalaman trail running secara lebih aman dan maksimal. (gal)














