Kanal24, – Malang – Warga Malang Raya diminta tidak lengah meski cuaca didominasi langit cerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi angin kencang masih berpeluang melanda wilayah Malang Raya hingga 27 Juli 2026 seiring menguatnya Monsun Australia yang memicu peningkatan kecepatan angin di Jawa Timur.
Kondisi tersebut berpotensi memicu pohon tumbang, baliho roboh, hingga kerusakan ringan pada bangunan. Masyarakat, terutama pengendara, pekerja lapangan, dan pelaku aktivitas luar ruangan, diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Baca Juga:
Koperasi Merah Putih Salurkan Barang Subsidi, Kesiapan Jadi Kunci
Fenomena Angin Kencang Masih Berlanjut
BMKG menjelaskan penguatan Monsun Australia menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kecepatan angin di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur. Fenomena ini lazim terjadi saat puncak musim kemarau ketika aliran massa udara dari Australia menuju Asia menguat sehingga embusan angin terasa lebih kencang dibanding hari-hari biasa.
Potensi angin kencang diperkirakan berlangsung sejak 21 Juli dan masih dapat terjadi hingga 27 Juli 2026. Meski cuaca cenderung cerah, masyarakat diimbau tidak lengah karena kondisi atmosfer dapat berubah dengan cepat dan memicu embusan angin berkecepatan tinggi di sejumlah wilayah.
Risiko Kerusakan Mengintai Warga
Embusan angin kencang berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari pohon tumbang, ranting patah, baliho roboh, hingga kerusakan ringan pada bangunan. Risiko tersebut lebih tinggi di kawasan yang memiliki banyak pepohonan besar maupun infrastruktur luar ruang yang sudah rapuh.

Pengendara kendaraan bermotor diminta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi jalan yang dipenuhi pepohonan atau kawasan terbuka. Sementara itu, masyarakat disarankan memastikan atap rumah, kanopi, antena, hingga benda-benda yang berada di luar ruangan telah terpasang dengan baik agar tidak mudah terbawa angin.
Pelaku usaha yang menggunakan tenda, stan, maupun perlengkapan luar ruangan juga dianjurkan melakukan pemeriksaan secara berkala. Langkah antisipatif tersebut penting untuk mengurangi potensi kerugian maupun risiko kecelakaan akibat terpaan angin kencang.
Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaan
Prakiraan BMKG menunjukkan sebagian besar wilayah Malang Raya masih didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan hingga akhir Juli. Namun, kondisi tersebut bukan berarti bebas dari potensi cuaca ekstrem. Angin kencang tetap dapat terjadi sewaktu-waktu tanpa didahului hujan, sementara beberapa kawasan dataran tinggi berpotensi mengalami udara kabur atau kabut pada pagi hari.
BMKG mengimbau masyarakat memangkas dahan pohon yang rapuh di sekitar rumah, menghindari berteduh di bawah pohon besar maupun papan reklame ketika angin bertiup kencang, serta memastikan lingkungan sekitar dalam kondisi aman sebelum beraktivitas.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada instansi terkait apabila menemukan pohon rawan tumbang, baliho yang tidak kokoh, atau infrastruktur lain yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Bagi warga yang berencana melakukan perjalanan maupun aktivitas wisata alam, memantau informasi prakiraan cuaca dari BMKG menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko selama potensi angin kencang masih berlangsung hingga 27 Juli 2026. (gal)














