Kanal24, Malang – Kebutuhan akan arsitek yang mampu menjawab tantangan pembangunan sekaligus menjaga identitas lokal terus meningkat. Menjawab kebutuhan tersebut, Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) melepas 195 lulusan program sarjana, magister, dan profesi arsitektur yang dipersiapkan menjadi profesional dengan kompetensi desain, etika profesi, serta perspektif Arsitektur Nusantara.
Pelepasan lulusan Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 berlangsung di Auditorium Prof. Ir. Suryono Lantai 2 Fakultas Teknik UB dan Lobi Lantai 1 Gedung Departemen Arsitektur FTUB, Jumat (24/7/2026). Momentum tersebut menjadi penanda berakhirnya proses pendidikan sekaligus awal perjalanan para lulusan untuk berkarya di dunia profesional maupun akademik.
Baca juga:
Workshop Moon Belt FIB UB Sulap Kertas Bekas Jadi Ikon Kampung Ketawanggede 1
Lulusan Dibekali Kompetensi Berbasis Arsitektur Nusantara
Ketua Departemen Arsitektur FTUB, Dr. Ir. Lisa Dwi Wulandari, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., mengatakan lulusan tahun ini dipersiapkan tidak hanya sebagai arsitek profesional, tetapi juga sebagai perancang yang mampu menghadirkan solusi sesuai kebutuhan masyarakat dan karakter lingkungan.

Menurutnya, visi akademik Departemen Arsitektur FTUB menempatkan Arsitektur Nusantara sebagai landasan utama dalam proses pembelajaran. Karena itu, setiap lulusan diharapkan mampu merancang bangunan maupun kawasan dengan mempertimbangkan nilai kemanusiaan, budaya lokal, dan kondisi setempat.
“Lulusan kami bukan hanya akan menjadi arsitek profesional ataupun akademisi, tetapi juga mampu mengembangkan desain bangunan maupun kawasan dengan berlandaskan nilai kemanusiaan, lokalitas, dan kesetempatan,“ ujarnya.
Selain penguasaan ilmu arsitektur, mahasiswa juga dibekali etika profesi, kewirausahaan, serta kemampuan memahami lingkungan binaan. Bekal tersebut menjadi modal penting agar lulusan mampu beradaptasi dengan dinamika dunia kerja sekaligus menjawab tantangan pembangunan yang terus berkembang.
Kompetensi Lulusan Disiapkan Hadapi Dunia Profesi
Dosen Departemen Arsitektur FTUB, Noviani Suryasari, S.T., M.T., menilai proses pembelajaran selama di kampus telah membentuk kemampuan mahasiswa untuk berpikir kritis sekaligus menawarkan solusi melalui pendekatan desain.

Ia menjelaskan kompetensi utama lulusan tidak berhenti pada kemampuan menggambar atau merancang bangunan, tetapi juga mencakup kemampuan membaca persoalan di masyarakat dan menerjemahkannya menjadi rancangan lingkungan binaan yang berkualitas.
“Harapannya mereka punya kompetensi utama untuk merencanakan dan merancang lingkungan binaan agar menjadi lebih baik dan lebih berkualitas,” katanya.
Noviani berharap seluruh lulusan mampu membawa nama baik Universitas Brawijaya melalui karya, integritas, dan profesionalisme ketika memasuki dunia kerja maupun melanjutkan karier akademik.
Pengalaman Organisasi Jadi Bekal Berharga Alumni
Bagi Muhammad Nabil Fawaz Rabbani, salah satu lulusan Arsitektur FTUB, perjalanan selama kuliah memberikan pengalaman yang jauh melampaui ruang kelas. Selain memperoleh ilmu perancangan, ia juga ditempa melalui berbagai aktivitas organisasi yang membentuk kemampuan kepemimpinan dan manajemen waktu.

Menurut Nabil, tantangan terbesar selama kuliah adalah menjaga keseimbangan antara tanggung jawab akademik dan organisasi ketika menjabat sebagai ketua himpunan mahasiswa.
“Tantangan terbesar menurut saya saat harus menyeimbangkan akademik dan kemahasiswaan. Sebagai mahasiswa, tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga harus bisa bertanggung jawab di organisasi,” ujarnya.
Ia mengaku kemampuan membaca ruang, memahami karakter tapak, hingga mencari solusi melalui desain menjadi bekal paling berharga selama menempuh pendidikan di FTUB. Setelah lulus, ia berencana memulai karier profesional dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan.
Sementara itu, Lisa menegaskan bahwa para lulusan akan tetap menjadi bagian dari keluarga besar Departemen Arsitektur FTUB. Ia berharap hubungan antara alumni dan almamater terus terjalin melalui kolaborasi, berbagi pengalaman, serta kontribusi dalam pengembangan departemen.
Menurutnya, keberhasilan alumni tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi cerminan kualitas pendidikan yang dibangun Departemen Arsitektur FTUB dalam mencetak arsitek yang adaptif, berintegritas, dan peduli terhadap masyarakat. (ern)














