Kanal24, Malang – Mahasiswa Universitas Brawijaya kini berkesempatan belajar langsung dari industri perfilman melalui kolaborasi Fakultas Bioindustri dan Pangan Kreatif (FBiPK) UB dengan Falcon Pictures. Kerja sama tersebut membuka peluang magang dalam proses produksi film 3.726 MDPL yang mengambil latar kehidupan mahasiswa Kehutanan UB.
Kolaborasi itu diperkenalkan dalam kegiatan Bedah Film Dilan di Auditorium Lantai 6 Gedung Central FBiPK UB, Kamis (30/7/2026), dengan menghadirkan sutradara Fajar Bustomi dan tim produksi Falcon Pictures.
Baca Juga:
KKN FBiPK UB Ajak Warga Argosuko Manfaatkan Limbah Plastik
FBiPK UB Perluas Pengalaman Mahasiswa
Dekan FBiPK UB, Prof. Mangku Purnomo, mengatakan produksi film 3.726 MDPL menjadi awal terjalinnya kolaborasi dengan Falcon Pictures. Film tersebut diangkat dari novel tentang mahasiswa Kehutanan Universitas Brawijaya. Karena itu, Falcon Pictures memilih UB sebagai lokasi syuting sekaligus menjalin kerja sama dengan fakultas.
Ia menilai kolaborasi tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman di luar bidang akademik. Selain mempelajari ilmu bioindustri, pertanian, dan kehutanan, mahasiswa juga dapat mengenal dunia produksi film, komunikasi, promosi, hingga kerja tim.

“Experience adalah sesuatu yang tidak bisa digantikan dan kita punya kesempatan untuk mendapatkan experience dari Falcon Pictures dan Mas Fajar Bustomi gitu ya.”
Praktisi Film Bagikan Pengalaman Industri
Sutradara Fajar Bustomi membagikan proses kreatif mengadaptasi novel menjadi film layar lebar. Menurutnya, proses tersebut dimulai dari membaca novel, memahami cerita, hingga melakukan riset langsung ke lokasi yang menjadi latar agar visualisasi dalam film tetap sesuai dengan cerita.
Fajar juga mendorong mahasiswa yang ingin berkarier di industri perfilman untuk terus menghasilkan karya dan tidak menunggu memiliki peralatan yang mahal.

“Yang paling penting itu banyak berkarya sih sebenarnya. Banyak berkarya itu enggak harus punya kamera yang besar gitu. Pakai handphone kan juga bisa mulai latihan. Jadi kalau sudah terbiasa latihan ya silakan dipromosikan. Nah, promosinya di media sosial sendiri aja, disebarin ke teman-teman. Nanti ketika banyak yang melihat kan artinya ada exposure, nanti orang di industrinya akan melihat kan gitu. Oh, ini orang berpotensi.”
Falcon Pictures Buka Ruang Belajar bagi Mahasiswa
Line Producer film 3.726 MDPL produksi Falcon Pictures, Arif Rahman Hakim, mengatakan kerja sama dengan Universitas Brawijaya dilakukan karena latar cerita dalam novel memang mengambil kehidupan mahasiswa UB. Menurutnya, penggunaan lokasi yang sesuai menjadi alasan penting di balik kolaborasi tersebut.
Ia menambahkan, Falcon Pictures juga secara konsisten membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung melalui program magang dalam setiap produksi film yang ditanganinya.

“Di mana pun, setiap judul film saya, saya selalu menggunakan anak-anak magang untuk belajar. Mengasih kesempatan sih lebih tepatnya. Setiap judul film saya, saya selalu memanfaatkan teman-teman mahasiswa yang mau belajar di industri langsung gitu.”
Sementara itu, peserta Bedah Film, Thanisa Gelsi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik angkatan 2025, mengaku memperoleh perspektif baru mengenai profesionalitas di industri perfilman. Baginya, materi yang disampaikan narasumber memperkuat pemahamannya tentang pentingnya kejujuran dalam berkarya.
“Ke depannya saya harap saya bisa membuat atau bisa jadi salah satu filmmaker yang tulus dan mengedepankan integritas di setiap karya-karya yang saya buat nanti ke depannya, entah dalam bentuk apa pun.” (ndr)













