Kanal24, Malang – Nama sutradara Fajar Bustomi kembali menjadi perbincangan setelah dipercaya menggarap film 3726 MDPL, proyek terbaru Falcon Pictures yang diadaptasi dari novel populer karya Nurwina Sari. Film bertema petualangan dan romansa itu saat ini masih dalam proses produksi dan menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinantikan.
Bagi pencinta film Indonesia, Fajar Bustomi bukan nama baru. Sutradara kelahiran 6 Juli 1982 itu dikenal lewat kemampuannya mengolah cerita yang dekat dengan kehidupan penonton, mulai dari drama keluarga, kisah remaja, komedi romantis, hingga film biografi. Sejumlah film garapannya bahkan berhasil mencetak jutaan penonton dan menjadi bagian dari budaya populer Indonesia.
Sebelum 3726 MDPL hadir di layar lebar, berikut lima film terbaik Fajar Bustomi yang layak masuk daftar tontonan.
Baca juga:
FBiPK UB Gandeng Falcon Pictures, Mahasiswa Berpeluang Magang Produksi Film
1. Dilan 1990 (2018)

Sulit membicarakan perjalanan karier Fajar Bustomi tanpa menyebut Dilan 1990. Film adaptasi novel karya Pidi Baiq ini menjadi fenomena nasional berkat kisah cinta Dilan dan Milea yang diperankan Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla.
Dialog-dialog ikonik, nuansa Bandung tahun 1990-an, hingga chemistry para pemain membuat film ini menjadi salah satu film Indonesia terlaris sepanjang masa. Kesuksesan tersebut juga melahirkan sekuel Dilan 1991 dan Milea: Suara dari Dilan, sekaligus mengukuhkan Fajar Bustomi sebagai salah satu sutradara drama romantis paling sukses di Indonesia.
2. Buya Hamka (2023)

Berbeda dari karya-karya romantisnya, Fajar Bustomi menunjukkan sisi lain melalui Buya Hamka, film biografi yang mengangkat perjalanan hidup ulama sekaligus sastrawan besar Indonesia, Hamka.
Dibintangi Vino G. Bastian sebagai Hamka, film ini mendapat perhatian karena skala produksinya yang besar serta keberhasilannya memadukan kisah sejarah, perjuangan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Proyek ini membuktikan bahwa Fajar tidak hanya piawai menggarap film remaja, tetapi juga mampu menangani cerita berlatar sejarah dengan pendekatan emosional.
3. Mariposa (2020)

Diadaptasi dari novel populer karya Luluk HF, Mariposa menjadi salah satu film remaja yang banyak digemari generasi muda.
Film yang dibintangi Adhisty Zara dan Angga Yunanda ini mengisahkan perjuangan seorang siswi mengejar cinta teman sekolahnya yang dikenal dingin dan fokus pada prestasi akademik. Dengan perpaduan komedi dan romansa, Mariposa berhasil menarik perhatian penonton muda dan memperkuat reputasi Fajar sebagai sutradara yang piawai mengadaptasi novel populer ke layar lebar.
4. Pasutri Gaje (2024)

Jika biasanya dikenal lewat drama romantis, Fajar Bustomi menghadirkan nuansa berbeda melalui Pasutri Gaje.
Film yang dibintangi Reza Rahadian dan Bunga Citra Lestari (BCL) ini mengangkat kisah pasangan suami istri muda dengan sentuhan komedi yang ringan. Diadaptasi dari webtoon populer, Pasutri Gaje mendapat perhatian karena menghadirkan dinamika kehidupan rumah tangga yang dekat dengan keseharian masyarakat.
5. Dilan 1983: Wo Ai Ni (2024)

Fajar kembali menghidupkan semesta Dilan lewat Dilan 1983: Wo Ai Ni. Kali ini, cerita membawa penonton ke masa kecil Dilan saat masih duduk di bangku sekolah dasar.
Alih-alih menghadirkan romansa remaja, film ini menonjolkan kisah persahabatan, keluarga, dan petualangan yang lebih hangat. Pendekatan tersebut menunjukkan kemampuan Fajar mengembangkan karakter Dilan dari sudut pandang yang berbeda tanpa kehilangan identitas cerita aslinya.
3726 MDPL Jadi Proyek Terbaru
Setelah sederet film yang sukses di berbagai genre, Fajar Bustomi kini tengah menggarap 3726 MDPL, film produksi Falcon Pictures yang diadaptasi dari novel karya Nurwina Sari. Film ini mengangkat kisah petualangan, persahabatan, dan romansa dengan latar pendakian gunung, serta dibintangi Abun Sungkar dan Callista Arum.
Proyek tersebut kembali memperlihatkan konsistensi Fajar dalam mengadaptasi karya populer ke layar lebar. Dengan rekam jejak menghadirkan film-film yang dekat dengan penonton, 3726 MDPL menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinantikan saat ini. (nid)













