Kanal24, Malang – Puluhan mahasiswa memadati Bundaran Tugu Rektorat Universitas Brawijaya (UB) sejak pagi dalam gelaran Car Free Day (CFD), Jumat (31/7/2026). Tak hanya berolahraga, mereka juga mengantre di stan UB Green Campus untuk menukarkan lima botol plastik bekas dengan satu sesi photobooth gratis.
Program tersebut menjadi salah satu daya tarik CFD UB sekaligus sarana mengedukasi sivitas akademika tentang pentingnya pengelolaan sampah plastik. Melalui konsep yang sederhana, UB Green Campus mengajak mahasiswa melihat bahwa botol bekas masih memiliki nilai jika dikelola kembali dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Baca Juga:
Masjid Raden Patah UB Perkuat Layanan Mahasiswa Internasional
Lima Botol Plastik Ditukar Satu Sesi Photobooth
Koordinator Bidang Infrastruktur Hijau, Manajemen Limbah, dan Ekonomi Sirkular UPT UB Green Campus, Angky Wahyu Putranto, S.T.P., M.P., Ph.D., mengatakan peserta cukup menukarkan lima botol plastik bekas untuk memperoleh satu kesempatan berfoto gratis di photobooth.

Menurut Angky, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan pengalaman baru bagi peserta CFD, tetapi juga menjadi bagian dari upaya UB Green Campus membangun kebiasaan memilah sampah plastik sejak dari lingkungan kampus.
“Mahasiswa dapat menukarkan lima botol plastik bekas untuk mendapatkan satu kali kesempatan berfoto gratis di photobooth,” ujarnya.
Botol yang terkumpul selanjutnya akan dikelola menjadi berbagai produk sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular. Selain menukarkan botol, peserta juga dapat memberikan donasi yang nantinya dimanfaatkan untuk mendukung Program Beasiswa Sampah.
Ia menambahkan, pengumpulan botol pada satu titik mempermudah proses pemilahan dan daur ulang sehingga limbah plastik dapat dimanfaatkan kembali secara optimal. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong semakin banyak sivitas akademika mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan kampus.
Mahasiswa Antusias Ikut CFD Bertema Peduli Lingkungan
Selain program tukar botol, CFD UB juga diramaikan dengan senam bersama, jalur bersepeda, serta photobooth yang ramai dikunjungi peserta sejak pagi. Berbagai aktivitas tersebut membuat suasana Bundaran Tugu Rektorat semakin semarak dan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk berolahraga sekaligus belajar tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Salah seorang peserta dari Fakultas Ilmu Budaya, Chania Kolifahturahmi, mengaku konsep yang dihadirkan pada CFD kali ini terasa berbeda karena memadukan hiburan dengan aksi peduli lingkungan.
“Yang paling menarik karena ada photobooth. Cukup menukarkan lima botol bekas atau membayar Rp5.000 sudah bisa berfoto. Menurut saya itu sangat menarik dan sepadan untuk kegiatan CFD kali ini,” katanya.
Senada dengan itu, Ainun Salsabila dari Fakultas STEM menilai kegiatan tersebut mampu mengajak mahasiswa lebih peduli terhadap lingkungan melalui cara yang menyenangkan. Ia mengaku menikmati rangkaian kegiatan mulai dari senam zumba, bersepeda, hingga penukaran botol plastik yang membuat suasana CFD semakin hidup.
Menurut Ainun, konsep seperti ini lebih efektif mengajak mahasiswa menjaga lingkungan karena dikemas melalui aktivitas yang dekat dengan keseharian mereka, bukan hanya lewat kampanye atau sosialisasi.
Program Berlanjut dengan Reverse Vending Machine
Melihat antusiasme peserta, UB Green Campus berencana menjadikan program tukar botol sebagai agenda rutin yang digelar setiap akhir bulan bersamaan dengan pelaksanaan Car Free Day Universitas Brawijaya.
Ke depan, program tersebut juga akan dikembangkan melalui penerapan Reverse Vending Machine (RVM) untuk mempermudah proses pengumpulan botol plastik di lingkungan kampus sekaligus memperluas partisipasi sivitas akademika dalam pengelolaan sampah.
Angky berharap program ini tidak hanya melibatkan mahasiswa, tetapi juga dosen, tenaga kependidikan, hingga seluruh sivitas akademika Universitas Brawijaya. Dengan demikian, kebiasaan memilah dan mengelola sampah plastik tidak berhenti pada kegiatan CFD semata, tetapi menjadi bagian dari budaya kampus yang lebih hijau, bersih, dan berkelanjutan. (gal)














