Kanal24, Malang – Kebutuhan dokter spesialis di Indonesia masih menjadi tantangan di tengah meningkatnya permintaan layanan kesehatan yang berkualitas dan merata. Di sejumlah daerah, keterbatasan tenaga spesialis masih menjadi persoalan yang berdampak pada akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Kondisi tersebut mendorong perguruan tinggi untuk terus memperkuat perannya dalam mencetak dokter spesialis yang kompeten sekaligus mendukung pemerataan tenaga medis di berbagai wilayah.
Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) melantik 23 dokter spesialis dalam Prosesi Pelantikan Dokter Spesialis yang digelar di Malang, Jumat (31/07/2026). Pada kesempatan itu, Dekan FKUB, Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med., Sp.A(K), menegaskan bahwa para lulusan diharapkan tidak hanya menguasai kompetensi sesuai bidang keilmuannya, tetapi juga mampu memberikan pelayanan kesehatan secara profesional dan berkontribusi memenuhi kebutuhan dokter spesialis di Indonesia.
Baca juga:
Mahasiswa UB Edukasi Warga Sulap Kulit Jeruk Jadi Pembersih Ramah Lingkungan
FKUB Perluas Akses Pendidikan Dokter Spesialis
Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med., Sp.A(K), mengatakan pelantikan dokter spesialis menjadi penanda berakhirnya proses pendidikan sekaligus awal pengabdian para lulusan sebagai tenaga medis profesional.

Menurutnya, seluruh lulusan telah dibekali kompetensi sesuai bidang spesialisasi masing-masing. Namun, kemampuan akademik saja tidak cukup. Dokter spesialis juga dituntut menjunjung tinggi profesionalisme dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Kami berharap mereka bisa bekerja dengan baik secara profesional dan memberikan layanan terbaik untuk masyarakat. Selain itu, kami juga berharap para alumni tetap menjalin komunikasi dengan almamater karena dukungan dan masukan mereka sangat penting bagi pengembangan institusi,” ujar Prof Wisnu
Prof Wisnu menjelaskan, FKUB terus berupaya menjawab kebutuhan dokter spesialis di Indonesia melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya dengan meningkatkan kuota penerimaan mahasiswa program pendidikan dokter spesialis serta membuka jalur utusan khusus dari pemerintah daerah.
Melalui jalur tersebut, pemerintah daerah dapat mengirimkan putra-putri terbaiknya untuk menempuh pendidikan di FKUB dan kembali mengabdi di daerah asal setelah lulus. Skema ini diharapkan mampu membantu pemerataan tenaga dokter spesialis di wilayah yang masih mengalami kekurangan.
Pendidikan Berstandar Nasional dengan Perspektif Global
Ketua penyelenggara pelantikan, Prof. Dr. dr. Agustin Iskandar, M.Kes, Sp.PK(K), menyampaikan bahwa 23 dokter spesialis yang dilantik berasal dari berbagai program studi, di antaranya Pulmonologi, Radiologi, Patologi Anatomi, dan Penyakit Dalam.
Saat ini, FKUB memiliki 22 Program Studi Dokter Spesialis (Sp-1) dan lima Program Studi Dokter Spesialis (Sp-2). Proses penerimaan mahasiswa dilakukan dua kali dalam setahun melalui seleksi yang ketat.
Setelah dinyatakan lolos seleksi, peserta menjalani orientasi di rumah sakit pendidikan, yakni RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, kemudian mengikuti mata kuliah kompetensi dasar sebelum memasuki pendidikan sesuai kurikulum masing-masing program studi. Seluruh peserta juga wajib lulus uji kompetensi nasional untuk memperoleh sertifikat profesi sebelum mengikuti yudisium dan prosesi pelantikan.
Menurut Prof Agustina, pendidikan dokter spesialis merupakan salah satu jenjang pendidikan yang memiliki tantangan besar karena peserta harus mampu menyeimbangkan tuntutan akademik dengan beban pelayanan kepada pasien.
“Harus memiliki fisik yang kuat dan mental yang kuat karena beban layanan sangat tinggi. Namun justru dari proses itu para dokter belajar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” katanya.
Selain memperkuat kualitas lulusan, FKUB juga terus mengembangkan mutu pendidikan melalui internasionalisasi di seluruh program studi serta penguatan keilmuan berbasis biomolekuler. Pendekatan tersebut menjadi salah satu keunggulan FKUB dalam menghasilkan dokter spesialis yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Lulusan Siap Mengabdi dan Terus Belajar
Perwakilan lulusan dokter spesialis, Dr. Johanna Tania Prianto, Sp.Rad., mengaku bersyukur dapat menyelesaikan pendidikan yang panjang dan penuh tantangan. Baginya, proses pendidikan spesialis tidak hanya membentuk kemampuan klinis, tetapi juga menumbuhkan empati terhadap pasien.

Selama menjalani pendidikan di rumah sakit, ia berhadapan dengan beragam kondisi pasien yang menjadi pengalaman berharga dalam memahami bahwa ilmu kedokteran dan pelayanan kesehatan terus berkembang.
“Selama bertugas di rumah sakit kami bertemu berbagai kondisi pasien. Dari situ kami belajar bahwa ilmu pengetahuan dan pelayanan kesehatan terus berkembang sehingga kami harus terus belajar seumur hidup,” ujarnya.
Setelah resmi menyandang gelar dokter spesialis, Johanna berkomitmen mengabdikan ilmu yang diperoleh kepada masyarakat sesuai bidang keahlian masing-masing. Ia juga mengajak para dokter muda untuk tidak ragu melanjutkan pendidikan ke jenjang spesialis.
“Gapailah cita-cita setinggi mungkin dan teruslah belajar. Semakin tinggi pendidikan yang kita tempuh, semakin besar pula manfaat yang bisa kita berikan kepada masyarakat,” tuturnya.
Pelantikan 23 dokter spesialis ini menjadi bagian dari komitmen FKUB dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan sekaligus mendukung pemerataan layanan medis di Indonesia. Melalui peningkatan kapasitas pendidikan, penguatan kurikulum berstandar internasional, serta kolaborasi dengan berbagai pemerintah daerah, FKUB berharap para lulusannya mampu menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas dan mudah diakses masyarakat. (ffn)













