Kanal24, Malang – Riset di perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui inovasi yang dapat diterapkan. Upaya tersebut dinilai penting untuk memperkuat pembangunan pertanian yang produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Pesan itu mengemuka dalam Seminar Nasional Teknologi Pertanian Indonesia (STPI) IV 2026 yang diselenggarakan Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB), Rabu (5/8/2026). Forum ilmiah tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, serta pelaku industri untuk memperkuat sinergi dalam pengembangan teknologi pertanian.
Baca Juga:
Mahasiswa UB Sulap Susu Tak Layak Jual Jadi Sabun Bernilai Ekonomi
Riset Harus Menjadi Solusi
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., menilai hasil penelitian harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan sebuah riset tidak cukup diukur dari banyaknya publikasi ilmiah, tetapi juga dari sejauh mana hasil penelitian dapat diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan di lapangan.

Ia mengatakan seminar nasional menjadi momentum penting untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan agar lahir kerja sama yang mampu mempercepat penerapan hasil penelitian.
“Seminar ini bukan hanya menjadi ruang untuk mempresentasikan hasil penelitian dan inovasi, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun jejaring, memperkuat kolaborasi, bertukar gagasan, dan melahirkan solusi konkret bagi berbagai persoalan pertanian Indonesia,” ujarnya.
Prof. Widodo menambahkan, perguruan tinggi perlu membangun ekosistem inovasi yang tidak berhenti pada aktivitas akademik semata. Hasil penelitian harus berkembang menjadi inovasi yang dapat dimanfaatkan secara luas.
“Kita perlu membangun ekosistem inovasi yang tidak berhenti pada publikasi atau hasil penelitian semata, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang dapat diimplementasikan, dimanfaatkan, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Sinergi Lintas Sektor Diperkuat
Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP, M.App.Life.Sc., Ph.D., mengatakan tantangan pembangunan pertanian saat ini memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah, lembaga penelitian, hingga dunia usaha dan industri.

Menurutnya, perkembangan teknologi akan memberikan nilai tambah apabila mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya sistem pertanian yang berkelanjutan.
“Kemajuan teknologi tidak cukup hanya menghasilkan inovasi, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat, memberikan nilai tambah, serta mendukung terciptanya sistem pertanian yang berkelanjutan,” katanya.
Ia berharap STPI IV 2026 dapat memperkuat keterkaitan antara riset, pengabdian kepada masyarakat, dan penerapan teknologi tepat guna sehingga inovasi yang lahir dari perguruan tinggi semakin siap diterapkan di berbagai sektor.
Perkuat Pemanfaatan Hasil Riset
Penyelenggaraan STPI IV 2026 menjadi salah satu upaya Universitas Brawijaya memperkuat pemanfaatan hasil penelitian melalui kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga penelitian, dunia usaha, dan industri. Melalui sinergi tersebut, inovasi diharapkan tidak berhenti di ruang akademik, tetapi berkembang menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Forum ilmiah ini sekaligus mempertegas komitmen Universitas Brawijaya dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang aplikatif untuk mendukung kemajuan sektor pertanian Indonesia yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (gal)













