Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Limbah Tahu Tak Lagi Jadi Ancaman, Tim UB Tawarkan Solusi Ekonomi Sirkular untuk Warga Pakiskembar

Dinia by Dinia
August 7, 2026
in Pendidikan
0
Limbah Tahu Tak Lagi Jadi Ancaman, Tim UB Tawarkan Solusi Ekonomi Sirkular untuk Warga Pakiskembar

Mahasiswa KKN UB mendemonstrasikan pengolahan limbah tahu kepada warga sebagai bagian dari edukasi pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai guna. (Ist)

13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Limbah cair industri tahu masih menjadi persoalan lingkungan di banyak daerah, termasuk di Dusun Tegalpasangan, Desa Pakiskembar, Kabupaten Malang. Pembuangan limbah ke saluran irigasi tidak hanya berpotensi mencemari kualitas air sungai, tetapi juga mengganggu lingkungan sekitar apabila tidak dikelola secara berkelanjutan. Di sisi lain, limbah hasil produksi tahu sebenarnya masih menyimpan potensi ekonomi apabila diolah dengan teknologi yang tepat.

Berangkat dari tantangan tersebut, Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Living Lab Universitas Brawijaya menghadirkan pendekatan berbasis ekonomi sirkular melalui Focus Group Discussion (FGD) dan demonstrasi pengolahan limbah tahu menjadi produk bernilai guna. Program ini melibatkan dosen dari tiga fakultas, yaitu Prof. Dr. Ir. Nur Hidayat, M.P. dari Fakultas Teknologi Pertanian dan Agroindustri (FTAB) sebagai ketua tim, Dr. Asus Maizar Suryanto H., S.Pi., M.P. dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), serta Lia Nihlah Najwah, S.IP., M.Si. dari FISIP Universitas Brawijaya, bersama sembilan mahasiswa KKN lintas disiplin.

Tim PkM Living Lab UB bersama warga Dusun Tegalpasangan, Desa Pakiskembar, dalam kegiatan pengolahan limbah tahu berbasis ekonomi sirkular (Ist.)

FGD Satukan Pemahaman Pengelolaan Limbah

FGD yang dilaksanakan pada 29 Juni 2026 menjadi ruang dialog antara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, 23 kelompok pengusaha tahu, Pemerintah Desa Pakiskembar, PT Beiersdorf Indonesia, pemerintah kecamatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Forum tersebut bertujuan membangun pemahaman bersama mengenai pemanfaatan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal hasil program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Beiersdorf sekaligus menjadi wadah bagi pelaku usaha untuk menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam pengelolaan limbah produksi tahu.

Kesamaan persepsi mengenai pentingnya menjaga kualitas aliran sungai diharapkan menjadi fondasi bagi pengelolaan limbah yang lebih efektif sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan fasilitas IPAL yang telah tersedia.

Dari Limbah Menjadi Produk Bernilai Ekonomi

Sebagai tindak lanjut, pada 30 Juni 2026 tim PKM Living Lab Universitas Brawijaya menyelenggarakan demonstrasi tiga inovasi pengolahan limbah tahu, yaitu pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah cair tahu, budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) menggunakan ampas tahu, serta produksi pelet ikan berbahan campuran tepung maggot, ampas tahu, dan bahan bernutrisi lainnya. Demonstrasi tersebut menjadi bagian dari rangkaian program KKN yang bertujuan menghadirkan solusi alternatif terhadap pencemaran air sungai akibat limbah cair tahu.

Pada sesi pertama, masyarakat diperkenalkan cara mengolah limbah cair tahu menjadi pupuk organik cair melalui proses fermentasi sekitar 14 hari menggunakan EM4 dan molase. Hasil fermentasi kemudian dapat dimanfaatkan sebagai pupuk setelah diencerkan sesuai dosis penggunaan.

Warga bersama mahasiswa mempraktikkan pembuatan pelet ikan berbahan campuran maggot dan ampas tahu sebagai alternatif pakan yang bernilai ekonomi (Ist.)

Tim juga mendemonstrasikan budidaya maggot sebagai alternatif pemanfaatan ampas tahu. Larva Black Soldier Fly (BSF) memiliki kandungan protein tinggi dan dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun ikan. Selain bernilai ekonomi, budidaya maggot juga memanfaatkan limbah organik rumah tangga sehingga biaya produksinya relatif rendah.

Inovasi ketiga berupa pembuatan pelet ikan secara mandiri menggunakan campuran tepung maggot, tepung ampas tahu, tepung ikan, MBM, dedak, tepung tapioka, vitamin ikan, dan bahan pendukung lainnya. Melalui proses pencampuran dan pencetakan menggunakan mesin pelet, masyarakat diperkenalkan alternatif pakan ikan yang lebih ekonomis.

Pengabdian yang Berorientasi Keberlanjutan

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang demonstrasi berlangsung. Warga aktif mengikuti praktik, berdiskusi, dan berharap solusi yang diperkenalkan mampu membantu mengurangi pencemaran sungai sekaligus membuka peluang ekonomi baru. Sebagai bentuk keberlanjutan program, tim PKM Living Lab Universitas Brawijaya menyerahkan alat, bahan, dan modul panduan agar masyarakat dapat mempraktikkan seluruh inovasi secara mandiri setelah kegiatan berakhir.

Melalui pendekatan ini, Universitas Brawijaya tidak hanya menawarkan solusi terhadap persoalan lingkungan, tetapi juga mendorong lahirnya model ekonomi sirkular berbasis masyarakat. Pemanfaatan limbah tahu menjadi pupuk organik, maggot, dan pelet ikan diharapkan mampu mengurangi beban pencemaran sekaligus menciptakan nilai tambah bagi pelaku usaha dan masyarakat di sekitar sentra industri tahu.

Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak) melalui pengurangan pencemaran air, SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui pemanfaatan kembali limbah menjadi produk bernilai ekonomi, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan membuka peluang usaha berbasis ekonomi sirkular.(Din)

Post Views: 47
Tags: Asus Maizar Suryantoekonomi sirkularLiving Lab Universitas BrawijayaPengabdian MasyarakatPKMSDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung JawabSDG 6 Air Bersih dan Sanitasi Layakub berdampakuniversitas brawijaya
Previous Post

SMA BSS dan Joto High School Belajar Bersama Lewat Culture Exchange

Next Post

Ramalan Zodiak Hari Ini: Aries, Taurus, dan Gemini Dipenuhi Peluang Positif

Dinia

Dinia

Next Post
Ramalan Zodiak Hari Ini: Aries, Taurus, dan Gemini Dipenuhi Peluang Positif

Ramalan Zodiak Hari Ini: Aries, Taurus, dan Gemini Dipenuhi Peluang Positif

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Kulit Jeruk Tak Lagi Jadi Limbah, Mahasiswa UB Ubah Jadi Pestisida hingga Sabun Cuci Piring

Kulit Jeruk Tak Lagi Jadi Limbah, Mahasiswa UB Ubah Jadi Pestisida hingga Sabun Cuci Piring

August 10, 2026
Dari Pakan Mahal hingga Sungai Terdegradasi, UB Bangun Solusi Sistem Pertanian Terpadu

Dari Pakan Mahal hingga Sungai Terdegradasi, UB Bangun Solusi Sistem Pertanian Terpadu

August 10, 2026
Vokasi UB Dorong Dawai Cempluk Jadi Ikon Ekonomi Kreatif

Vokasi UB Dorong Dawai Cempluk Jadi Ikon Ekonomi Kreatif

August 10, 2026
FK UB dan Pemkab Jember Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Pemberdayaan Ibu

FK UB dan Pemkab Jember Perkuat Pencegahan Stunting Lewat Pemberdayaan Ibu

August 10, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025