Kanal24, Malang – Sejumlah akses masuk Universitas Brawijaya (UB) mengalami penyesuaian selama pelaksanaan PKKMB Raja Brawijaya 2026. Gerbang Veteran, Gerbang BNI, dan Gerbang Panjaitan ditutup sementara ketika mahasiswa baru mulai berkumpul hingga rangkaian kegiatan selesai.
Pengaturan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan aktivitas di dalam kampus sekaligus menjaga kelancaran pergerakan mahasiswa baru selama rangkaian Raja Brawijaya 2026.
Satpam Gerbang Veteran UB, Yudhistira Hari Mulya, mengatakan penutupan dilakukan ketika mahasiswa baru mulai berkumpul. Sementara itu, akses bagi karyawan UB tetap diberikan dengan menunjukkan identitas sebagai warga kampus.
“Saat maba berkumpul, semuanya ditutup. Untuk akses mengantar saja, orang tua bisa di luar gerbang. Untuk karyawan-karyawan di dalam harus menunjukkan ID card,” ujar Yudhistira.
Tiga Gerbang Akses Masuk Ditutup
Menurut Yudhistira, terdapat tiga gerbang yang ditutup sebagai akses masuk selama mahasiswa baru mengikuti kegiatan PKKMB, yakni Gerbang Veteran, Gerbang BNI, dan Gerbang Panjaitan.
Sementara Gerbang KPRI tetap dapat digunakan karena tidak menjadi lokasi aktivitas PKKMB.
Pengaturan tersebut mempertimbangkan aktivitas warga kampus yang tetap berlangsung selama PKKMB. Selain mahasiswa baru, aktivitas UB juga melibatkan dosen, karyawan, pimpinan fakultas, hingga Rektor.
“Di UB bukan hanya mahasiswa saja. Ada karyawan, dosen, Bapak Dekan, Bapak Rektor, dan lain-lainnya,” jelas Yudhistira.
Karena itu, warga UB yang tetap membutuhkan akses selama kegiatan dapat menggunakan jalur yang tersedia sesuai ketentuan petugas.
Gerbang Dibuka Setelah Kegiatan Maba Selesai

Satpam Gerbang Veteran lainnya, Nafis Febriandoko, menjelaskan pengaturan lalu lintas dimulai sejak pagi ketika mahasiswa baru mulai berdatangan.
Menurutnya, kawasan sekitar Gerbang Veteran mulai ramai sejak dini hari. Setelah mahasiswa baru memasuki area kegiatan, akses gerbang kemudian ditutup untuk mengurangi kepadatan kendaraan dan aktivitas di dalam kampus.
“Kegiatan maba mulai dari pagi, kita memang sudah tutup sampai jam 10-an dan mungkin dibuka sedikit untuk akses karyawan UB,” kata Nafis.
Setelah rangkaian kegiatan mahasiswa baru selesai sekitar pukul 10.00 WIB, gerbang kemudian dibuka kembali untuk mengakomodasi pergerakan keluar dari kawasan kampus.
Nafis mengatakan akses tersebut diprioritaskan untuk karyawan UB, sementara masyarakat umum tidak diperbolehkan masuk melalui akses yang sedang dibatasi.
Karyawan Diminta Bawa Identitas
Bagi warga UB yang tetap membutuhkan akses masuk ke kampus selama pengaturan berlangsung, petugas meminta karyawan menunjukkan ID card sebagai identitas.
Sementara untuk akses keluar, Yudhistira menjelaskan kendaraan dapat menggunakan Gerbang Watugong yang difungsikan sebagai akses keluar.
Meskipun tidak diwajibkan untuk akses keluar, ia menyarankan warga kampus tetap membawa identitas untuk mengantisipasi kebutuhan di lapangan.
“Kalau untuk keluar saja itu tidak membutuhkan. Tapi sebagai saran, lebih baik bawa ID card dan identitas seperti STNK,” ujarnya.
Security Imbau Maba Datang Tepat Waktu
Selain pengaturan gerbang, petugas keamanan juga mengingatkan mahasiswa baru agar mengikuti ketentuan selama rangkaian PKKMB.
Yudhistira meminta mahasiswa baru maupun warga UB tidak mencoba menerobos jalur yang telah ditentukan karena pengaturan tersebut berkaitan dengan keselamatan dan kelancaran kegiatan.
Sementara Nafis mengimbau mahasiswa baru lebih disiplin terhadap waktu. Ia menyebut masih terdapat mahasiswa baru yang datang terlambat pada hari pertama.
“Imbauan saya bagi mahasiswa baru, mereka harus lebih rajin datang karena tadi banyak yang telat. Kalau setiap masuk, lebih terorganisir dan tepat waktu,” kata Nafis.
Pengaturan akses tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan kelancaran mobilitas selama pelaksanaan Raja Brawijaya 2026, khususnya ketika ribuan mahasiswa baru beraktivitas secara bersamaan di lingkungan kampus UB. (nid)














