Kanal24, Malang — Potensi sebuah desa tidak cukup hanya dikenal oleh masyarakat yang tinggal di dalamnya. Di tengah semakin pentingnya informasi digital dalam mengenalkan wilayah, desa membutuhkan cara baru untuk memperkenalkan sejarah, kondisi, potensi ekonomi, hingga aktivitas masyarakat kepada publik yang lebih luas.
Kebutuhan tersebut dirasakan Pemerintah Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Melalui Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya Kelompok 63, Desa Kemloko kini tengah menyiapkan video profil sebagai salah satu upaya memperkuat identitas digital desa.
Baca juga : Manfaatkan Lahan Terbatas, MMD UB Kenalkan Aquaponik di Sirigan
Pembuatan video profil tersebut dimulai pada minggu kedua pelaksanaan MMD, Rabu (15/7/2026). Program ini merupakan permintaan langsung dari Pemerintah Desa Kemloko melalui Kepala Desa Miftachul Choiri, S.Pd.
“Hal tersebut disampaikan langsung oleh beliau pada saat kami pertama kali melakukan survey lokasi sebelum kami melakukan MMD,” ungkap Jelita, PIC video profil Desa Kemloko.
Bagi MMD UB Kelompok 63, video profil desa menjadi salah satu luaran penting selain video profil UMKM. Dosen Pembimbing Lapangan kelompok 63, Endry Putra, S.I.Kom., M.I.Kom., menyetujui pengembangan video tersebut sebagai bagian dari upaya mengenalkan Desa Kemloko ke skala yang lebih luas.
Video Profil sebagai Identitas Digital Desa
Kebutuhan itu bukan semata soal membuat sebuah video. Pemerintah desa melihat video profil sebagai media untuk membangun representasi Kemloko di ruang digital.
Sekretaris Desa Kemloko, Chotib Ashari, S.Pd., menjelaskan bahwa video tersebut dapat menjadi identitas digital sekaligus memberikan gambaran mengenai desa kepada masyarakat yang lebih luas.
“Ini berfungsi sebagai identitas digital bagi desa dan gambaran kepada masyarakat lebih luas terkait sejarah, kondisi geografis, hingga potensi ekonomi dalam kemasan yang informatif dan modern,” jelas Chotib.
Konsep video pun tidak hanya menampilkan pemerintahan desa. Tim MMD UB Kelompok 63 merencanakan pengambilan footage kondisi sosial dan alam Desa Kemloko, disertai pengenalan pemerintah desa.
“Video tersebut nantinya berisi footage-footage kondisi sosial dan alam desa, sama akan ada pengenalan dari pemerintah desa,” ujar Jelita.
Materi visual tersebut menjadi penting karena video profil diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai Kemloko. Bukan hanya siapa yang menjalankan pemerintahan desa, tetapi juga bagaimana kondisi wilayah dan potensi yang dimilikinya.
Video profil sebelumnya memang pernah dibuat oleh mahasiswa yang melaksanakan KKN di Desa Kemloko. Namun, Pemerintah Desa menilai perlu dilakukan pembaruan dan penyesuaian. Nurul Arifin selaku Kaur Umum dan Tata Usaha menyarankan agar video kembali dibuat dengan sejumlah pembaruan, termasuk pengenalan terhadap pemerintah desa.
Dari Identitas Digital hingga Peluang Kolaborasi
Pembaruan tersebut sekaligus membuka fungsi lain dari video profil. Desa tidak hanya membutuhkan media untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat, tetapi juga sarana untuk menunjukkan potensi kepada pihak-pihak yang berpeluang menjadi mitra.
Video profil dapat dimanfaatkan sebagai media bagi investor maupun stakeholder untuk melihat potensi Desa Kemloko. Dari sana, peluang kerja sama dapat berkembang pada sejumlah bidang, mulai dari UMKM, pariwisata, hingga program sosial.
Tim menargetkan video profil tersebut selesai sebelum pelaksanaan “Malam Puncak Literasi” sehingga dapat ditayangkan dalam agenda malam perpisahan MMD.
Bagi mahasiswa, proses ini juga menjadi pengalaman untuk menerapkan kemampuan yang dimiliki secara langsung di masyarakat. Koordinator Desa MMD Kelompok 63, Irsyad, berharap karya yang dihasilkan dapat memberikan manfaat bagi Kemloko.
“Kami hanya berharap dapat memberikan manfaat bagi desa melalui segala upaya dari segala sisi bidang yang dapat kami berikan, karen pastinya kami di sini sebagai implementasi pengabdian pertama kami,” harap Irsyad.
Lebih dari sekadar luaran MMD, video profil Desa Kemloko menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa dapat diarahkan pada kebutuhan komunikasi yang semakin relevan bagi desa. Ketika informasi tentang sebuah wilayah dapat dikemas secara informatif dan mudah diakses, potensi desa memiliki peluang lebih besar untuk dikenal di luar wilayahnya.
Pada akhirnya, digitalisasi bukan hanya tentang menghadirkan desa di internet. Ia juga menjadi bagian dari upaya memperkuat cara desa memperkenalkan dirinya, membangun jejaring, dan membuka peluang kolaborasi.(Din)














