Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Manfaatkan Lahan Terbatas, MMD UB Kenalkan Aquaponik di Sirigan

Einid Shandy by Einid Shandy
August 22, 2026
in Pendidikan, Riset Inovasi
0
Manfaatkan Lahan Terbatas, MMD UB Kenalkan Aquaponik di Sirigan

Sosialisasi Pemanfaatan Galon Bekas Sebagai Media Budidaya Lele (Dok. MMD UB)

1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Ngawi – Keterbatasan lahan tidak harus menjadi penghalang bagi keluarga untuk menghasilkan pangan dari rumah. Melalui sistem aquaponik, ikan dan sayuran dapat dibudidayakan secara bersamaan dalam satu rangkaian yang memanfaatkan ruang dan air secara lebih efisien.

Konsep tersebut dikenalkan mahasiswa Kelompok 46 Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) kepada ibu-ibu PKK Desa Sirigan, Kabupaten Ngawi, Selasa (14/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan budidaya ikan lele dan kangkung, pemanfaatan limbah organik menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF), hingga pengolahan hasil budidaya menjadi produk pangan bernilai tambah.

Program ini menyasar ibu-ibu PKK karena dinilai memiliki peran penting dalam pengelolaan pangan rumah tangga sekaligus pengembangan ekonomi keluarga.

Kegiatan juga melibatkan Ibnu Malik Afandi, S.Pd., guru SMPN 1 Paron sekaligus peternak lele di Desa Sirigan. Dukungan turut diberikan Sri Widyaningsih selaku Bidan Desa Sirigan, Indhita selaku Ketua PKK Desa Sirigan, serta anggota PKK yang mengikuti kegiatan.

Baca juga:
Program SEHATI : MMD UB Edukasi Ibu Balita tentang Gizi Seimbang di Desa Langlang

Sosialisasi Pemanfaatan Galon Bekas Sebagai Media Budidaya Lele (Dok. MMD UB)

Aquaponik Gabungkan Budidaya Ikan dan Sayuran

Sistem aquaponik menjadi salah satu inovasi yang diperkenalkan karena dapat menggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem. Konsep tersebut memungkinkan masyarakat memanfaatkan ruang terbatas untuk menghasilkan lebih dari satu jenis pangan.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengenalkan penggunaan galon bekas sebagai wadah sederhana untuk budidaya ikan lele. Pemanfaatan bahan bekas tersebut sekaligus menjadi upaya mengurangi limbah plastik yang masih memiliki potensi guna.

Materi mengenai budidaya lele disampaikan Raihan Rakha Satria. Ia menjelaskan bahwa budidaya ikan tidak selalu membutuhkan kolam permanen maupun lahan luas.

“Budidaya ikan tidak selalu membutuhkan kolam permanen dengan biaya yang besar. Galon bekas yang selama ini hanya menjadi sampah sebenarnya masih memiliki nilai guna apabila dimanfaatkan secara kreatif,” jelas Raihan.

Menurutnya, pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar rumah dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat yang ingin mencoba budidaya ikan dengan biaya relatif terjangkau.

Sementara itu, Putra Setya Adhi Wirawan memperkenalkan teknik budidaya kangkung sebagai bagian dari sistem aquaponik. Kangkung dipilih karena relatif mudah dibudidayakan dan memiliki masa panen yang cukup singkat.

“Kami sengaja memilih tanaman yang sederhana dan sudah akrab dengan masyarakat agar teknologi aquaponik terasa lebih mudah diterapkan setelah pelatihan ini selesai,” ujar Putra.

Baca juga:
Mahasiswa MMD UB Kembangkan Sistem Monitoring Kelembapan Tanah Berbasis IoT

Maggot BSF Ubah Limbah Jadi Pakan Ikan

Konsep pemanfaatan sumber daya juga diperluas melalui pengenalan maggot Black Soldier Fly (BSF). Mahasiswa MMD UB mengenalkan maggot sebagai salah satu alternatif pakan ikan sekaligus sarana mengolah limbah organik rumah tangga.

Rafa Satria Anggaky menjelaskan bahwa biaya pakan menjadi salah satu komponen penting dalam budidaya lele. Pemanfaatan maggot dapat menjadi alternatif untuk membantu menekan biaya sekaligus memanfaatkan limbah organik yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Limbah sayuran yang selama ini dibuang ternyata masih memiliki nilai ekonomi. Dengan membudidayakan maggot, limbah tersebut dapat diubah menjadi pakan ikan sehingga tercipta siklus pemanfaatan yang lebih berkelanjutan,” ungkap Rafa.

Dengan pendekatan tersebut, sistem budidaya tidak hanya menghasilkan ikan dan sayuran, tetapi juga berupaya mengurangi bahan yang terbuang melalui pemanfaatan kembali limbah.

Dari Budidaya hingga Peluang Usaha

Mahasiswa MMD UB juga membekali anggota PKK dengan pengetahuan dasar kewirausahaan. Materi tidak hanya diarahkan agar masyarakat mampu menghasilkan pangan, tetapi juga memahami potensi ekonomi dari hasil budidaya.

Revananda Oktavia Ramadhani memperkenalkan Business Model Canvas (BMC) sebagai alat untuk menyusun model bisnis sederhana. Sementara itu, Nachuia Cemara Kilimanjaro Agnitian Putri menjelaskan perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), margin keuntungan, hingga omzet.

“Budidaya akan memberikan manfaat ekonomi apabila masyarakat memahami bagaimana menghitung biaya produksi, menentukan harga jual, dan merencanakan pemasaran produk,” jelas Nachuia.

Hasil budidaya juga diperkenalkan untuk diolah menjadi produk pangan lain. Salah satunya melalui pengolahan ikan lele menjadi gyoza.

Diversifikasi tersebut membuka kemungkinan agar hasil budidaya tidak hanya dijual dalam bentuk ikan segar. Produk olahan dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus memperluas peluang pemasaran.

Dorong Kemandirian Pangan Keluarga

Ketua PKK Desa Sirigan, Indhita, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa MMD UB. Menurutnya, materi yang diberikan cukup beragam karena tidak hanya membahas teknik budidaya, tetapi juga pengolahan hasil dan pengelolaan usaha.

“Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan oleh anggota PKK di rumah masing-masing dan menjadi awal terbentuknya kegiatan budidaya yang mampu mendukung ketahanan pangan keluarga,” tuturnya.

Melalui integrasi budidaya lele dan kangkung, pemanfaatan limbah organik dengan maggot BSF, serta pengolahan hasil menjadi produk bernilai tambah, Kelompok 46 MMD UB berharap masyarakat Desa Sirigan dapat mengembangkan pemanfaatan lahan secara lebih produktif.

Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa keterbatasan lahan dapat disiasati melalui teknologi sederhana yang disesuaikan dengan potensi lokal. Dari ruang terbatas, masyarakat dapat mulai membangun sumber pangan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi keluarga. (afr)

Post Views: 42
Tags: Afra AureliaBudidaya AquaponikBusiness Model CanvasDesa SiriganDiversifikasi Panganekonomi sirkularkemandirian panganKewirausahaanMahasiswa Membangun DesaMMD Ubpengolahan limbah organikUBuniversitas brawijaya
Previous Post

Psikologi UB Bekali Siswa SD Al Irsyad dengan Literasi Digital

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Manfaatkan Lahan Terbatas, MMD UB Kenalkan Aquaponik di Sirigan

Manfaatkan Lahan Terbatas, MMD UB Kenalkan Aquaponik di Sirigan

August 22, 2026
Psikologi UB Bekali Siswa SD Al Irsyad dengan Literasi Digital

Psikologi UB Bekali Siswa SD Al Irsyad dengan Literasi Digital

August 22, 2026
Lemari Penuh, Mengapa Masih Terus Belanja Baju? 

Lemari Penuh, Mengapa Masih Terus Belanja Baju? 

August 22, 2026
Jembatan Garuda TNI AD Bangun 83 Jembatan, 68 Rampung

Jembatan Garuda TNI AD Bangun 83 Jembatan, 68 Rampung

August 22, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025