Kanal24, Malang – Kebiasaan memilah sampah menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan sampah di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Untuk menumbuhkan kebiasaan tersebut sejak dini, Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya (UB) Kelompok 18 menghadirkan program edukasi “Pilah, Olah, Manfaatkan!” sekaligus meluncurkan bank sampah mini di SDN 2 Watugede, Selasa (21/7/2026).
Program tersebut menyasar siswa kelas 3 SDN 2 Watugede dengan mengenalkan jenis-jenis sampah, cara memilah, hingga pemanfaatannya. Bank sampah mini menjadi sarana bagi siswa untuk mempraktikkan secara langsung kebiasaan memilah sampah di lingkungan sekolah.
Penanggung jawab program, Shinta Maharani, mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UB, mengatakan program tersebut berangkat dari kondisi pengelolaan bank sampah di Desa Watugede yang dinilai masih belum efektif. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan memilah sampah sejak dari sumber yang masih rendah. SDN 2 Watugede dipilih sebagai sasaran karena usia sekolah dasar dinilai menjadi masa yang tepat untuk mulai membentuk kebiasaan baru yang nantinya dapat diterapkan hingga ke lingkungan rumah.
“Kami melihat bank sampah di Desa Watugede telah ada dan berfungsi, tetapi dalam pengelolaannya ternyata sistemnya masih kurang efektif. Oleh karena itu, kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada anak-anak siswa Sekolah Dasar (SD) bahwa sampah itu bisa dikelola, bukan sekadar dibuang begitu saja. Kalau dipilah dan diolah dengan benar, sampah bahkan bisa punya nilai ekonomi, Dengan begitu, harapannya siswa SDN 2 Watugede, dapat melaksanakan dan menerapkan sistem bank sampah di tingkat sekolah dengan baik hingga memberikan dampak ke bank sampah tingkat desa pula,” ujar Shinta di sela kegiatan.
Baca juga: Desa Butuh Identitas Digital, MMD UB 63 Garap Video Profil Kemloko
Kenalkan Tiga Jenis Sampah dan Prinsip 3R
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa MMD UB mengenalkan tiga jenis sampah kepada siswa, yaitu sampah organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Siswa juga mendapat penjelasan mengenai dampak sampah yang dibiarkan berserakan, seperti banjir dan pencemaran lingkungan.
Materi dilengkapi dengan pengenalan konsep daur ulang dan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Agar lebih mudah dipahami siswa kelas 3 SD, materi disampaikan secara interaktif melalui gambar, cerita, dan sesi tanya jawab.
Edukasi tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi. Mahasiswa MMD UB juga menyerahkan Bank Sampah Mini kepada pihak sekolah untuk dikelola secara mandiri oleh siswa dengan pendampingan guru.
Bank sampah mini tersebut digunakan sebagai sarana bagi siswa untuk mengumpulkan dan menabung botol plastik bekas agar dapat didaur ulang dan tidak mencemari lingkungan. Melalui cara tersebut, siswa dapat langsung mempraktikkan pemilahan sampah dalam aktivitas sehari-hari.

Bank Sampah Mini Jadi Sarana Praktik Siswa
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBIPK), Mahfudlotul `Ula, S.E., M.Si., turut mengapresiasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pemilihan sekolah dasar sebagai mitra kegiatan dinilai tepat karena manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang dan tidak berhenti setelah pelaksanaan MMD berakhir.
Setelah peluncuran, Bank Sampah Mini di SDN 2 Watugede diharapkan dapat meningkatkan kepekaan siswa dalam memilah sampah berdasarkan jenisnya. Kebiasaan yang dimulai dari lingkungan sekolah tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap pengelolaan Bank Sampah di tingkat Desa Watugede.
Program “Pilah, Olah, Manfaatkan!” merupakan bagian dari kegiatan MMD UB Kelompok 18 di Desa Watugede. Pelaksanaan program mendapat dukungan dari masyarakat Desa Watugede, Dosen Pembimbing Lapangan, serta Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya.














