Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Mengapa Peneliti UB Menggunakan LEGO untuk Merancang Solusi Pembangunan?

Dinia by Dinia
July 20, 2026
in Riset Inovasi
0
Mengapa Peneliti UB Menggunakan LEGO untuk Merancang Solusi Pembangunan?
32
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Apa yang terlintas ketika mendengar kata LEGO? Bagi banyak orang, balok-balok berwarna itu identik dengan permainan anak-anak. Namun di ruang-ruang riset dan inovasi, LEGO justru menjadi media untuk membantu para peneliti memahami persoalan yang rumit, menyatukan berbagai sudut pandang, hingga merancang solusi secara kolaboratif.

Pendekatan tersebut dikenal sebagai LEGO® Serious Play (LSP). Berbeda dengan diskusi atau presentasi pada umumnya, metode ini mengajak setiap peserta membangun model tiga dimensi menggunakan balok LEGO sebagai representasi gagasan, pengalaman, maupun tantangan yang sedang dihadapi. Melalui model tersebut, peserta kemudian menjelaskan makna di balik setiap susunan balok sehingga seluruh anggota kelompok memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan perspektifnya.

Metode yang kini digunakan di berbagai universitas, organisasi, hingga perusahaan di dunia itu diterapkan dalam Lokalatih Mitra PKR PERINTIS Universitas Brawijaya (UB) yang berlangsung di Gets Hotel Malang pada 15–17 Juli 2026. Selama tiga hari, peserta diajak memetakan persoalan, membangun model bersama, hingga menyusun konsep proyek penelitian transdisipliner menggunakan pendekatan LEGO Serious Play.

Dari Permainan Menjadi Metode Ilmiah

LEGO Serious Play dikembangkan pada akhir 1990-an sebagai metode fasilitasi untuk membantu organisasi menghadapi persoalan yang kompleks. Intinya bukan pada balok LEGOnya, melainkan pada proses “thinking with hands” atau berpikir melalui aktivitas membangun model.

Lokalatih PKR Perintis UB menggunakan metode LEGO Serious Play (Ist.)

Setiap model yang dibuat peserta menjadi metafora dari suatu kondisi atau persoalan. Ketika peserta menjelaskan model tersebut, mereka tidak hanya menyampaikan pendapat, tetapi juga menghubungkan pengalaman, pengetahuan, hingga hubungan antaraktor dalam sebuah sistem. Cara ini dinilai mampu menghasilkan diskusi yang lebih setara karena setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk berbicara.

Dalam dunia penelitian, pendekatan seperti ini semakin relevan ketika persoalan yang dibahas tidak memiliki jawaban tunggal dan membutuhkan kolaborasi lintas disiplin ilmu.

Menjawab Tantangan Penelitian Masa Kini

Persoalan pembangunan saat ini tidak lagi dapat diselesaikan oleh satu bidang ilmu saja. Perubahan iklim, pengelolaan sumber daya alam, transformasi digital, kesehatan masyarakat, hingga pemberdayaan ekonomi saling berkaitan dan melibatkan banyak pemangku kepentingan.

Karena itu, pendekatan transdisipliner semakin banyak dikembangkan. Berbeda dengan penelitian multidisiplin yang hanya mempertemukan beberapa disiplin ilmu, penelitian transdisipliner juga melibatkan masyarakat, pemerintah, dunia usaha, maupun komunitas sebagai bagian dari proses penyusunan solusi.

Melalui pendekatan tersebut, penelitian tidak berhenti menghasilkan pengetahuan baru, tetapi juga mendorong lahirnya solusi yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata.

Belajar Melalui Simulasi Kolaboratif

Dalam lokalatih PKR PERINTIS UB, sebanyak 17 peserta dibagi ke dalam empat kelompok. Mereka mengikuti tiga tahapan utama, yakni memetakan persoalan, membangun model kolektif, dan mengembangkan konsep proyek kolaboratif. Seluruh proses dilakukan menggunakan metode LEGO Serious Play yang difasilitasi oleh Desi Dwi Prianti dari Universitas Brawijaya bersama Elske van de Fliert dari The University of Queensland, Australia, yang telah tersertifikasi sebagai fasilitator International LEGO Serious Play.

Melalui susunan LEGO, peserta tidak hanya menggambarkan objek secara harfiah, tetapi juga mengekspresikan pengalaman, imajinasi, serta pemahaman terhadap persoalan pembangunan yang kompleks. Berbagai isu yang diangkat dalam diskusi meliputi konservasi sumber daya air berbasis citizen science, masyarakat yang berkeadilan dan mandiri energi, pemberdayaan melalui pemetaan aset dan aktor, hingga penguatan komunikasi komunitas berbasis digital.

Mengenal PKR PERINTIS UB

Lokalatih tersebut merupakan bagian dari kegiatan PKR PERINTIS UB, sebuah program yang mendorong pengembangan penelitian transdisipliner melalui kolaborasi lintas keilmuan dan kemitraan internasional.

Untuk memperkaya perspektif peserta, lokalatih juga menghadirkan Loes Witteveen dari Wageningen University & Research yang memperkenalkan konsep Living Labs, yakni pendekatan inovasi terbuka yang menghubungkan penelitian dengan implementasi di lingkungan kehidupan nyata. Selain itu, Adrian Athique dari The University of Queensland membawakan materi mengenai Digital Inclusion, yang menekankan bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan akses teknologi, tetapi juga literasi, keamanan, keadilan, dan keberdayaan masyarakat.

Kombinasi ketiga pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa penelitian masa kini tidak lagi dilakukan secara terpisah di laboratorium atau ruang kelas. Sebaliknya, riset dibangun melalui dialog bersama masyarakat agar solusi yang dihasilkan lebih relevan dan berdampak.

Lokalatih PKR PERINTIS UB menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu lahir dari teknologi yang rumit. Terkadang, balok LEGO yang tampak sederhana justru mampu membuka ruang dialog yang lebih setara, membantu peneliti melihat persoalan dari berbagai sudut pandang, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas disiplin.

Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, pendekatan seperti LEGO Serious Play menjadi pengingat bahwa kualitas sebuah penelitian tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan metodenya, tetapi juga oleh kemampuan menghadirkan berbagai perspektif untuk merancang solusi yang dapat diterapkan bersama.(Din)

Post Views: 89
Tags: akademisi ubCitizen ScienceDigital Inclusioninovasi penelitianKampus berdampakkolaborasi risetLEGO Serious PlayLego Serious Play IndonesiaLiving LabsMetode PenelitianPembangunan BerkelanjutanPeneliti UBPenelitian TransdisiplinerPKR PERINTIS UBRiset Berbasis MasyarakatThe University of QueenslandTransdisciplinary Researchub berdampakuniversitas brawijayaWageningen University & Research
Previous Post

Gerobak Gizi Keliling FBiPK UB Edukasi Anak Lewat Pangan Lokal

Next Post

Mahasiswa KKN UB Tebar 2.500 Bibit Lele untuk Perkuat Ketahanan Pangan Desa

Dinia

Dinia

Next Post
Mahasiswa KKN UB Tebar 2.500 Bibit Lele untuk Perkuat Ketahanan Pangan Desa

Mahasiswa KKN UB Tebar 2.500 Bibit Lele untuk Perkuat Ketahanan Pangan Desa

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Direktur UB Medcom: AI Tak Akan Gantikan Kreativitas Penulis

Direktur UB Medcom: AI Tak Akan Gantikan Kreativitas Penulis

July 21, 2026
BTS Ramaikan Halftime Show Piala Dunia 2026

BTS Ramaikan Halftime Show Piala Dunia 2026

July 21, 2026
FTAB UB Ajak Warga Ketawanggede Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

FTAB UB Ajak Warga Ketawanggede Sulap Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

July 21, 2026
Peneliti UB Temukan Cara Ubah Serbuk Sari Sawit Jadi Pakan Fungsional Lebah

Peneliti UB Temukan Cara Ubah Serbuk Sari Sawit Jadi Pakan Fungsional Lebah

July 21, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025