Kanal24, Malang – Sebanyak 2.500 bibit lele ditebar mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Bioindustri Pangan dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya di Desa Argosuko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Program ini menjadi upaya memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat melalui budidaya ikan air tawar.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Argosuko itu merupakan hasil kolaborasi mahasiswa KKN FBiPK UB bersama pemerintah desa dan kelompok masyarakat setempat. Selain penebaran bibit, warga juga memperoleh pendampingan mengenai teknik budidaya lele hingga pemanfaatan sistem aquaponik agar hasil budidaya lebih optimal.
Baca juga:
Mengapa Daerah Kaya SDA Justru Banyak yang Miskin? Guru Besar UB Soroti Bahaya Oligarki
Budidaya Lele Dipilih karena Mudah dan Bernilai Ekonomi
Ketua pelaksana KKN menjelaskan budidaya lele dipilih karena relatif mudah dilakukan, waktu panennya singkat, serta memiliki permintaan pasar yang terus meningkat. Selain menjadi sumber protein bagi keluarga, usaha ini dinilai mampu memberikan tambahan penghasilan apabila dikelola secara berkelanjutan.

Melalui program tersebut, mahasiswa tidak hanya menyerahkan bantuan bibit, tetapi juga berbagi pengetahuan mengenai pemeliharaan ikan, pemberian pakan, hingga pengelolaan kolam agar tingkat keberhasilan budidaya semakin tinggi.
Pendampingan itu diharapkan membuat masyarakat mampu mengembangkan usaha secara mandiri setelah program KKN berakhir.
Aquaponik Diperkenalkan untuk Manfaatkan Pekarangan
Selain budidaya lele, mahasiswa juga mengenalkan sistem aquaponik sebagai alternatif pemanfaatan lahan pekarangan yang lebih produktif. Sistem ini menggabungkan budidaya ikan dengan penanaman sayuran sehingga limbah dari kolam dapat dimanfaatkan sebagai nutrisi tanaman.
Dengan metode tersebut, masyarakat tidak hanya memperoleh hasil panen ikan, tetapi juga sayuran yang dapat dikonsumsi sendiri maupun dijual.
Mahasiswa berharap teknologi sederhana tersebut dapat diterapkan secara bertahap karena mudah dirawat dan sesuai dengan kondisi lingkungan desa.
Diharapkan Berlanjut Setelah Program KKN Berakhir
Program penebaran bibit lele ini tidak berhenti pada pemberian bantuan semata. Mahasiswa juga mendorong terbentuknya kebiasaan budidaya yang berkelanjutan melalui pendampingan kepada warga selama pelaksanaan KKN.
Melalui kolaborasi dengan pemerintah desa, program ini diharapkan terus berkembang sehingga mampu meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang usaha baru di Desa Argosuko.
Dengan memanfaatkan potensi lokal dan teknologi sederhana, budidaya lele diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat ekonomi masyarakat desa. (ern)














