Kanal24, Malang – Kolaborasi lintas kampus membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris sekaligus memperluas perspektif dalam berorganisasi. Hal ini dilakukan Administration English Club (AEC) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) bersama English Economics and Communication Club (EECC) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) melalui program Adventurous Discovery.
Mengusung tema “Odyssey: Outstanding Dream and Boundless Synergy”, kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 18–20 September 2026, tersebut menjadi wadah bagi anggota kedua organisasi untuk bertukar pengalaman, mendiskusikan tantangan organisasi, serta membangun relasi antarkomunitas English Club.
Perluas Ruang Belajar Lewat Kolaborasi Lintas Kampus
Sebagai lembaga otonomi di FIA UB, AEC menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar dan mengasah kemampuan berbahasa Inggris melalui berbagai program kerja. Namun, pengurus AEC melihat proses belajar juga membutuhkan ruang di luar lingkungan internal kampus.
Tantangan baru dibutuhkan agar anggota dapat melatih kepercayaan diri sekaligus memperluas sudut pandang terhadap dunia organisasi kebahasaan dari kampus lain.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Adventurous Discovery hadir sebagai program kolaboratif yang mempertemukan AEC dengan organisasi English Club dari perguruan tinggi lain. Program ini memadukan diskusi kritis, pertukaran budaya, dan penguatan relasi antarkomunitas.

AEC FIA UB dan EECC UNDIP Saling Kenalkan Organisasi
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari kedua pihak. Perwakilan pelaksana EECC FEB UNDIP membuka rangkaian sambutan, kemudian dilanjutkan oleh Ketua Pelaksana AEC FIA UB. Chairperson dari masing-masing organisasi turut memberikan sambutan sebagai simbol penguatan hubungan antarlembaga.
Sesi inti kemudian diisi dengan pemaparan materi dari Chairperson AEC FIA UB dan dilanjutkan oleh pihak EECC FEB UNDIP. Kedua organisasi memperkenalkan struktur, program kerja, serta pendekatan masing-masing dalam mengembangkan kompetensi berbahasa Inggris para anggotanya.
Baca juga: FIA UB Perkuat Kelas Internasional dan Double Degree, Targetkan Lulusan Berdaya Saing Global
FGD Bahas Tantangan Tiap Divisi
Setelah sesi pemaparan, peserta mengikuti Focus Group Discussion (FGD) yang dibagi berdasarkan divisi. Anggota AEC dan EECC berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan tugas di masing-masing divisi.
Pembahasan mencakup perencanaan acara, pengelolaan media, hingga strategi menjaga keberlanjutan program kerja. Hasil diskusi kemudian dipresentasikan bersama sebagai rangkuman sekaligus refleksi kolektif.
Baca juga: Workshop Riset Survei FIA UB dan Indopol Bekali Skill Praktis Mahasiswa
Sesi Interaktif Pererat Kedekatan Dua Organisasi
Setelah FGD dan presentasi, peserta mendapat waktu istirahat untuk sholat dan berkeliling FEB UNDIP sebelum kembali berkumpul di venue utama.
Suasana kemudian kembali cair melalui sesi interaktif yang menjadi ruang untuk mempererat kedekatan anggota dari dua kampus berbeda. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata sebagai simbol kenang-kenangan dan apresiasi atas kerja sama yang terjalin.
Sesi acara inti ditutup secara resmi oleh MC dan dilanjutkan dengan foto bersama seluruh peserta dan panitia dari kedua organisasi.

Baca juga: Bekal Menemukan Kebaruan Disertasi, Tim Pengmas FIA UB Latih Mahasiswa Doktor dengan Metode SLR
Bangun Relasi untuk Kolaborasi Berkelanjutan
Lebih dari sekadar kegiatan kunjungan, Adventurous Discovery Vol. 1 dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi pengembangan individu anggota maupun keberlanjutan hubungan antarlembaga.
Dengan berakhirnya Adventurous Discovery Vol. 1, AEC FIA UB dan EECC FEB UNDIP berharap kerja sama yang telah terjalin dapat berlanjut melalui program-program kolaboratif berikutnya. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membawa manfaat yang lebih besar bagi kedua organisasi dan seluruh anggotanya. (Afr)














