Kanal24, Malang – Menjadi haji mabrur bukan sekadar menyandang predikat setelah pulang dari Tanah Suci. Nilai ibadah dan perubahan perilaku yang lahir selama menjalankan ibadah haji diharapkan terus hidup dalam keseharian. Semangat menjaga kemabruran inilah yang menjadi salah satu fokus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Malang melalui kepengurusan barunya.
Pengurus IPHI Kota Malang resmi dilantik pada Kamis (24/9/2026) di Aula Paripurna DPRD Kota Malang. Pelantikan dihadiri perwakilan DPRD Kota Malang, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang, organisasi kemasyarakatan keagamaan, Kepala Kementerian Haji Kota Malang, pengurus KBIHU se-Kota Malang, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Malang.
Baca juga:
Riset Cakapolitika Ungkap Dinamika Generasi Muda Kota Malang
77 Pengurus, Mayoritas Akademisi dan Tokoh Masyarakat
Kepengurusan baru IPHI Kota Malang memiliki komposisi yang cukup beragam. Dari 77 orang pengurus, sekitar 27 di antaranya merupakan profesor atau guru besar dan 30 lainnya bergelar doktor dari berbagai perguruan tinggi.
Selain akademisi, kepengurusan tersebut juga diisi unsur pengusaha dan tokoh agama di Kota Malang. Komposisi itu menjadi modal organisasi untuk memperluas peran IPHI, tidak hanya sebagai wadah silaturahmi alumni haji, tetapi juga sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat.
Prof. Dr. H. Mudjia Raharjo, M.Si., yang dipercaya menjadi Ketua IPHI Kota Malang, menyebut penguatan kegiatan kemasyarakatan menjadi salah satu fokus kepengurusan ke depan.
Program tersebut mencakup peningkatan kegiatan sosial, pembinaan umat berbasis masjid, forum dan majelis pengajian, hingga penguatan struktur organisasi IPHI di tingkat kecamatan.
Penguatan struktur tersebut diharapkan membuat keberadaan IPHI semakin dekat dengan masyarakat sekaligus membuka ruang bagi para alumni haji untuk berkontribusi dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
Fokus Pendampingan Sebelum dan Sesudah Haji
Selain program kemasyarakatan, IPHI Kota Malang akan memperkuat pendampingan jamaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Salah satu bentuknya melalui pembekalan ilmu manasik dan berbagai kegiatan persiapan bagi calon jamaah haji.
Pendampingan tersebut diarahkan agar calon jamaah memiliki pemahaman yang cukup mengenai rangkaian ibadah yang akan dijalankan. Dengan bekal tersebut, jamaah diharapkan dapat melaksanakan ibadah sesuai ketentuan syariat dan menjalani seluruh proses haji dengan lebih siap.
Tidak berhenti pada fase pra-haji, IPHI juga menempatkan pembinaan pasca-haji sebagai bagian penting dari program kerja.
Para alumni haji akan didorong untuk mempertahankan nilai-nilai kemabruran dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, keberhasilan ibadah haji tidak hanya dilihat dari selesainya seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci, tetapi juga dari perubahan sikap dan kontribusi setelah kembali ke tengah masyarakat.
Konsep tersebut menjadi dasar IPHI dalam menjaga agar nilai spiritual yang diperoleh selama ibadah haji tidak berhenti ketika jamaah tiba di Tanah Air.
IPHI Dorong Sinergi dengan Pemerintah
Pemerintah Kota Malang menyambut baik pelantikan kepengurusan baru IPHI dan berharap organisasi tersebut dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah.
Sinergi tersebut diarahkan untuk mendukung terciptanya kehidupan masyarakat Kota Malang yang kondusif, religius, dan sejahtera. Peran IPHI juga diharapkan semakin kuat dalam kegiatan sosial serta pembinaan kehidupan keagamaan masyarakat.
Kepengurusan baru ini melanjutkan estafet organisasi yang sebelumnya dipimpin KH. Dahlan Thamrin. Pada periode baru, IPHI Kota Malang berharap dapat terlibat lebih jauh dalam proses pembinaan jamaah, termasuk sejak sebelum keberangkatan.
Keterlibatan sejak tahap pra-haji dinilai penting agar pembinaan dapat berlanjut setelah jamaah kembali dari Tanah Suci. Para jamaah juga diharapkan dapat bergabung dalam keanggotaan IPHI dan ikut mengambil bagian dalam berbagai kegiatan organisasi.
Dengan pola tersebut, IPHI tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya alumni haji, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertahankan nilai-nilai ibadah sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
Kemabruran haji pada akhirnya diharapkan tercermin dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, alumni haji didorong untuk menghadirkan keteladanan dan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Bagi IPHI Kota Malang, menjaga kemabruran berarti memastikan nilai-nilai yang dibawa dari Tanah Suci tetap tumbuh dan diwujudkan dalam kehidupan sepanjang hayat. (ern)













