Kanal24, Malang – Jalan Kerto Pamuji, Kerto Raharjo, hingga Kerto Sentono berubah menjadi ruang pertemuan warga dan mahasiswa dalam Festival Kampung Budaya 4. Beragam aktivitas berlangsung di kawasan Ketawanggede saat masyarakat berkumpul dalam festival bertajuk “Colorfull Urban Culture”.
Berlangsung pada 25–28 September 2026, festival tersebut tidak hanya menghadirkan pertunjukan seni dan budaya. Kegiatan ini juga membuka ruang interaksi antara warga dengan mahasiswa dari berbagai daerah yang tinggal di kawasan sekitar perguruan tinggi. Keberagaman menjadi bagian dari suasana yang dibangun dalam Festival Kampung Budaya 4.
Baca Juga:
UB Perkuat Kolaborasi Global melalui World Water Monitoring Day 2026
Festival Jadi Ruang Pertemuan Warga
Ketua Kampung Budoyo, Yanto Catur, mengatakan Festival Kampung Budaya menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan Ketawanggede sebagai lingkungan yang terbuka bagi mahasiswa dari berbagai daerah. Kawasan tersebut banyak dihuni mahasiswa karena berada di sekitar sejumlah perguruan tinggi.

Kondisi tersebut, menurut Yanto, mendorong warga untuk menciptakan lingkungan yang nyaman, termasuk bagi mahasiswa yang baru mulai tinggal di Malang. Festival menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan warga dan mahasiswa melalui kegiatan budaya maupun aktivitas bersama.
Tema “Colorfull Urban Culture” dipilih untuk menggambarkan keberagaman yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Ketawanggede. Yanto menyebut tema festival dapat berubah setiap tahun mengikuti semangat yang ingin dibawa dalam kegiatan.
Pada tahun ini, perbedaan latar belakang menjadi salah satu pesan yang diangkat. Beragam warna menggambarkan masyarakat dan mahasiswa yang datang dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk mahasiswa asing.
Warga dan Mahasiswa Berbaur
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan Festival Kampung Budaya 4. Yanto mengatakan warga dari berbagai RT dan RW di Ketawanggede turut mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung selama empat hari.
Tidak hanya pertunjukan budaya, festival juga menghadirkan kegiatan UMKM. Yanto memperkirakan sekitar 120 UMKM ikut meramaikan kegiatan tersebut.
Kehadiran UMKM membuat ruang festival semakin beragam. Warga tidak hanya terlibat dalam kegiatan budaya, tetapi juga memiliki kesempatan memperkenalkan produk sekaligus berinteraksi dengan pengunjung.
Yanto memperkirakan jumlah pengunjung mencapai sekitar 1.000 orang setiap hari dan dapat meningkat saat akhir pekan.
Ketawanggede Dorong Ruang Inklusif
Lurah Ketawanggede, Raden Agung Harjaya Buana, mengatakan keberagaman menjadi salah satu kekuatan masyarakat di wilayah tersebut. Ketawanggede dihuni warga lokal serta mahasiswa dari berbagai daerah, termasuk mahasiswa dari luar Indonesia.

Menurutnya, keberagaman tersebut membentuk lingkungan yang inklusif. Perbedaan latar belakang tidak menjadi penghalang bagi masyarakat untuk berinteraksi dan membangun kehidupan bersama.
Keterbukaan, toleransi, serta sikap saling menghormati dinilai penting untuk menjaga kehidupan masyarakat yang heterogen. Ketawanggede diharapkan dapat menjadi ruang bersama yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga maupun mahasiswa.
Festival Kampung Budaya 4 menjadi salah satu ruang untuk memperkuat semangat tersebut. Pertemuan warga, mahasiswa, kegiatan budaya, dan aktivitas UMKM menjadi bagian dari upaya menjaga kebersamaan di Ketawanggede sekaligus mempertahankan festival sebagai agenda tahunan. (gal)















Comments 1