Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

Festival Kampung Cempluk Angkat Pawon Lawasan untuk Lestarikan Budaya

Einid Shandy by Einid Shandy
October 21, 2026
in Regional
0
Festival Kampung Cempluk Angkat Pawon Lawasan untuk Lestarikan Budaya

Festival Kampung Cempluk Hadirkan Tradisi Lama di Tengah Modernisasi (Puguh/UBTV)

3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Asap kayu bakar mengepul dari tungku tradisional, sementara kuliner tempo dulu tersaji di antara stan berbahan bambu. Suasana tersebut menghadirkan kembali gambaran kehidupan masyarakat masa lalu yang lekat dengan tradisi dan kebersamaan. Di tengah perubahan gaya hidup modern, pawon lawasan menjadi cara warga Kampung Cempluk memperkenalkan kembali akar budaya kepada generasi muda.

Konsep tersebut dihadirkan dalam rangkaian Festival Kampung Cempluk ke-16 pada Selasa (20/10/2026), di Areal Pawon Lawasan RT 07, Kampung Cempluk, Kabupaten Malang. Melalui penggunaan peralatan memasak tradisional, penyajian kuliner lawas, dan pembangunan stan secara gotong royong, kegiatan ini mengangkat budaya lokal sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat.

Baca Juga:
Brawijaya Culture & Food Festival Angkat Kuliner Nusantara di Pusat Kota Malang

Pawon Lawasan Jadi Sarana Edukasi Budaya

PIC Kampung Cempluk, Jaelani Said, menjelaskan bahwa konsep pawon lawasan dipilih untuk mengenalkan kehidupan masyarakat terdahulu kepada generasi muda. Menurutnya, dapur tradisional merupakan bagian dari perjalanan peradaban yang perlu dipahami dan diwariskan.

Jaelani said, PIC Kampung Cempluk (Puguh/UBTV)

“Di sini saya ingin mengedukasi generasi muda kita bahwasanya dulu kita awalnya peradaban kita ya seperti ini, pawon kita ya seperti itu,” ujarnya.

Konsep tersebut diwujudkan melalui stan berbahan alami, terutama bambu. Pembangunannya dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat. Persiapan kegiatan juga melibatkan kelompok ibu-ibu PKK yang bergantian menyiapkan kuliner untuk disajikan di area pawon.

Sementara itu, warga lainnya turut membantu pembangunan stan dan persiapan fasilitas. Keterlibatan tersebut menjadikan masyarakat bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan, bukan sekadar pengunjung festival.

Kuliner Tradisional Perkuat Kebersamaan Warga

Ketua RT 07 RW 01, Suroso, menyebut makanan zaman dahulu yang diolah menggunakan peralatan tradisional sebagai salah satu ciri khas Kampung Cempluk. Proses memasak dengan pawon menghadirkan suasana yang mengingatkan masyarakat pada kehidupan masa kecil.

Menurutnya, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan warga. Ia melihat antusiasme masyarakat sebagai modal untuk menjaga keberlanjutan kegiatan sekaligus mengembangkan potensi kampung.

Suroso, Ketua RT 07 RW 01 (Puguh/UBTV)

“Untuk ke depan semoga Kampung Cempluk ini bisa lebih maju, lebih bergairah lagi, sampai terdengar ke Nusantara,” harapnya.

Di sisi lain, Jaelani mengakui lokasi kegiatan yang berada di area dalam kampung menjadi tantangan tersendiri. Sebagian masyarakat berpotensi belum mengetahui keberadaan area pawon lawasan karena lokasinya tidak langsung terlihat dari jalan utama.

Ia berharap akses menuju lokasi dapat dikembangkan agar pengunjung lebih mudah menemukan area kegiatan. Upaya tersebut diharapkan membantu memperluas jangkauan pengenalan budaya dan potensi Kampung Cempluk.

Kampung Tematik Jadi Benteng Budaya Lokal

Koordinator Nasional Jaringan Kampung Tematik Indonesia, Ir. Bambang Irianto, menilai kegiatan berbasis budaya lokal penting di tengah modernisasi. Menurutnya, kemajuan zaman perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga akar budaya bangsa, terutama di kalangan generasi muda.

Ir. Bambang Irianto, Koordinator Nasional Jaringan Kampung Tematik Indonesia. (Puguh/UBTV)

“Event-event di kampung dengan memunculkan kegiatan-kegiatan yang mengarusutamakan budaya lokal adalah benteng budaya yang diperlukan untuk menetralisir dampak-dampak negatif dari modernisasi,” jelasnya.

Bambang menilai konsep yang diterapkan Kampung Cempluk dapat direplikasi oleh kampung tematik lainnya. Ia berencana menyampaikan pengalaman tersebut kepada jaringan hampir 1.900 kampung di berbagai wilayah Indonesia agar masing-masing kampung turut mengangkat kekhasan budayanya.

“Kalau bukan kita, mau siapa lagi? Kalau tidak sekarang, mau kapan lagi? Ayo kita bangun negeri ini dari lorong kampung,” ujarnya.

Melalui pawon lawasan, Kampung Cempluk memperlihatkan bagaimana tradisi dapat dihadirkan kembali melalui aktivitas sehari-hari masyarakat. Kuliner tempo dulu, penggunaan bahan alami, dan gotong royong menjadi bagian dari upaya menjaga identitas lokal sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda. (ndr)

Post Views: 46
Tags: budaya lokalfestival kampung cemplukgotong royongindrikampung cemplukkampung tematikKANAL24kanal24.co.idkuliner tradisionalpawon lawasanpelestarian budaya
Previous Post

Kematian Anak Disabilitas di Surabaya Jadi Alarm Perlindungan Anak

Next Post

FH UB Kaji Kepastian Hukum Pengelolaan Aset Tanah PTNBH

Einid Shandy

Einid Shandy

Reporter dan penulis Kanal24

Next Post
FH UB Kaji Kepastian Hukum Pengelolaan Aset Tanah PTNBH

FH UB Kaji Kepastian Hukum Pengelolaan Aset Tanah PTNBH

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
UB dan Komdigi Kembangkan Prototipe AI untuk Deteksi Dini Potensi Perundungan di Sekolah Rakyat

UB dan Komdigi Kembangkan Prototipe AI untuk Deteksi Dini Potensi Perundungan di Sekolah Rakyat

October 21, 2026
FH UB Kaji Kepastian Hukum Pengelolaan Aset Tanah PTNBH

FH UB Kaji Kepastian Hukum Pengelolaan Aset Tanah PTNBH

October 21, 2026
Festival Kampung Cempluk Angkat Pawon Lawasan untuk Lestarikan Budaya

Festival Kampung Cempluk Angkat Pawon Lawasan untuk Lestarikan Budaya

October 21, 2026
Kematian Anak Disabilitas di Surabaya Jadi Alarm Perlindungan Anak

Kematian Anak Disabilitas di Surabaya Jadi Alarm Perlindungan Anak

October 21, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025