Kanal24, Malang – Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Brawijaya (UB) mendapat kesempatan memperluas wawasan akademik melalui pertemuan dengan akademisi dari Jepang. Prof. Kakuya Matsushima dari Disaster Prevention Research Institute (DPRI) Kyoto University hadir dalam Guest Lecture Sustainable and Inclusive City: Integrating Infrastructure, Walkability, and Mobility Management yang digelar Fakultas Teknik UB, Kamis (10/9/2026).
Kehadiran akademisi internasional tersebut menjadi bagian dari upaya Fakultas Teknik dan Departemen PWK UB memperkuat internasionalisasi pembelajaran. Melalui forum ini, mahasiswa memperoleh tambahan pengetahuan sekaligus kesempatan melihat isu pembangunan perkotaan dari perspektif akademisi internasional.
Baca Juga:
Pelatihan Advokasi FH UB Hadirkan Simulasi Kasus
Guest Lecture Perkuat Internasionalisasi
Ketua Pelaksana, Deni Agus Setyono, S.T., M.Eng., mengatakan guest lecture menjadi salah satu bentuk upaya Fakultas Teknik dan Departemen PWK UB dalam mendukung internasionalisasi.

Menurut Deni, kehadiran akademisi dari perguruan tinggi luar negeri dapat memperluas pengalaman belajar mahasiswa. Pengetahuan yang diperoleh mahasiswa tidak hanya berasal dari lingkungan internal kampus, tetapi juga dari perspektif akademisi yang memiliki pengalaman di tingkat internasional.
“Memang salah satu capaian atau indikator kinerja adalah meningkatkan standar internasionalisasi dari Fakultas Teknik, begitu pula dengan Departemen PWK,” ujar Deni.
Ia menjelaskan, kehadiran Prof. Matsushima dari Kyoto University menjadi salah satu langkah untuk mendukung tujuan tersebut sekaligus membuka ruang pembelajaran dengan perspektif yang lebih luas.
Mahasiswa Antusias Ikuti Guest Lecture
Deni menuturkan, pengalaman internasional menjadi salah satu hal yang ingin diberikan kepada mahasiswa melalui kegiatan tersebut. Mahasiswa PWK dapat memperoleh pengetahuan langsung dari akademisi Kyoto University sehingga memiliki tambahan sudut pandang dalam memahami isu perkotaan.
Antusiasme mahasiswa terlihat selama sesi berlangsung. Mahasiswa aktif menyimak pemaparan dan mengajukan pertanyaan kepada pemateri untuk memperdalam pembahasan.
Prof. Kakuya Matsushima turut mengapresiasi respons mahasiswa. Ia menilai mahasiswa menunjukkan antusiasme dan keaktifan selama mengikuti guest lecture.
“That’s fantastic. All the students are very active to make questions,” ujar Matsushima.
Matsushima juga menyampaikan bahwa materi yang dibahas berkaitan dengan smart city dalam konteks kemampuan dan keberagaman. Menurutnya, topik tersebut menjadi salah satu isu yang juga berkembang di Jepang.
Angkat Isu Kota Berkelanjutan
Guest lecture mengangkat tema Sustainable and Inclusive City yang berkaitan dengan tantangan pembangunan perkotaan. Deni menjelaskan, kota saat ini perlu memiliki ketahanan terhadap perubahan iklim dan bencana sekaligus mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pembahasan tersebut diharapkan dapat menambah pemahaman mahasiswa mengenai isu perkotaan yang berkembang secara global. Mahasiswa juga memperoleh kesempatan untuk melihat bagaimana persoalan pembangunan kota dibahas melalui perspektif akademisi dari luar negeri.
Deni menambahkan, guest lecture tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan internasionalisasi Fakultas Teknik dan Departemen PWK UB. Kegiatan serupa direncanakan terus dikembangkan dengan menghadirkan profesor dari sejumlah perguruan tinggi internasional lainnya.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas pengalaman akademik mahasiswa sekaligus membekali mereka dengan wawasan global dalam memahami tantangan pembangunan kota di masa mendatang. (gal)













