Kanal24, Malang – Badan Gizi Nasional (BGN) terus memperkuat pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan meluncurkan aplikasi Reviu Menu MBG yang memungkinkan guru dan kepala posyandu melakukan penilaian langsung terhadap kualitas makanan yang diterima siswa maupun penerima manfaat lainnya. Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan pengawasan mutu makanan secara real time di berbagai daerah.
Melalui aplikasi tersebut, pihak sekolah dan posyandu dapat memberikan evaluasi terhadap makanan MBG berdasarkan sejumlah indikator penting. Penilaian meliputi ketepatan waktu distribusi, aroma makanan, rasa makanan, tampilan makanan, hingga variasi menu yang disajikan kepada penerima manfaat. Sistem ini diharapkan menjadi alat kontrol tambahan agar kualitas makanan tetap terjaga selama program berjalan.
Baca juga:
Hubungan Internasional UB Soroti Dinamika Asia Barat 2026Ā
Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa aplikasi Reviu Menu MBG dikembangkan untuk melibatkan langsung penerima manfaat dalam proses pengawasan. Dengan begitu, pengawasan tidak hanya dilakukan secara internal oleh pelaksana program, tetapi juga diperkuat melalui kontrol eksternal dari pihak sekolah dan masyarakat.
BGN mencatat, berdasarkan data dashboard aplikasi per 23 Mei 2026, sudah terdapat 1.707 laporan yang masuk dari berbagai wilayah Indonesia. Dari total laporan tersebut, sebanyak 99,88 persen menyatakan makanan layak dikonsumsi, sementara hanya dua laporan yang menyebut makanan tidak layak konsumsi.
Selain itu, tingkat ketepatan waktu distribusi makanan juga mencapai 97,95 persen. Mayoritas laporan menyebut makanan diterima tepat waktu atau bahkan lebih cepat dari jadwal distribusi yang telah ditentukan. Dalam aspek kualitas sensorik, aroma makanan dinilai layak pada lebih dari 99 persen laporan, sedangkan rasa makanan dinilai normal dan dapat diterima dengan baik oleh penerima manfaat.
Pelibatan guru dan kepala posyandu dalam pengawasan MBG dinilai penting karena mereka menjadi pihak yang paling dekat dengan penerima manfaat di lapangan. Sistem pelaporan berbasis aplikasi ini juga diharapkan mampu menjadi mekanisme deteksi dini apabila ditemukan potensi masalah dalam distribusi maupun kualitas makanan.
Program MBG sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita. Dalam petunjuk teknis program, BGN menekankan pentingnya standar keamanan pangan, mutu makanan, dan edukasi gizi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun komunitas.













