Kanal24, Malang – Tidak banyak anak yang berani berbicara di depan publik sejak usia sekolah dasar. Namun, hal itu justru menjadi jalan yang dipilih Janata Lavanya Leticia Zulkarnain atau Vanya. Sejak duduk di bangku kelas 2 SD, ia mulai belajar berdakwah dan kini memiliki satu impian besar, yakni memberangkatkan kedua orang tuanya ke Tanah Suci.
Perjalanan Vanya sebagai dai cilik diangkat dalam Podcast Dai Cilik yang diselenggarakan UBTV di Ruang Podcast UBTV, Lantai 2 Gedung Rektorat Universitas Brawijaya, Selasa (7/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Vanya berbagi kisah tentang awal mula mengenal dunia dakwah, tantangan yang dihadapi, hingga cita-cita yang terus menjadi motivasinya.
Baca Juga:
Dr. Abdullah: Warisan Budaya Ayatollah Khamenei Jadi Pilar Ketahanan dan Persatuan Umat Islam

Mulai Belajar Dakwah Sejak Kelas 2 SD
Dalam sesi podcast, Vanya menceritakan bahwa ketertarikannya terhadap dunia dakwah tumbuh sejak masih duduk di kelas dua sekolah dasar. Sejak saat itu, ia mulai mempelajari materi-materi keislaman dan memberanikan diri menyampaikan ceramah di hadapan orang lain.
Dakwah Jadi Cara Mengajak Teman Berbuat Baik
Bagi Vanya, berdakwah bukan sekadar berbicara di depan banyak orang. Ia ingin mengajak teman-teman seusianya untuk semakin dekat dengan ajaran agama dan membiasakan diri melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, ia berpesan agar anak-anak tidak melupakan kewajiban beribadah, rajin belajar, serta menghormati orang tua.
“Tetaplah semangat. Jangan lupa salat lima waktu, teruslah belajar, dan patuhlah kepada kedua orang tua,” pesannya.
Bermimpi Berangkatkan Orang Tua ke Tanah Suci
Di balik keberaniannya berdakwah sejak usia dini, Vanya menyimpan impian sederhana namun penuh makna. Ia berharap suatu saat nanti dapat membalas kasih sayang kedua orang tuanya dengan memberangkatkan mereka menunaikan ibadah haji dan umrah.
Harapan tersebut menjadi motivasi yang terus mendorongnya untuk belajar, memperdalam ilmu agama, dan terus menyebarkan pesan-pesan kebaikan kepada masyarakat.
“Semoga sukses dan semoga bisa memberangkatkan kedua orang tua untuk haji dan umrah,” tuturnya.
Kisah Vanya menjadi bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk mulai menebarkan nilai-nilai kebaikan. Dengan keberanian, dukungan keluarga, dan semangat belajar yang terus dijaga, ia berharap dapat menginspirasi lebih banyak anak untuk mencintai ilmu agama sekaligus berani menyampaikan pesan-pesan positif kepada sesama. (gal)














