Kanal24, Malang – IPK tinggi kini tak lagi jadi tiket emas masuk dunia kerja. Di tengah persaingan yang makin brutal, mahasiswa dituntut punya nilai lebih: portofolio kuat, sertifikasi profesi, hingga soft skill yang siap pakai. Menjawab tantangan itu, Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) menggelar kegiatan “Pengembangan Portofolio Karir dan Sertifikasi Profesi bagi Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya 2026” di Hall Didik Farkhan dan Rudi Margono Lt 10 FH UB, Senin (25/5/2026), guna membekali mahasiswa agar tak sekadar lulus, tetapi juga siap bersaing di dunia profesional.
Portofolio dan Soft Skill Jadi Bekal Utama
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FH UB, Dr. Muktiono menegaskan kegiatan tersebut menjadi langkah penting untuk membekali mahasiswa menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori hukum, tetapi juga harus memiliki pengalaman dan kemampuan pendukung lain di dunia profesional.
Baca Juga : EDC UB Hadirkan Ruang Ekspresi Mahasiswa Kreatif

“Program ini cukup penting untuk mahasiswa dalam rangka menyiapkan mereka memasuki dunia kerja yang saat ini semakin kompetitif. Jadi, kami memberikan pembekalan selain hard skill yang ada di kelas-kelas, kami juga memberikan soft skill dengan mendatangkan narasumber yang berasal dari praktisi di dunia perusahaan,” ujar Muktiono.
Ia menjelaskan FH UB sengaja menghadirkan praktisi industri sekaligus alumni Universitas Brawijaya agar mahasiswa memperoleh gambaran nyata tentang dunia kerja. “Mahasiswa selain punya bekal ilmu hukum juga punya pengalaman di aspek soft skill, misalkan menghadapi interview bagaimana, kemudian etika kerja itu seperti apa, dan juga bagaimana mengembangkan karir di perusahaan itu seperti apa,” katanya.
Muktiono menambahkan FH UB juga terus mendorong mahasiswa meningkatkan daya saing melalui workshop dan sertifikasi microcredential. Menurutnya, langkah tersebut penting agar lulusan memiliki nilai kompetitif lebih tinggi di tengah persaingan kerja yang semakin ketat.
Industri Soroti Pentingnya Sertifikasi dan Riset Perusahaan
Dalam kegiatan tersebut, Professional Human Resources PT Yamaha Musical Products Indonesia, Dicky Kurniawan menilai portofolio dan sertifikasi profesi kini menjadi salah satu faktor penting dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Ia menyebut perusahaan semakin mencari kandidat yang memiliki kompetensi nyata di luar ijazah akademik.
“Semakin banyak mahasiswa ataupun pelamar memiliki portofolio, maka semakin besar kesempatan untuk masuk dunia industri. Artinya itu bisa membuktikan bahwa banyak portofolio berarti banyak kompetensi yang dimiliki,” ujar Dicky.

Menurutnya, kebutuhan industri saat ini tidak hanya berfokus pada hard skill, tetapi juga kemampuan soft skill seperti kepemimpinan dan komunikasi. Bahkan, beberapa posisi tertentu di perusahaan sudah mewajibkan sertifikasi profesi sebagai syarat utama.
Dicky juga menyoroti kesalahan yang masih sering dilakukan mahasiswa ketika melamar pekerjaan, yakni minim melakukan riset perusahaan. “Yang paling sering dilakukan mahasiswa ataupun pelamar, yang pertama paling sering tidak riset perusahaan. Padahal riset perusahaan sangat penting,” pungkasnya. Ia pun mendorong mahasiswa aktif memperbarui CV, membangun personal branding, serta mencari sertifikasi tambahan agar lebih siap bersaing di dunia kerja. (ger)














