Kanal24
No Result
View All Result
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
  • Login
  • Berita Terkini
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Kanal24
No Result
View All Result

FIKES UB Soroti Luka Psikologis Korban Kekerasan di Lingkungan Pendidikan

Penulis Kanal by Penulis Kanal
May 21, 2026
in Pendidikan
0
FIKES UB Soroti Luka Psikologis Korban Kekerasan di Lingkungan Pendidikan

Pelatihan Manajemen Unit Penanganan Kekerasan, Mental Health Issue di Sekolah dan Perguruan Tinggi (Awan/Kanal24)

4
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kanal24, Malang – Kasus kekerasan di lingkungan pendidikan dinilai tidak hanya berdampak pada performa akademik peserta didik, tetapi juga kesehatan mental dan kualitas hidup korban. Menjawab kondisi tersebut, Badan Pengembangan Kewirausahaan (BPK) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Brawijaya menggelar Pelatihan Manajemen Unit Penanganan Kekerasan, Mental Health Issue di Sekolah dan Perguruan Tinggi di Ampiteather dan Lantai 3 Gedung B FIKES UB, Rabu (21/05/2026).

Pelatihan ini difokuskan untuk membangun kompetensi pengelola institusi pendidikan, baik yang telah memiliki satuan tugas (satgas) pencegahan dan penanganan kekerasan maupun yang masih dalam tahap pengembangan. Peserta dibekali pemahaman mengenai langkah pencegahan, mekanisme pelaporan yang aman dan privat, hingga pendekatan penanganan serta pemulihan korban secara optimal. Kegiatan tersebut juga menyoroti isu kesehatan mental (mental health issue) yang kerap muncul sebagai dampak lanjutan dari kasus kekerasan di lingkungan pendidikan.

Baca Juga:
FIKES UB Siapkan Perawat Indonesia Bersaing Secara Global 

Ketua BPK FIKES UB sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Ns. Ahmad Hasyim Wibisono, S.Kep., M.Kep., M.Ng., Sp.Kep. MB menjelaskan bahwa pelatihan tersebut lahir dari keprihatinan atas meningkatnya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan yang memberikan dampak besar terhadap kehidupan akademik dan psikologis peserta didik.

Ketua BPK FIKES UB sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Ns. Ahmad Hasyim Wibisono, S.Kep., M.Kep., M.Ng., Sp.Kep. MB (Awan/Kanal24)

“Hal tersebut secara signifikan berdampak pada performa akademik mahasiswa, semangat hidup, hingga kualitas hidup peserta didik. Kondisi ini sering kali terjadi tanpa diduga dan tidak menunggu kesiapan institusi pendidikan dalam merespons secara cepat dan tepat,” ujar Ahmad.

Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya berbicara tentang mekanisme pelaporan, tetapi juga bagaimana membangun sistem perlindungan yang utuh di lingkungan kampus maupun sekolah. Kompetensi yang diberikan kepada peserta mencakup tiga aspek utama, yakni pencegahan, penanganan, dan rehabilitasi korban.

Pada aspek pencegahan, peserta dibekali strategi skrining serta kampanye preventif agar kekerasan tidak terjadi. Sementara pada aspek penanganan, satgas diharapkan mampu menciptakan ruang pelaporan yang aman, privat, objektif, dan berbasis pendekatan ilmiah.

“Ketiga adalah aspek rehabilitatif, yaitu bagaimana Satgas dapat memfasilitasi korban agar pulih, kembali ke lingkungan pendidikan, dan menunjukkan performa akademik yang baik,” jelasnya. Ia menambahkan, pendekatan rehabilitatif juga ditujukan kepada pelaku agar tidak mengulangi tindakan serupa dan tetap dapat menjalani proses pendidikan dengan pendampingan yang tepat.

Pelatihan perdana ini diikuti 39 peserta dari berbagai institusi pendidikan. Sebanyak 29 peserta hadir secara luring dan 10 lainnya mengikuti secara daring. Tidak hanya berasal dari lingkungan UB seperti Fakultas Kedokteran dan Fakultas Peternakan, peserta juga datang dari Poltekkes, ITSK RS dr. Soepraoen, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Widya Gama, hingga perguruan tinggi dari luar Jawa Timur seperti Semarang, Lamongan, Bali, bahkan Batam.

Ahmad mengatakan, program ini nantinya tidak berhenti di level dasar. Ke depan, pihaknya berencana mengembangkan pelatihan lanjutan yang menyasar pengelola sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat dengan menggandeng Dinas Pendidikan maupun Kementerian Agama. Materi yang akan diperkuat mencakup kemampuan konseling, investigasi kasus secara akurat, hingga strategi pemulihan korban pascatrauma.

“Korban yang mengalami trauma sering kali tidak mudah untuk kembali ke lingkungan sosialnya. Bahkan, lingkungan terkadang masih memberi stigma tertentu. Oleh karena itu, pemulihan pascatrauma membutuhkan perhatian khusus,” tambahnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Periode 2020–2024, Dr. dr. Retty Ratnawati, M.Biomed., mengapresiasi pelaksanaan workshop tersebut dan menilai kegiatan seperti ini perlu dilakukan secara berkala karena jumlah peserta masih terbatas.

Komisioner Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) Periode 2020–2024, Dr. dr. Retty Ratnawati, M.Biomed., (Awan/Kanal24)

“Acara hari ini sangat luar biasa dan memang perlu dilakukan secara berkala karena peserta pelatihan ini tentu terbatas. Jadi, ke depan pasti perlu ada pelatihan – pelatihan lanjutan seperti ini,” katanya.

Retty menegaskan bahwa peningkatan kesadaran terhadap bentuk-bentuk kekerasan, khususnya tindak pidana kekerasan seksual (TPKS), menjadi hal mendesak di lingkungan pendidikan. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap pelecehan seksual sebagai sesuatu yang lumrah atau bagian dari kultur, padahal dampaknya sangat serius terhadap kesehatan mental korban.

“Pelecehan seksual ini sering kali dianggap sebagai sesuatu yang biasa atau bagian dari kultur. Padahal, dampaknya sangat melukai, terutama secara psikologis,” tegasnya.

Ia menjelaskan, trauma akibat kekerasan kerap tidak tampak secara fisik, tetapi meninggalkan luka psikologis mendalam yang memengaruhi sistem kerja otak seseorang. Jika tidak segera ditangani melalui terapi berkelanjutan, kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi post-traumatic stress disorder (PTSD).

“Trauma sering disebut sebagai trauma without wound, luka yang tidak terlihat. Inilah yang membuat kekerasan sangat berbahaya,” pungkasnya.

Ke depan, pelatihan serupa direncanakan tidak hanya menyasar perguruan tinggi, tetapi juga sekolah tingkat SMP hingga SMA sederajat. FIKES UB juga menyiapkan pelatihan lanjutan terkait konseling, investigasi kasus, hingga pemulihan korban pascatrauma yang dinilai membutuhkan perhatian khusus agar korban dapat kembali menjalani aktivitas pendidikan secara optimal. (wan/qrn)

Post Views: 27
Tags: awanFikes UBKANAL24kanal24.co.idKekerasan SeksualKesehatan MentalKOMNAS PerempuanMental Healthpencegahan kekerasanuniversitas brawijaya
Previous Post

Webinar Diplomasi Peradaban di Tengah Geopolitik Timur Tengah

Next Post

Mahasiswa Psikologi UB Buka Konseling Gratis dan Psikoedukasi

Penulis Kanal

Penulis Kanal

Next Post
Mahasiswa Psikologi UB Buka Konseling Gratis dan Psikoedukasi

Mahasiswa Psikologi UB Buka Konseling Gratis dan Psikoedukasi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
oval layer

5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

August 25, 2024
ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

August 4, 2023
Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

February 22, 2025
Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

August 3, 2023
Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

Permainan Interaktif Menjadi Media KKN FP UB Pupuk Minat Baca Anak Desa Kromengan

39
Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

Pemkot Malang Tingkatkan Sinergi dan Soliditas Demi Keamanan Wilayah

8
Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

Budayakan Gaya Hidup Sehat, Fapet UB Gelar Latihan Jalan Nordik

7
Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

Manfaat Naik Turun Tangga Setiap Hari Bagi Kesehatan

7
Akademisi Iran Ungkap Jejak Persia di Nusantara

Akademisi Iran Ungkap Jejak Persia di Nusantara

May 22, 2026
Di Tengah Tekanan Ekonomi, Dekan FPIK UB Ingatkan Indonesia Belum Serius Menjaga Potensi Laut

Di Tengah Tekanan Ekonomi, Dekan FPIK UB Ingatkan Indonesia Belum Serius Menjaga Potensi Laut

May 22, 2026
Pertamina Ajak Mahasiswa Ciptakan Inovasi Energi Masa Depan

Pertamina Ajak Mahasiswa Ciptakan Inovasi Energi Masa Depan

May 22, 2026
3 Pilar Fundamental Jadi Kunci Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

3 Pilar Fundamental Jadi Kunci Capai Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

May 22, 2026

Popular Stories

  • oval layer

    5 Gaya Rambut yang Tepat untuk Pipi Chubby agar Tampil Lebih Menarik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • ISLAM DAN PELESTARIAN LINGKUNGAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tren Rambut Pria 2025: Gaya Modern dan Maskulin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yuk Kenali Istilah Dalam Karate

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AYAT-AYAT KREATIVITAS DAN INOVASI PELAYANAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
UB Radio 107.5 FM
107.5 FM
Tap to Play
  • Berita
  • Tentang Kanal24
  • Layanan
  • Pedoman Media Siber
Copyright Kanal24.com 2025

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Berita Terkini‎
  • Perspektif
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Politik
  • Ekonomi
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

Copyright Kanal24.com 2025